GDPS Perluas Penempatan Tenaga Kerja Internasional, Targetkan Pendapatan Rp500 Miliar
PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS) sukses memperluas penempatan tenaga kerja internasional profesional Indonesia di sektor aviasi dan industri pendukung, menargetkan pendapatan signifikan pada 2026.
PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS), anak perusahaan Garuda Indonesia, berhasil menempatkan tenaga kerja profesional Indonesia di berbagai negara. Penempatan ini dilakukan khususnya pada sektor aviasi dan industri pendukung lainnya. Inisiatif ini menandai langkah strategis perusahaan dalam memperluas jangkauan globalnya.
Direktur Utama GDPS, Cornelis Radjawane, menyatakan bahwa penempatan tersebut mencakup posisi krusial seperti teknisi pesawat, cabin technician, aircraft maintenance engineer, hingga tenaga operasional ground handling. Negara tujuan meliputi Uni Emirat Arab, Papua Nugini, Korea Selatan, Arab Saudi, dan India. GDPS menyediakan layanan manpower supply serta outsourcing management.
Langkah ekspansif ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat kehadiran di pasar global. Selain itu, upaya ini juga mendukung target pendapatan sekitar Rp500 miliar pada tahun 2026. GDPS berkomitmen meningkatkan kualitas SDM nasional dan memperluas peluang kerja bagi masyarakat Indonesia.
Ekspansi Global dan Kontribusi GDPS dalam Penempatan Tenaga Kerja Internasional
GDPS secara aktif mendorong penyerapan tenaga kerja lokal yang kompeten agar mampu bersaing di pasar internasional. Komitmen ini bertujuan untuk menghadirkan tenaga kerja Indonesia yang tidak hanya terserap di dalam negeri, tetapi juga memiliki daya saing global. Hal ini menjadi bentuk kontribusi nyata dalam pengembangan sumber daya manusia nasional.
Keberhasilan penetrasi pasar internasional didukung oleh penguatan pelatihan dan sertifikasi kompetensi. Pemanfaatan teknologi juga berperan penting untuk meningkatkan kualitas layanan tenaga kerja yang disediakan perusahaan. “Standar kompetensi global menjadi kunci utama dalam ekspansi internasional,” ujar Cornelis.
Cornelis Radjawane menegaskan, “Kami memastikan seluruh tenaga kerja yang ditempatkan memiliki keahlian, sertifikasi, serta kesiapan kerja sesuai kebutuhan industri global.” Ini memastikan kualitas dan profesionalisme tenaga kerja Indonesia di kancah global.
Pertumbuhan Kinerja dan Target Pendapatan GDPS
Seiring dengan ekspansi global, GDPS mencatat pertumbuhan signifikan dalam jumlah tenaga kerja yang dikelola. Hingga tahun 2025, perusahaan mengelola lebih dari 6.900 tenaga kerja yang tersebar di 93 kota dengan 139 proyek aktif. Angka ini menunjukkan pertumbuhan manpower sebesar 44 persen dalam beberapa tahun terakhir.
Selain pengembangan SDM, GDPS juga menunjukkan kinerja bisnis yang terus bertumbuh secara positif. Perusahaan mencatat pendapatan sebesar Rp323,4 miliar pada tahun 2023, kemudian meningkat menjadi Rp397,1 miliar pada tahun 2024. Pendapatan tersebut diperkirakan mencapai Rp494,9 miliar pada tahun 2025.
Pada tahun 2026, GDPS menargetkan pendapatan dapat melampaui angka Rp500 miliar. Target ambisius ini akan dicapai melalui penguatan operational excellence dan ekspansi pasar global yang berkelanjutan. Strategi ini menunjukkan optimisme perusahaan terhadap prospek bisnisnya.
Penguatan Kemitraan dan Daya Saing Tenaga Kerja Indonesia
GDPS terus memperluas kemitraan strategis dengan berbagai perusahaan, baik nasional maupun internasional. Salah satu contohnya adalah kerja sama dengan PT Aneka Petroindo Raya. Kemitraan ini melibatkan penyediaan lebih dari 700 tenaga kerja di berbagai wilayah Indonesia.
Selain itu, GDPS juga mengembangkan layanan outsourcing manajemen di sektor kebandarudaraan. Kemitraan ini memperkuat posisi GDPS sebagai penyedia solusi tenaga kerja profesional terkemuka. Ini juga menunjukkan kepercayaan mitra terhadap kapabilitas GDPS.
Ke depan, GDPS berkomitmen penuh untuk terus memperluas akses tenaga kerja Indonesia ke pasar internasional. Perusahaan juga bertekad memperkuat daya saingnya di industri global. “Kami ingin menjadi perusahaan yang tidak hanya tumbuh secara bisnis, tetapi juga memberikan dampak nyata dalam menciptakan tenaga kerja Indonesia yang kompeten dan berdaya saing global,” kata Cornelis.
Sumber: AntaraNews