Fakta Menarik: Intervensi Pemerintah Berhasil Jaga Harga Beras Stabil di 196 Daerah, Bagaimana Caranya?

Bapanas mengklaim intervensi pemerintah berhasil menjaga Harga Beras Stabil di 196 kabupaten/kota. Cari tahu strategi apa yang diterapkan untuk menjaga akses pangan terjangkau.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Menarik: Intervensi Pemerintah Berhasil Jaga Harga Beras Stabil di 196 Daerah, Bagaimana Caranya?
Bapanas mengklaim intervensi pemerintah berhasil menjaga Harga Beras Stabil di 196 kabupaten/kota. Cari tahu strategi apa yang diterapkan untuk menjaga akses pangan terjangkau. (Merdeka.com)

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengumumkan keberhasilan intervensi pemerintah dalam menjaga Harga Beras Stabil di 196 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap pangan yang terjangkau di tengah fluktuasi harga. Program-program ini telah digencarkan sejak Juli, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilitas Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan bahwa intervensi ini mencakup program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan beras. Kedua instrumen ini menjadi kunci utama dalam menyeimbangkan pasokan dan Harga Beras Stabil secara nasional. Upaya ini merupakan respons cepat terhadap dinamika pasar demi kesejahteraan masyarakat.

Data Panel Harga Pangan Bapanas menunjukkan peningkatan signifikan jumlah daerah yang berhasil menjaga Harga Beras Stabil. Dari 155 kabupaten/kota pada akhir Juli, angka tersebut melonjak menjadi 196 daerah pada minggu keempat Agustus. Ini menandakan efektivitas program intervensi yang dijalankan pemerintah dalam mengendalikan harga komoditas pokok ini.

Pemerintah secara konsisten menyalurkan beras SPHP sebagai salah satu pilar utama dalam menjaga Harga Beras Stabil. Program ini menargetkan penyaluran 1,3 juta ton beras dari Juli hingga Desember 2025. Perum Bulog, sebagai pelaksana, telah menunjukkan kinerja yang impresif dengan realisasi harian mencapai lebih dari 7 ribu ton di berbagai wilayah, memastikan ketersediaan pasokan di pasar.

Selain SPHP, bantuan pangan beras juga menjadi instrumen vital dalam intervensi pemerintah. Sekitar 360 ribu ton beras telah disalurkan kepada 18,27 juta keluarga selama Juni dan Juli 2025. Penyaluran ini tidak hanya berfungsi sebagai stimulus ekonomi, tetapi juga berperan penting dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama bagi keluarga rentan.

Distribusi beras SPHP terus dimasifkan, tidak hanya di pasar rakyat tetapi juga di ritel modern. Langkah ini bertujuan untuk memastikan penyebaran beras merata dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang terjangkau, mengurangi beban ekonomi akibat kenaikan harga.

Keberhasilan menjaga Harga Beras Stabil di 196 daerah menjadi bukti nyata dampak positif dari intervensi pemerintah. Peningkatan jumlah daerah dengan harga beras medium yang sesuai atau di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) menunjukkan efektivitas kebijakan yang diterapkan. Ini memberikan angin segar bagi konsumen dan pelaku usaha di sektor pangan.

Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Yeka Hendra Fatika, turut menyoroti pentingnya perhatian penuh terhadap perkembangan harga beras medium. Ia menegaskan bahwa stabilisasi harga beras medium sangat krusial bagi masyarakat luas. Yeka juga menekankan bahwa Badan Pangan Nasional memiliki peran sentral dalam melakukan stabilisasi ketika ketersediaan terbatas dan harga melonjak.

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menegaskan komitmennya untuk terus menggenjot program intervensi perberasan. Ia menyatakan bahwa program SPHP beras akan terus dilanjutkan hingga Desember, bahkan jika target 1,3 juta ton tercapai sebelum waktunya, akan diajukan penambahan target. Arief juga meyakinkan publik bahwa stok beras pemerintah saat ini sangat besar, menjamin keberlanjutan intervensi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi