Jamin Stabilitas Harga Pangan Sulbar, Pemprov Gelar Pemantauan dan Gerakan Pangan Murah Jelang Natal dan Tahun Baru
Pemprov Sulbar serius menjaga Stabilitas Harga Pangan Sulbar jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 melalui pemantauan pasar dan gerakan pangan murah. Simak upaya selengkapnya!
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) mengambil langkah proaktif untuk menjamin stabilitas harga dan ketersediaan stok bahan pangan di pasar tradisional. Upaya ini dilakukan secara intensif menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang akan datang.
Pada Jumat, 29 November, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulbar bersama Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mamuju melakukan pemantauan langsung di pasar. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa harga sejumlah komoditas pokok masih relatif stabil dan pasokan pangan cukup memadai.
Langkah strategis ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi gejolak harga dan memastikan masyarakat dapat merayakan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dengan tenang. Selain pemantauan, Pemprov Sulbar juga aktif menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai titik.
Pemantauan Intensif untuk Stabilitas Harga Pangan
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulbar, Abdul Waris Bestari, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga Stabilitas Harga Pangan Sulbar. "Hari ini, kami bersama Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mamuju melakukan pemantauan di pasar tradisional, dan memastikan stok dan harga bahan pangan tetap stabil," kata Waris Bestari di Mamuju, Jumat.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa harga sejumlah komoditas masih relatif stabil, dan ketersediaan pangan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun. Waris Bestari menekankan pentingnya pemantauan rutin yang diperkuat untuk mengantisipasi gejolak harga sejak dini.
Ia menambahkan, "Pemantauan berkelanjutan sangat penting agar gejolak harga dapat diantisipasi sejak dini." Melalui pemantauan ini, diharapkan stabilitas pangan tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menyambut Natal dan tahun baru dengan aman dan nyaman.
Pemantauan yang dilaksanakan Pemprov Sulbar ini mendapat respons positif dari Aan, salah seorang pedagang di Pasar Lama Kabupaten Mamuju. Aan menyatakan, "Dengan hadirnya pemerintah yang turun langsung ke pasar, membuat pedagang dan pembeli lebih tenang."
Gerakan Pangan Murah sebagai Intervensi Pasar
Selain pemantauan stok dan harga, Pemerintah Provinsi Sulbar secara aktif menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga Stabilitas Harga Pangan Sulbar dan memastikan ketersediaan pangan terjangkau bagi masyarakat.
Waris Bestari menjelaskan, "GPM kali ini berlangsung melalui kolaborasi bersama Bulog Kantor Cabang Mamuju, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Sulbar serta UMKM lokal." Sejumlah komoditas tersedia dengan harga di bawah pasar, seperti beras, gula, minyak goreng, bawang, cabai, telur ayam, aneka sayur, pangan lokal segar, dan produk UMKM pangan.
Gerakan pangan murah ini merupakan tindak lanjut atas arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka untuk memastikan stabilitas harga pangan menjelang HBKN Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat intervensi harga serta memperluas titik pelaksanaan GPM.
"Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat, memastikan harga pangan tetap stabil, ketersediaan aman dan masyarakat mendapatkan akses pangan yang terjangkau. Ini menjadi tugas kita untuk menjaga kondisi sampai akhir tahun dan memasuki tahun 2026," tegas Waris Bestari.
Komitmen Jaga Kualitas dan Ketersediaan Pangan
Kepala Bidang Distribusi Harga dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulbar, Bidasari, menekankan pentingnya kewaspadaan. Ia menyatakan bahwa antisipasi gejolak harga dan ketersediaan stok bahan pangan menjelang HBKN Natal dan tahun baru harus terus ditingkatkan.
Meskipun harga dan stok relatif stabil, Bidasari menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengintensifkan pemantauan dan GPM. "Walaupun harga dan stok relatif stabil namun kami akan terus mengintensifkan pemantauan dan GPM dalam menjaga ketersediaan stok dan harga bahan pangan terkendali jelang akhir tahun," ujarnya.
Sementara itu, Pengawas Mutu Hasil Pertanian Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulbar, Daniel Appulembang, memastikan komoditas yang beredar tetap memenuhi standar kualitas. "Kualitas pangan harus dijaga agar konsumen merasa aman, terutama menjelang hari besar," kata Daniel.
Sumber: AntaraNews