HIMKI Catat Transaksi Furnitur IFEX 2026 Capai Rp5 Triliun, Bukti Daya Saing Produk Indonesia di Pasar Global
HIMKI mengumumkan Transaksi Furnitur IFEX 2026 mencapai 300 juta dolar AS atau Rp5 triliun, menandakan tingginya minat global pada produk Indonesia dan potensi ekspor yang besar.
Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) mengumumkan capaian signifikan dalam ajang Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026. Pameran yang berlangsung di BSD Tangerang, Banten, pada tanggal 5 hingga 8 Maret ini berhasil mencatat nilai Transaksi Furnitur IFEX 2026 yang fantastis. Total nilai transaksi mencapai 300 juta dolar AS.
Angka ini setara dengan sekitar Rp5 triliun, menunjukkan tingginya minat pasar global terhadap produk furnitur dan kerajinan asal Indonesia. Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur, menegaskan bahwa pencapaian ini membuktikan daya saing kuat industri mebel nasional. Keberhasilan IFEX 2026 menjadi indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.
Pameran ini tidak hanya menjadi ajang transaksi, tetapi juga platform penting untuk memperluas jaringan bisnis. Kehadiran 13.437 buyer internasional dan pengunjung turut menyukseskan gelaran IFEX tahun ini. Hal ini membuka peluang besar bagi produsen lokal untuk menembus pasar internasional dan meningkatkan Transaksi Furnitur IFEX 2026 di masa mendatang.
Daya Saing Furnitur Indonesia di Kancah Global
Abdul Sobur, Ketua Umum HIMKI, menyatakan bahwa IFEX terus berkembang sebagai platform bisnis global. Pameran ini berhasil mempertemukan produsen furnitur Indonesia dengan buyer internasional dari berbagai negara. Antusiasme pengunjung dan capaian Transaksi Furnitur IFEX 2026 tahun ini sangat luar biasa.
“IFEX terus berkembang menjadi platform bisnis global yang mempertemukan produsen furnitur Indonesia dengan buyers internasional. Antusiasme pengunjung dan capaian transaksi tahun ini menunjukkan bahwa furnitur Indonesia memiliki daya saing kuat di pasar global,” ujar Sobur. Pernyataan ini menggarisbawahi posisi strategis Indonesia dalam industri furnitur dunia. Keberhasilan Transaksi Furnitur IFEX 2026 ini juga menjadi motivasi bagi pelaku industri untuk terus berinovasi.
Dengan total penjualan mencapai 300 juta dolar AS, atau sekitar Rp5 triliun, IFEX 2026 membuktikan kualitas produk Indonesia. Ini sekaligus menegaskan potensi besar industri furnitur nasional di pasar internasional. Kualitas produk dan desain yang unik menjadi daya tarik utama bagi pembeli, yang berkontribusi pada peningkatan Transaksi Furnitur IFEX 2026.
Dampak Ekonomi dan Perluasan Jaringan Industri
Penyelenggaraan IFEX tidak hanya berfokus pada Transaksi Furnitur IFEX 2026 semata, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas. Industri furnitur dan kerajinan nasional merasakan manfaat signifikan dari pameran ini. Mulai dari perusahaan besar hingga pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) memperoleh kesempatan berharga.
Melalui pameran ini, produsen lokal dapat memperluas jaringan bisnis mereka secara global. Selain itu, IFEX juga menjadi sarana efektif untuk meningkatkan volume ekspor produk. Ini adalah kesempatan emas untuk memperkenalkan kekayaan desain dan craftsmanship Indonesia ke pasar dunia.
Lebih dari itu, IFEX juga menciptakan efek berganda bagi sektor lain yang terkait. Sektor logistik, perhotelan, dan transportasi turut merasakan dampak positif dari ramainya pameran. Hal ini menunjukkan bahwa industri furnitur memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional secara keseluruhan.
Tren Pasar dan Prospek Pertumbuhan Ekspor
Data HIMKI menunjukkan bahwa China menjadi negara dengan jumlah buyer terbanyak yang hadir di IFEX 2026. Selanjutnya, diikuti oleh Uni Eropa, Australia, Amerika Serikat, India, Singapura, Jepang, dan Malaysia. Secara keseluruhan, buyer dari 86 negara berpartisipasi dalam pameran tersebut, menandakan jangkauan pasar yang sangat luas untuk produk-produk yang berkontribusi pada Transaksi Furnitur IFEX 2026.
Negara-negara dengan jumlah buyer terbanyak di IFEX 2026 antara lain:
Selain pasar ekspor, minat dari pasar domestik juga menunjukkan tren positif pada IFEX tahun ini. Sejumlah exhibitor melaporkan adanya kesepakatan untuk berbagai proyek lokal. Proyek-proyek ini khususnya di sektor properti, seperti hunian sewa jangka pendek dan konsep akomodasi sejenis.
Produk furnitur berbahan material alami, seperti batu, kayu solid, dan serat, menjadi yang paling diminati. Tren ini sejalan dengan meningkatnya preferensi pemilik properti terhadap konsep wellness living. Konsep ini menghadirkan suasana hunian yang nyaman, tenang, dan dekat dengan alam, mendorong permintaan akan produk ramah lingkungan yang juga mendukung Transaksi Furnitur IFEX 2026.
Ke depan, HIMKI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan IFEX agar sejajar dengan pameran furnitur dunia lainnya. “Kami percaya ke depan industri masih akan terus bertumbuh. Jadi masih banyak peluang yang bisa kita kejar untuk meningkatkan nilai ekspor. Hal ini tentu dibarengi dengan peningkatan kualitas produk dari segi desain, sustainability, marketing, dan lain-lain. Dan yang paling penting adalah upaya promosi melalui pameran seperti IFEX yang semakin banyak dicari oleh buyers internasional,” kata Sobur. Ini menunjukkan visi jangka panjang untuk sustainabilitas industri dan peningkatan Transaksi Furnitur IFEX 2026.
Sumber: AntaraNews