Indonesia dan Turki Kompak Perkuat Standar Keselamatan Maritim
Audiensi ini sangat penting dalam mendukung penguatan standar keselamatan dan kelaikan maritim.
PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) telah mengadakan audiensi dengan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksdya TNI Erwin S. Aldedharma, yang dihadiri oleh Ketua Majelis BKI, Laksamana TNI (Purn) Marsetio, serta jajaran manajemen dari IDSurvey, BKI, dan Direktur Trk Loydu, Lutfu Savaskan. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara BKI dan TNI AL.
Direktur BKI, R. Agus Doddy Dwisagita, menyampaikan bahwa audiensi ini sangat penting dalam mendukung penguatan standar keselamatan dan kelaikan maritim.
"Khususnya dalam mendukung penguatan standar keselamatan dan kelaikan maritim melalui pemahaman terhadap regulasi internasional dan nasional yang terus berkembang," ujarnya dalam siaran pers.
Pada kesempatan ini, Direktur BKI dan Trk Loydu juga menegaskan komitmennya untuk membantu TNI AL dalam meningkatkan kapasitas serta mengembangkan sektor keamanan maritim nasional melalui kolaborasi teknis dan pertukaran pengetahuan.
Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen BKI sebagai anggota IDSurvey untuk terus berkontribusi dalam pembangunan ekosistem industri maritim yang kuat dan berkelanjutan.
Selain itu, BKI juga berupaya mendukung ketahanan dan keamanan maritim Indonesia melalui kerjasama strategis dengan berbagai pemangku kepentingan.
Turki Jajaki Penggunaan TKDN dari Indonesia
Beberapa waktu lalu, PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) bersama dengan Trk Loydu, sebuah badan klasifikasi asal Turki, mengadakan audiensi dengan Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Donny Ermawan Taufanto, di Jakarta. Pertemuan ini dihadiri juga oleh Ketua Majelis BKI, Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio, sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat kerja sama strategis dalam pengembangan industri maritim di tanah air.
Direktur BKI dan Trk Loydu mengungkapkan komitmen bersama mereka untuk mendukung peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam pembangunan kapal untuk TNI Angkatan Laut.
Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam mewujudkan kemandirian pertahanan maritim Indonesia melalui kolaborasi antara lembaga klasifikasi nasional dan internasional. Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Donny Ermawan Taufanto, menekankan bahwa inisiatif BKI dan Trk Loydu merupakan bagian dari sinergi lintas negara yang akan memperkuat posisi Indonesia dalam industri maritim.
“Dalam mendukung visi Indonesia yang mandiri di sektor pertahanan dan industri maritim,” ujarnya. Kolaborasi ini sejalan dengan misi BKI sebagai badan klasifikasi nasional yang terus berupaya untuk memperluas jaringan kerja sama global demi mendukung penguatan kapasitas industri maritim di Indonesia.
Dengan langkah ini, diharapkan Indonesia dapat menjadi lebih mandiri dan berdaya saing di tingkat internasional dalam bidang industri maritim.