Fantastis! Perputaran Uang Mudik 2026 Tembus Rp 417 Triliun, Ditopang Kelas Menengah
Diperkirakan tradisi mudik Lebaran 2026 akan mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar Rp417,20 triliun.
Lembaga riset IDEAS memperkirakan bahwa tradisi mudik tahun ini akan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional. Untuk lebih memahami porsi belanja masyarakat dan dampaknya terhadap daerah, simak analisis berikut.
Menurut lembaga yang bernama Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS), mudik Lebaran pada tahun 2026 diprediksi dapat meningkatkan perputaran ekonomi hingga mencapai Rp 417,20 triliun.
Peneliti IDEAS, Agung Pardini, menyatakan bahwa sekitar 50% dari total 281 juta penduduk Indonesia diperkirakan akan melakukan mudik, dengan tingkat partisipasi yang lebih tinggi pada kelompok berpendapatan atas, mencapai 60%, dibandingkan dengan kelompok berpendapatan bawah yang hanya sekitar 40%. Kelompok menengah diharapkan menjadi penopang utama karena memiliki daya beli yang lebih kuat.
Agung menjelaskan, "Semakin tinggi tingkat pendapatan, semakin besar peluang seseorang untuk berpartisipasi dalam mudik. Ini mencerminkan bahwa mudik bukan hanya tradisi sosial, tetapi juga aktivitas ekonomi yang sangat dipengaruhi oleh kapasitas daya beli," ungkapnya dalam keterangan pada Kamis (19/3/2026).
Meskipun kelompok berpendapatan rendah memiliki belanja yang lebih kecil, mereka justru menanggung beban yang lebih berat, karena harus mengalokasikan hingga 200% dari pengeluaran bulanan mereka untuk mudik, sedangkan kelompok atas hanya sekitar 120%.
"Kelompok bawah cenderung harus mengorbankan porsi pendapatan yang jauh lebih besar untuk bisa mudik. Secara nominal mereka membelanjakan lebih kecil, tetapi secara beban ekonomi justru lebih berat," jelasnya.
Efek Berganda
Agung juga menambahkan bahwa mudik dapat menciptakan efek berganda bagi perekonomian, yang berfungsi untuk menggerakkan konsumsi, produksi, dan mendorong distribusi ekonomi dari perkotaan ke daerah.
"Mudik menciptakan efek pengganda yang luas dalam perekonomian. Aktivitas ekonomi bergerak dari kota ke daerah, menghidupkan sektor perdagangan, transportasi, hingga usaha mikro di berbagai wilayah," jelas Agung.
Sebanyak 1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek
Pada laporan sebelumnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk menginformasikan bahwa volume lalu lintas yang keluar dari wilayah Jabotabek pada periode H-10 hingga H-4 Lebaran 2025, yaitu dari Rabu hingga Selasa (11-17 Maret 2026), mencapai 1.213.388 kendaraan. Angka ini merupakan total kumulatif arus lalu lintas dari empat Gerbang Tol (GT) utama, yaitu GT Cikampek Utama (menuju Trans Jawa), GT Kalihurip Utama (menuju Bandung), GT Cikupa (menuju Merak), dan GT Ciawi (menuju Puncak).
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono, menyatakan bahwa total volume lalu lintas yang meninggalkan Jabotabek mengalami peningkatan sebesar 20,9 persen dibandingkan dengan kondisi lalu lintas normal yang tercatat sebanyak 1.003.695 kendaraan.
"Sebanyak 1,2 juta kendaraan yang telah meninggalkan wilayah Jabotabek tersebut merupakan 34,4 persen dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan yang diperkirakan akan keluar dari Jakarta selama periode 11--31 Maret 2026," ungkap Rivan pada Rabu (18/3/2026).
Dalam hal distribusi lalu lintas yang meninggalkan Jabotabek ke berbagai arah, mayoritas kendaraan, yaitu sebanyak 612.956 unit (50,5 persen), bergerak menuju arah timur (Trans Jawa dan Bandung). Sementara itu, sebanyak 353.032 kendaraan (29,1 persen) menuju arah barat (Merak), dan 247.400 kendaraan (20,4 persen) menuju arah selatan (Puncak).
Arus Kendaraan
1. Arah Timur (Trans Jawa dan Bandung) Lalu lintas yang meninggalkan Jabotabek menuju Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama di Jalan Tol Jakarta-Cikampek tercatat sebanyak 387.451 kendaraan, yang menunjukkan peningkatan sebesar 95,6 persen dibandingkan dengan lalu lintas normal. Sementara itu, lalu lintas menuju Bandung melalui GT Kalihurip Utama di Jalan Tol Cipularang mencapai 225.505 kendaraan, mengalami kenaikan sebesar 2,3 persen dari kondisi normal. Secara keseluruhan, total kendaraan yang meninggalkan Jabotabek untuk tujuan Trans Jawa dan Bandung melalui kedua gerbang tol tersebut adalah 612.956 kendaraan, yang meningkat sebesar 46,5 persen dari lalu lintas normal.
2. Arah Barat (Merak) Untuk arah Merak, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jabotabek melalui GT Cikupa di Jalan Tol Tangerang-Merak mencapai 353.032 kendaraan, meningkat 4,7 persen dibandingkan dengan lalu lintas normal.
3. Arah Selatan (Puncak) Sedangkan untuk tujuan Puncak, kendaraan yang meninggalkan Jabotabek melalui GT Ciawi di Jalan Tol Jagorawi tercatat sebanyak 247.400 kendaraan, yang merupakan penurunan sebesar 0,3 persen dari kondisi lalu lintas normal.