Fantastis! Bapanas Selamatkan 152,3 Ton Pangan Lewat Platform Stop Boros Pangan, Apa Itu?
Bapanas perkuat Gerakan Selamatkan Pangan dengan Platform Stop Boros Pangan, berhasil menyelamatkan ratusan ton makanan. Bagaimana platform digital ini bekerja dan apa dampaknya?
Badan Pangan Nasional (Bapanas) secara proaktif memperkuat Gerakan Selamatkan Pangan di seluruh Indonesia. Upaya ini dilakukan melalui pemanfaatan inovatif sebuah platform digital yang bertujuan mendorong partisipasi aktif masyarakat. Inisiatif ini diharapkan dapat menekan angka pemborosan pangan yang masih tinggi.
Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menjelaskan bahwa platform ini dirancang untuk meningkatkan akses informasi dan memperkuat koordinasi. Peluncuran Platform Stop Boros Pangan ini bertepatan dengan peringatan International Day of Food Loss and Waste (IDAFLW) 2025 di Jakarta. Langkah strategis ini menjadi wadah kolaborasi antar-mitra.
Platform digital ini diharapkan memfasilitasi sinergi berbagai pihak dalam upaya bersama mengurangi susut dan sisa pangan (SSP). Dengan demikian, gerakan penyelamatan pangan dapat terus digencarkan secara masif. Masyarakat kini dapat berkontribusi langsung dalam upaya nasional ini.
Platform Stop Boros Pangan: Inovasi Digital untuk Ketahanan Pangan
Arief Prasetyo Adi menyatakan bahwa platform digital ini dirancang untuk meningkatkan akses informasi di antara berbagai mitra. Namun, ia juga menekankan pentingnya sosialisasi berkelanjutan agar program ini tidak terhenti setelah peluncuran. "Kita harapkan ini akan meningkatkan akses informasi di antara berbagai mitra. Tapi saya tekankan ini perlu sosialisasi untuk menjaga keberlanjutannya. Jadi saya titip, jangan kita luncurkan program kemudian hilang," ujar Arief.
Platform Stop Boros Pangan dapat diakses melalui laman sbp.badanpangan.go.id. Melalui akses ini, Bapanas berharap gerakan penyelamatan pangan dapat terus digencarkan. Caranya adalah dengan menggandeng semua pihak melalui sinergi kerja sama dan kolaborasi lintas sektor yang kuat.
Pemanfaatan platform digital ini menjadi langkah konkret Bapanas dalam mewujudkan ketahanan pangan. Ini juga sekaligus mendorong kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya efisiensi dalam pengelolaan sumber daya pangan. Harapannya, platform ini dapat menjadi jembatan bagi berbagai inisiatif baik dari pemerintah maupun komunitas.
Komitmen Indonesia Terhadap SDGs dan Pengurangan Food Waste
Susut dan sisa pangan merupakan isu global yang menjadi perhatian serius bagi Indonesia dan berbagai negara di dunia. Hal ini tercermin dari Sustainable Development Goals (SDGs) yang menargetkan pengurangan 50 persen food waste per kapita di tingkat ritel dan konsumen. Selain itu, SDGs juga menargetkan pengurangan food loss di tahap produksi hingga distribusi pada tahun 2030.
Indonesia turut berkomitmen penuh dalam pencapaian target SDGs tersebut. Komitmen ini secara eksplisit tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025. Peraturan tersebut membahas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Arief Prasetyo Adi menambahkan bahwa pengelolaan SSP menjadi salah satu kegiatan prioritas. Ini berada di bawah Program Prioritas Ekosistem Ekonomi Sirkular pada Prioritas Nasional (PN) 2. Target yang ditetapkan adalah persentase penyelamatan pangan sebesar 3-5 persen per tahun.
Dampak dan Capaian Platform Stop Boros Pangan
Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas, Nita Yulianis, menjelaskan fitur lapor mandiri pada Platform Stop Boros Pangan. Fitur ini memungkinkan pelaku usaha maupun rumah tangga untuk langsung memasukkan data pangan yang berhasil diselamatkan. Data tersebut kemudian akan terkonsolidasi secara nasional.
Konsolidasi data ini memungkinkan jumlah penyelamatan pangan terpantau secara akurat, baik per wilayah maupun secara nasional. Informasi yang terkumpul juga dapat menjadi dasar rekomendasi kebijakan terkait penyelamatan pangan di masa mendatang. "Sejumlah pelaku usaha memang telah melakukan inisiatif food rescue, namun dengan adanya platform Stop Boros Pangan ini, langkah tersebut terus diperkuat melalui upaya terintegrasi lintas pemangku kepentingan," kata Nita.
Melalui Platform Stop Boros Pangan, hingga 30 September 2025, tercatat capaian signifikan. Sekitar 152.293 kg atau 152,3 ton pangan telah berhasil diselamatkan. Pangan tersebut kemudian didistribusikan kepada 211.156 penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Nita Yulianis menegaskan bahwa susut dan sisa pangan memiliki dampak multidimensional. "Susut dan sisa pangan berdampak langsung tidak hanya pada aspek ketahanan pangan, tapi juga lingkungan dan ekonomi," kata Nita. Oleh karena itu, upaya pengurangan SSP melalui Platform Stop Boros Pangan sangat krusial.
Sumber: AntaraNews