Sorot
{{caption}}
Temui Jokowi, Rismon Bawa Koreksi Buku Jokowi's White Paper

{{caption}}
Perbedaan Gempa Palu 2026 dan 2018

{{caption}}
Cek Fakta: Hoaks Uang Baru Nominal Rp 1 Juta Bergambar Presiden Prabowo dan Wapres Gibran

{{caption}}
Berantas Pencucian Uang, PPATK Usul Tambah Anggaran Rp 516 M

{{caption}}
Kepala Bakom Qodari: MBG Tak Bisa Dihentikan, Kontrak Politik Prabowo

{{caption}}
Modus Baru Peredaran Narkoba, Pakai Stiker Iklan ‘Sedot WC’

Topik Terkait
{{caption}}
Industri Migas RI Didorong Perkuat Posisi Strategis di Pasar Global, Begini Caranya

Impor pipa, peralatan strategis, serta keterbatasan teknologi dinilai menghambat Indonesia untuk naik kelas di rantai nilai global.

{{caption}}
Menperin Tekankan Pentingnya Penguatan Industri Baja Nasional, IISIA Jadi Mitra Strategis

Menteri Perindustrian RI menegaskan pentingnya penguatan Industri Baja Nasional melalui kemitraan strategis dengan IISIA untuk menghadapi tantangan global dan optimalkan peluang demi kemandirian ekonomi.

{{caption}}
Baja Impor Merajalela di Indonesia, Pengusaha Minta Begini ke Pemerintah

Kebijakan ini berpotensi merugikan para pelaku usaha fabrikator lokal dan mengancam keberlangsungan sektor industri strategis baja di tanah air.

{{caption}}
Dilema TKDN, Ikhtiar Pemerintah Dorong Produk Lokal

Kebijakan TKDN di Indonesia seringkali dianggap sebagai sandungan investor untuk datang ke Indonesia.

{{caption}}
Investasi Rp2,5 Triliun, Indonesia Kini Punya Pabrik Pipa Seamless Pertama dan Terbesar di ASEAN

Indonesia Seamless Tube adalah sebuah pabrikan pipa konsorsium (KSO) antara PT Artas Energi Petrogas dan Inerco Global International.

{{caption}}
Indonesia Bakal Punya Pabrik Pipa Baja Seamless Pertama di Asia Tenggara, Ini Keunggulannya

Pabrik ini dapat memangkas kebutuhan impor dan menekan harga di pasar domestik.

{{caption}}
Pabrik Pipa Seamless Pertama di ASEAN Beroperasi di Indonesia, Bisa Hemat Impor Pipa Baja Rp15 Triliun per Tahun

Hendrik mengharapkan dengan beroperasinya pabrik seamless tersebut akan menghemat devisa negara sebesar Rp15 triliun.