JPM Pastikan Kesiapan Layanan Mudik Tol Pandaan-Malang Beroperasi Maksimal Jelang Lebaran 2026
PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM) memastikan seluruh layanan di ruas Tol Pandaan-Malang siap beroperasi maksimal untuk arus mudik Lebaran 2026, menjamin kenyamanan dan keamanan pemudik.
PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM) memastikan seluruh layanan di ruas Tol Pandaan-Malang akan beroperasi secara maksimal menjelang arus mudik Lebaran 2026. Kesiapan ini mencakup bidang transaksi, pengaturan lalu lintas, hingga fasilitas di rest area.
General Manager Operasi JPM, Muhammad Reza Pahlevi Guntur, pada Minggu di Kabupaten Malang, Jawa Timur, menegaskan bahwa kinerja pelayanan prima adalah wujud komitmen perusahaan. Tujuannya adalah menciptakan suasana nyaman dan aman bagi seluruh pengguna jalan selama periode mudik.
JPM berkomitmen memberikan pelayanan maksimal serta respons cepat kepada pengguna jalan. Selain itu, PT JPM juga menyediakan layanan one call center di nomor 133 yang beroperasi 24 jam penuh untuk membantu pemudik.
Komitmen JPM dalam Menjamin Kelancaran Mudik
PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM) secara tegas menyatakan komitmennya untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan perjalanan pemudik Lebaran 2026. Berbagai aspek layanan telah dipersiapkan secara matang guna mendukung arus lalu lintas yang optimal.
Layanan vital seperti sistem transaksi di gerbang tol, pengaturan lalu lintas di sepanjang ruas tol, dan ketersediaan fasilitas di rest area dipastikan berfungsi maksimal. Hal ini bertujuan untuk mengurangi potensi hambatan dan meningkatkan pengalaman berkendara.
Untuk mempermudah akses informasi dan bantuan darurat, JPM menyediakan layanan one call center 133 yang aktif 24 jam. Pemudik juga dapat memanfaatkan aplikasi Travoy 4.5, sebuah platform digital dari Jasamarga Group, untuk mendapatkan informasi terkini dan bantuan di jalan tol.
Dinamika Peningkatan Arus Kendaraan Jelang Lebaran 2026
PT JPM mencatat adanya peningkatan volume kendaraan yang signifikan di ruas Tol Pandaan-Malang menjelang Lebaran 2026. Data akumulatif dari H-10 hingga H-7 Idul Fitri 1447 Hijriah menunjukkan kenaikan sebesar 1,19 persen dibandingkan masa normal.
Total arus kendaraan yang keluar masuk gerbang tol secara keseluruhan mencapai 231.328 unit. Jumlah ini meningkat dari 228.598 kendaraan yang tercatat pada periode lalu lintas normal.
Meskipun terjadi peningkatan, kondisi lalu lintas di ruas Tol Pandaan-Malang masih tergolong landai dan lancar. Peningkatan ini belum mencapai tingkat yang signifikan untuk menyebabkan kemacetan parah, menurut pernyataan JPM.
Analisis Pergerakan Kendaraan di Setiap Gerbang Tol
Peningkatan arus lalu lintas tidak merata di semua gerbang tol di ruas Pandaan-Malang. Di Gerbang Tol Purwodadi, arus masuk Malang naik 1,6 persen menjadi 12.566 kendaraan, sementara arus keluar Malang naik 0,6 persen menjadi 12.889 kendaraan.
Gerbang Tol Lawang menunjukkan peningkatan yang lebih substansial, dengan arus masuk Malang naik 9,8 persen menjadi 13.070 kendaraan. Arus keluar Malang juga melonjak 8,03 persen menjadi 16.409 kendaraan.
Fenomena menarik terlihat di Gerbang Tol Singosari, di mana arus masuk Malang justru turun 6,0 persen dari masa normal, atau 55.909 kendaraan menjadi 52.552 kendaraan. Namun, arus keluar Malang mengalami peningkatan 1,9 persen menjadi 48.817 kendaraan.
Sementara itu, Gerbang Tol Pakis mencatat kenaikan arus masuk Malang sebesar 7,24 persen menjadi 14.611 kendaraan, dan arus keluar Malang naik 7,22 persen menjadi 13.207 kendaraan. Di Gerbang Tol Malang, arus masuk naik 2,4 persen menjadi 25.301 kendaraan, dan arus keluar Malang naik 0,3 persen menjadi 21.906 kendaraan.
Sumber: AntaraNews