Gubernur Lampung: Hilirisasi dan Penguatan SDM Kunci Percepatan Pembangunan Daerah
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan hilirisasi komoditas unggulan dan penguatan SDM menjadi strategi utama percepatan pembangunan di Lampung, demi kesejahteraan masyarakat.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menggarisbawahi pentingnya hilirisasi, penguatan sumber daya manusia (SDM), dan pengembangan infrastruktur sebagai pilar utama percepatan pembangunan di berbagai kabupaten di Provinsi Lampung. Pernyataan ini disampaikan di Bandarlampung pada Jumat (27/3), menekankan komitmen pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi lokal.
Strategi tersebut diyakini menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara signifikan. Dengan fokus pada optimalisasi potensi lokal, Lampung diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan yang maju dan sejahtera.
Rahmat Mirzani Djausal mengajak seluruh pihak untuk menyatukan komitmen dalam mewujudkan visi pembangunan ini. Penguatan SDM, hilirisasi komoditas unggulan, dan dukungan infrastruktur yang memadai akan menjadi fondasi kuat bagi kemajuan daerah, termasuk di Kabupaten Lampung Utara.
Penguatan Sumber Daya Manusia sebagai Fondasi Pembangunan
Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan fondasi utama dalam upaya pembangunan daerah yang berkelanjutan. Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyoroti bahwa Provinsi Lampung memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai 73,98, masuk dalam kategori tinggi, sebuah capaian yang harus terus didorong demi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Kabupaten Lampung Utara, misalnya, memiliki potensi besar pada berbagai komoditas seperti ubi kayu, jagung, padi, kedelai, kopi, karet, dan pisang, yang memerlukan pengelolaan optimal. Untuk itu, dibutuhkan sumber daya manusia yang terampil dan produktif agar mampu mengelola potensi tersebut dan meningkatkan nilai tambah bagi petani serta perekonomian daerah.
Fokus pada pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama. Pemerintah Provinsi Lampung berupaya memastikan tidak ada lagi anak yang putus sekolah serta meningkatkan relevansi kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Dari pendidikan dan kesehatan yang berkualitas, diharapkan lahir SDM unggul yang mampu bersaing dan menjawab tantangan pembangunan.
Hilirisasi Komoditas Unggulan untuk Nilai Tambah Ekonomi
Selain penguatan sumber daya manusia, penguatan struktur ekonomi daerah melalui hilirisasi komoditas unggulan menjadi langkah krusial. Hilirisasi diyakini mampu meningkatkan nilai tambah produk serta memperkuat daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.
Gubernur Mirzani menjelaskan bahwa hilirisasi adalah kunci agar komoditas unggulan Lampung tidak hanya dijual dalam bentuk mentah. Sebaliknya, proses ini akan memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi para petani dan pelaku usaha di daerah. Dengan demikian, pendapatan masyarakat dapat meningkat dan ekonomi lokal semakin berdaya.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk menciptakan ekosistem industri yang lebih maju. Melalui hilirisasi, produk-produk pertanian dan perkebunan Lampung dapat diolah menjadi barang jadi atau setengah jadi, membuka peluang pasar baru dan menciptakan lapangan kerja.
Peran Vital Infrastruktur dalam Mendukung Konektivitas
Percepatan pembangunan infrastruktur juga menjadi perhatian utama dalam visi pembangunan Gubernur Lampung. Infrastruktur yang memadai sangat vital untuk memperlancar distribusi hasil pertanian, menurunkan biaya logistik, dan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk lokal.
Data menunjukkan bahwa pada tahun 2025, tingkat kemantapan jalan provinsi di Lampung mencapai 79,79 persen, sementara jalan Kabupaten Lampung Utara sebesar 46,67 persen. Khusus ruas jalan provinsi sepanjang 156,328 kilometer di Lampung Utara, tingkat kemantapannya bahkan mencapai 93,58 persen.
Untuk tahun 2026, Pemerintah Provinsi Lampung telah mengalokasikan anggaran signifikan. Anggaran sebesar Rp1,98 miliar akan digunakan untuk penanganan jalan desa, Rp40,52 miliar untuk perbaikan 5,39 kilometer jalan provinsi, serta Rp2,1 miliar untuk pembangunan satu jembatan di Lampung Utara. Komitmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat infrastruktur sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Sumber: AntaraNews