Jangan Dulu Beli, Ini Lima Cara Memulai Investasi Emas agar Untung Banyak
Di awal pekan ini, harga emas Antam mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada perdagangan Selasa 1 April 2025.
Emas menjadi salah satu instrumen investasi yang dianggap paling menguntungkan. Hal ini seiring meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan akibat kebijakan tarif impor yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Di awal pekan ini, harga emas Antam mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada perdagangan Selasa 1 April 2025. Tercatat, tercatat harga emas Antam dijual hingga Rp1.826.000 per gram.
Meski demikian, investasi di emas memerlukan pengetahuan khusus yang perlu diperhatikan investor pemula. Sebab, harga emas terkenal sangat fluktuatif.
Berikut lima cara memulai investasi emas bagi pemula dirangkum berbagai sumber:
1. Tetapkan Tujuan Anda
Karakteristik utama emas adalah kemampuannya untuk mempertahankan nilainya, atau bahkan terapresiasi saat aset lain jatuh. Di sisi lain, banyak Investor yang sering terjebak dalam hal ini.
Umumnya pra investor pemula terburu-buru untuk mengalihkan uang tunainya dalam bentuk aset emas dalam waktu instan. Padahal, investasi emas umumnya bersifat jangka panjang untuk memperoleh keuntungan yang semaksimal.
2. Tetapkan Alokasi
Menetapkan alokasi target untuk setiap jenis aset membantu Anda mengendalikan risiko dalam jangka panjang. Alokasi adalah pembagian komposisi portofolio investasi yang Anda miliki di berbagai jenis aset, seperti saham, obligasi, dan emas.
Travers merekomendasikan untuk menyimpan 5 persen hingga 15 persen dari kekayaan bersih Anda dalam bentuk emas. Pakar lain menyarankan untuk menyimpan hingga 20 persen jika Anda toleran terhadap risiko.
3. Pelajari Pola Pergerakan Emas
Tinjauan perilaku historis emas berdasarkan selera risiko Anda akan membantu Anda mengidentifikasi persentase alokasi yang tepat. Secara historis, emas cenderung menunjukkan siklus naik, meski beberapa waktu mengalami penurunan.
Di 2 Januari 2025, harga emas Antam dipatok Rp1.524.000 per gram, sedangkan pada Selasa kemarin rekor terbaru harga emas Antam termahal di angka Rp1.826.000 per gram.
Artinya, dalam 3 bulan harga emas Antam sudah naik Rp302.000 per gram.
Sedangkan jika dihitung dalam satu tahun terakhir atau dari 1 April 2024 hingga 1 April 2025, harga emas Antam telah naik Rp543.000 per gram.
Dengan data tersebut, investasi emas masih memiliki prospek cerah di tengah ketidakpastian perekonomian global.
4. Pilih Jenis Emas
Setelah Anda menentukan target alokasi emas, Anda harus memilih bentuk emas yang akan disimpan. Tiga pilihannya adalah emas fisik, saham pertambangan emas, dan ETF emas.
Kelebihan emas fisik seperti emas batangan cocok untuk investasi. Umumnya emas batangan memiliki kadar 24 karat atau berkisar 99,90–99,98 persen.
Sementara emas perhiasan kurang cocok untuk investasi. Alasannya, kandungan emas yang terdapat di perhiasan jauh lebih rendah dibandingkan emas batangan. Selain itu, Anda juga akan dibebankan biaya pembuatan jasa perhiasan.
5. Pertimbangkan Jangka Waktu Investasi Anda
Setelah memilih ukuran dan bentuk investasi emas Anda, pertimbangkan jangka waktu investasi Anda sebagai pemeriksaan kesesuaian akhir. Emas bisa saja tidak stabil.
Namun, periode penyimpanan yang lebih panjang membuat aset emas Anda memberikan potensi cuan yang lebih besar untuk mencapai tujuan Anda.
Misalnya, lindung nilai terhadap penurunan pasar saham atau inflasi merupakan upaya jangka panjang.