Volume Lalu Lintas Tol Gempol-Pasuruan Melonjak Selama Arus Balik Lebaran, Capai Ratusan Ribu Kendaraan

PT Jasamarga Gempol Pasuruan mencatat Volume Lalu Lintas Tol Gempol-Pasuruan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 melonjak, melebihi angka normal dan tahun sebelumnya. Simak detail peningkatannya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Volume Lalu Lintas Tol Gempol-Pasuruan Melonjak Selama Arus Balik Lebaran, Capai Ratusan Ribu Kendaraan
PT Jasamarga Gempol Pasuruan mencatat peningkatan signifikan volume lalu lintas di Tol Gempol-Pasuruan hingga H+4 Lebaran 2026, melampaui angka normal dan periode tahun sebelumnya, menarik perhatian pada dinamika pergerakan mudik. (AntaraNews)

PT Jasamarga Gempol Pasuruan (JGP) mengumumkan peningkatan signifikan pada Volume Lalu Lintas Tol Gempol-Pasuruan selama periode arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah. Tercatat sebanyak 262.128 kendaraan melintas di ruas tol tersebut dari H-10 hingga H+4 Lebaran, yaitu antara 11 hingga 24 Maret 2026. Angka ini menunjukkan aktivitas perjalanan yang tinggi di jalan tol Gempol-Pasuruan selama musim libur panjang.

Peningkatan Volume Lalu Lintas Tol Gempol-Pasuruan ini mencapai 2,35 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal yang sebanyak 256.110 kendaraan. Selain itu, jika dibandingkan dengan periode Lebaran tahun 2025, terjadi kenaikan sebesar 9,75 persen dari 238.850 kendaraan. Data ini mengindikasikan bahwa minat masyarakat untuk menggunakan Tol Gempol-Pasuruan selama libur Lebaran terus meningkat dari tahun ke tahun.

General Manager Teknik dan Operasi PT Jasamarga Gempol Pasuruan, pada Rabu (25/3), menegaskan bahwa lonjakan volume kendaraan ini menjadi perhatian utama dalam pengelolaan arus lalu lintas. Pihaknya terus berupaya memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan bagi seluruh pengguna jalan tol.

Secara keseluruhan, Volume Lalu Lintas Tol Gempol-Pasuruan menunjukkan tren kenaikan yang konsisten selama periode Lebaran 2026. Data yang dihimpun PT Jasamarga Gempol Pasuruan mencakup seluruh Gerbang Tol (GT) yang berada di ruas tersebut, memberikan gambaran komprehensif mengenai pergerakan kendaraan. Peningkatan ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat untuk bersilaturahmi atau berlibur.

Peningkatan lalu lintas ini juga menjadi indikator pemulihan ekonomi dan aktivitas sosial pasca-pandemi, di mana masyarakat semakin leluasa untuk melakukan perjalanan jarak jauh. Pengelola jalan tol terus memantau pergerakan ini untuk mengantisipasi lonjakan lebih lanjut di masa mendatang. Pengelolaan arus kendaraan yang efektif menjadi kunci untuk menghindari kemacetan parah.

Distribusi Volume Lalu Lintas Tol Gempol-Pasuruan pada masing-masing Gerbang Tol (GT) menunjukkan pola yang bervariasi. Arus keluar GT Bangil tercatat sebanyak 25.628 kendaraan, naik 16,43 persen dibandingkan lalu lintas normal yang 22.012 kendaraan. Sementara itu, arus masuk GT Bangil mencapai 25.700 kendaraan, meningkat 9,84 persen dari lalu lintas normal 23.398 kendaraan.

Berbeda dengan Bangil, GT Rembang justru mengalami penurunan. Arus keluar GT Rembang tercatat 16.896 kendaraan, turun 28,25 persen dari lalu lintas normal 23.550 kendaraan. Arus masuknya juga turun 28,57 persen, dengan 16.525 kendaraan dibandingkan normal 23.134 kendaraan.

Untuk GT Pasuruan, kendaraan keluar mencapai 61.921 unit, naik 11,55 persen dari kondisi normal 55.508 kendaraan. Arus masuk GT Pasuruan juga meningkat 9,31 persen, dengan 64.475 kendaraan dibandingkan normal 58.984 kendaraan.

Di GT Grati, kendaraan keluar tercatat 21.481 unit, naik 15,29 persen dari lalu lintas normal 18.632 kendaraan. Namun, arus masuk GT Grati mengalami penurunan 4,50 persen, dengan 29.502 unit dibandingkan normal 30.892 kendaraan.

PT Jasamarga Gempol Pasuruan mengimbau seluruh pengguna jalan tol untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum berangkat, serta mengisi daya dan bahan bakar yang cukup. Persiapan ini sangat penting untuk mencegah gangguan selama perjalanan jauh.

Selain itu, pengguna jalan diharapkan mengisi saldo kartu uang elektronik yang memadai untuk menghindari antrean di gerbang tol. Apabila merasa lelah saat berkendara, disarankan untuk beristirahat di tempat yang tersedia seperti rest area. Keamanan dan kenyamanan perjalanan menjadi prioritas utama bagi Jasa Marga.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi