Ikabada Ambon Dukung Penuh Kawasan Konservasi Perairan Damer untuk Keberlanjutan Sumber Daya Laut Maluku
Ikatan Keluarga Batumerah Damer (Ikabada) Ambon menyatakan dukungan penuh terhadap penetapan Kawasan Konservasi Perairan Damer di Maluku, demi menjaga kelestarian laut dan masa depan masyarakat.
Ikatan Keluarga Batumerah Damer (Ikabada) Ambon secara resmi menyatakan dukungan terhadap pengelolaan laut berkelanjutan. Dukungan ini diwujudkan melalui penetapan Kawasan Konservasi Perairan Damer di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Provinsi Maluku. Langkah ini dianggap krusial untuk menjaga kelestarian sumber daya laut di wilayah tersebut.
Pernyataan dukungan ini disampaikan oleh Ketua Ikabada Ambon, Orgenes S Umpenawany, di Ambon pada hari Minggu. Ikabada memandang kebijakan konservasi ini sebagai upaya penting untuk keberlanjutan sumber daya laut dan masa depan masyarakat Pulau Damer. Mereka memiliki hubungan sejarah, sosial, dan budaya langsung dengan wilayah tersebut.
Dukungan Ikabada Ambon ini merujuk pada Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2022. Sikap ini muncul setelah Ikabada mengikuti penjelasan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku pada 11 Maret 2026 serta sosialisasi kepada masyarakat Desa Batumerah pada 8 April 2026.
Pentingnya Kawasan Konservasi Perairan Damer bagi Masyarakat Lokal
Orgenes S Umpenawany menegaskan bahwa penetapan Kawasan Konservasi Perairan Damer adalah langkah vital untuk menjaga keberlanjutan sumber daya laut. Kebijakan ini juga sangat penting bagi masa depan masyarakat Pulau Damer, khususnya warga Desa Batumerah. Ikabada telah mengikuti penjelasan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku pada 11 Maret 2026 di Ambon.
Sosialisasi kepada masyarakat Desa Batumerah juga telah dilaksanakan pada 8 April 2026. Ikabada mendesak Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Kelautan dan Perikanan, bersama mitra terkait, untuk segera merealisasikan program pengelolaan kawasan konservasi. Program ini juga harus mencakup pemberdayaan masyarakat di wilayah Damer.
Organisasi ini juga membantah berbagai isu yang beredar mengenai konservasi laut yang disebut membatasi aktivitas melaut. Isu tersebut menyatakan bahwa masyarakat akan terhambat dalam mencari ikan. Ikabada memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar dan masyarakat tetap dapat beraktivitas seperti biasa.
Menepis Isu Pembatasan Aktivitas Nelayan dan Peran Pengawasan
Sekretaris Ikabada Ambon, Elton Newnuny, dengan tegas membantah isu pembatasan aktivitas perikanan. Ia menyatakan bahwa hingga saat ini, masyarakat tetap dapat melakukan aktivitas perikanan seperti biasa tanpa hambatan. “Terkait berbagai isu yang berkembang bahwa konservasi laut membatasi masyarakat dalam mencari ikan dan melintasi perairan, kami menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar,” ujarnya.
Elton Newnuny menambahkan, “Sampai saat ini masyarakat Pulau Damer, khususnya Desa Batumerah, tetap melakukan aktivitas melaut dan mencari ikan sebagaimana biasa tanpa hambatan.” Pernyataan ini bertujuan menenangkan kekhawatiran masyarakat. Keberadaan Kawasan Konservasi Perairan Damer justru mendukung keberlanjutan sumber daya.
Pembangunan pos pengawasan di kawasan konservasi juga memiliki tujuan strategis. Pos ini mendukung masyarakat, khususnya Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), dalam menjaga sumber daya laut. Pengawasan ini melindungi perairan dari ancaman penangkapan ikan merusak, bom ikan, maupun pencurian ikan oleh kapal luar.
Ikabada secara resmi mendorong keterlibatan aktif berbagai pihak dalam pengelolaan kawasan konservasi. Pihak-pihak tersebut meliputi masyarakat adat, nelayan, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh pemangku kepentingan desa. Pengelolaan harus dilakukan secara adil, transparan, dan berkelanjutan.
Ajakan Persatuan dan Transparansi Pengelolaan
Ikabada juga mengajak seluruh masyarakat Pulau Damer untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Mereka diminta agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Informasi tersebut seringkali berkaitan dengan pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Damer.
Pentingnya verifikasi informasi ditekankan untuk menghindari kesalahpahaman. Pengelolaan kawasan konservasi ini bertujuan untuk kesejahteraan bersama. Hal ini juga demi kelestarian ekosistem laut jangka panjang.
Sumber: AntaraNews