Hampir Separuh Anak Muda Kaya di Singapura Ingin Pindah ke Luar Negeri
Anak-anak muda yang ingin pindah ke luar negeri umumnya sudah memiliki finansial yang sangat baik.
Orang-orang kaya di Singapura mulai mempertimbangkan untuk pindah ke luar negeri. Berdasarkan laporan terbaru Agility Research & Strategy, yang dilansir Singapore Business Review, mereka yang hendak pindah berusia di bawah 45 tahun.
"Motivasi mereka melampaui pertimbangan finansial, dengan banyak yang mencari pengalaman budaya baru, perubahan gaya hidup, dan peluang professional," demikian laporan tersebut dikutip pada Senin (24/2).
Laporan tersebut juga menyoroti preferensi yang jelas terhadap pendidikan internasional di kalangan keluarga kaya di Singapura. Sementara 40% orang-orang kaya memilih untuk menyekolahkan anak-anak mereka ke universitas lokal, mayoritasnya atau sekitar 60% berencana agar anak-anak mereka belajar di luar negeri.
Dari sejumlah negara yang dipertimbangkan, Inggris muncul sebagai tujuan yang paling disukai untuk pendidikan luar negeri.
Pelestarian kekayaan dan perencanaan suksesi tetap menjadi prioritas utama bagi orang kaya di Singapura. Menurut temuan tersebut, 28% orang kaya Singapura telah mendirikan perwalian hukum, terutama untuk memastikan kelancaran pengalihan kekayaan setelah mereka meninggal. Selama dekade berikutnya, perubahan signifikan dalam kendali keuangan diperkirakan terjadi, dengan satu dari tiga HNWI akan mewarisi aset yang substansial.
Khususnya, banyak dari pewaris ini bermaksud menggunakan kekayaan mereka untuk memperluas usaha bisnis dan lebih jauh mengembangkan portofolio keuangan mereka. Hal ini menunjukkan pendekatan proaktif terhadap akumulasi kekayaan dan partisipasi ekonomi di antara generasi individu kaya berikutnya di Singapura.
Selain akumulasi kekayaan, para orang kaya Singapura juga berfokus pada tanggung jawab sosial. Laporan tersebut menemukan bahwa prioritas filantropi mereka meliputi peningkatan akses ke layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu dan peningkatan kesempatan pendidikan bagi generasi mendatang.