JIFBW 2026: Pemkab Jepara Siap Gelar Pameran Furnitur Internasional dengan Konsep Inovatif
Pemerintah Kabupaten Jepara bersiap menggelar Jepara International Furniture Buyer Weeks (JIFBW) 2026 pada 8-11 Maret, menargetkan peningkatan daya saing produk mebel di pasar global melalui konsep pameran unik dan kunjungan langsung ke pabrik.
Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, telah menyatakan kesiapannya untuk menyelenggarakan ajang bergengsi Jepara International Furniture Buyer Weeks (JIFBW) 2026. Acara ini akan berlangsung pada tanggal 8 hingga 11 Maret 2026, dengan tujuan utama meningkatkan daya jual produk mebel Jepara di kancah nasional maupun internasional. Persiapan pameran internasional ini dilaporkan sudah berjalan dengan cukup matang, menandakan keseriusan Pemkab Jepara dalam mempromosikan industri furniturnya.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menjelaskan bahwa JIFBW tahun ini akan mengusung konsep hybrid exhibition. Konsep ini memadukan pameran secara luring (offline) dan daring (online), memberikan fleksibilitas dan jangkauan yang lebih luas bagi para pembeli. Pendekatan inovatif ini diharapkan mampu menarik lebih banyak perhatian dari pasar global.
JIFBW 2026 memiliki perbedaan signifikan dibandingkan pameran furnitur pada umumnya, karena para pembeli akan diajak mengunjungi langsung workshop maupun pabrik furnitur di Jepara. Konsep ini memungkinkan interaksi langsung antara pembeli dan penjual di lokasi produksi, memperlihatkan keunikan dan kualitas produk mebel Jepara secara menyeluruh.
Konsep Unik JIFBW 2026: Kunjungan Langsung ke Pabrik
Pelaksanaan JIFBW di Jepara menawarkan pengalaman berbeda bagi para buyer. Jika pameran umumnya hanya menyediakan satu lokasi pertemuan, JIFBW justru akan mengantar pembeli secara langsung ke pabrik-pabrik furnitur. Ini adalah kesempatan langka yang mungkin hanya tersedia di Jepara, memungkinkan pembeli untuk melihat proses produksi dan kualitas produk secara langsung.
Fokus pada kunjungan langsung ke workshop atau factory ini menjadi daya tarik utama JIFBW 2026. Pendekatan ini tidak hanya memamerkan produk jadi, tetapi juga ekosistem industri mebel Jepara secara keseluruhan, mulai dari bahan baku hingga proses akhir. Bupati Witiarso Utomo berharap kegiatan ini dapat secara signifikan meningkatkan daya jual produk furnitur Jepara di pasar global.
Pihak penyelenggara optimistis bahwa kondisi pasar furnitur pada tahun ini akan semakin membaik, didukung oleh inisiatif seperti JIFBW. Konsep pameran berbasis kota (city-based exhibition) ini memungkinkan pembeli dan pengunjung untuk terlibat langsung dengan mengunjungi showroom yang tersebar di berbagai kluster industri di seluruh Jepara.
Strategi Pemkab Jepara Perkuat Industri Furnitur
Pemerintah Kabupaten Jepara secara konsisten memberikan dukungan penuh kepada pelaku industri furnitur. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah memfasilitasi keikutsertaan mereka dalam berbagai pameran berskala besar. Sebagai contoh, sekitar 20 pelaku usaha asal Jepara telah difasilitasi untuk mengikuti ajang Indonesia International Furniture Expo (IFEX) tahun ini.
Setelah IFEX, JIFBW 2026 akan menjadi ajang lanjutan yang krusial untuk mempromosikan tidak hanya produk furnitur, tetapi juga seluruh ekosistem industri mebel Jepara. Bupati Witiarso Utomo juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas desain. Hal ini agar produk furnitur Jepara mampu mengikuti perkembangan zaman dan memenuhi kebutuhan pasar global yang terus berubah.
Dalam upaya memperkuat penetrasi pasar global, beberapa perusahaan furnitur Jepara juga dijadwalkan mengikuti pameran di Dubai. Diperkirakan ada sekitar empat hingga enam perusahaan yang akan berangkat ke Dubai. Ini merupakan bagian dari strategi penguatan furnitur Jepara di pasar internasional.
“Futuring Tradition”: Identitas dan Daya Saing Global
Ketua Konsorsium Jepara Gerak, Andang Wahyu Trianto, mengungkapkan bahwa JIFBW 2026 mengusung tema “Futuring Tradition”. Tema ini menekankan pengembangan industri furnitur berbasis tradisi dengan pendekatan pemasaran modern. “Tema Futuring Tradition ini penting agar industri furnitur Jepara tidak tertinggal dengan perkembangan industri yang sudah up to date,” ujarnya.
JIFBW merupakan upaya kolektif untuk mempertahankan identitas khas furnitur Jepara sekaligus memperkuat daya saingnya di pasar global. Keunikan Jepara terletak pada keberagaman klaster produksi di berbagai desa, yang masing-masing memiliki karakteristik furnitur tersendiri.
Berbeda dengan pameran furnitur konvensional, JIFBW digelar secara menyeluruh di berbagai lokasi di Jepara. Konsep ini memungkinkan interaksi langsung dan mendalam antara pembeli dan penjual di tempat produksi. Hal ini diharapkan dapat menciptakan peluang bisnis yang lebih besar dan memperkuat posisi Jepara sebagai pusat mebel dunia.
Sumber: AntaraNews