SIG Latih Puluhan UMK Gresik Optimalkan E-commerce, Omzet Siap Meroket!
Inisiatif ini berfokus pada peningkatan kemampuan pemasaran produk melalui platform perdagangan daring atau e-commerce.
PT Semen Indonesia Tbk (SIG) mengambil langkah proaktif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dengan memfasilitasi puluhan pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Inisiatif ini berfokus pada peningkatan kemampuan pemasaran produk melalui platform perdagangan daring atau e-commerce.
Pelatihan yang diselenggarakan ini bertujuan utama untuk mengoptimalkan penjualan para UMK, sehingga diharapkan dapat meningkatkan omzet secara signifikan. Dukungan ini merupakan bagian integral dari komitmen perusahaan untuk memperkuat perekonomian daerah serta selaras dengan program pemerintah menuju visi Indonesia Emas 2045.
Kegiatan ini, yang diterima informasinya di Jakarta pada Sabtu (28/9), menunjukkan peran strategis UMK sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Melalui pendampingan berkelanjutan, SIG berharap UMK dapat menjadi lebih mandiri, adaptif, dan inovatif, memberikan manfaat jangka panjang bagi bangsa.
Strategi SIG Perkuat Ekonomi Lokal
Sekretaris Perusahaan SIG, Vita Mahreyni, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap UMK adalah wujud nyata dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah. Dukungan ini tidak hanya sebatas pelatihan, tetapi juga merupakan bagian dari visi yang lebih besar untuk mencapai Indonesia Emas 2045.
Menurut Vita, UMK memegang peranan krusial sebagai pilar utama perekonomian nasional. Oleh karena itu, SIG berupaya keras untuk memastikan para pelaku UMK memiliki bekal yang cukup agar dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.
Melalui pendampingan yang intensif dan berkelanjutan, UMK diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan pasar yang dinamis. Kemandirian, adaptabilitas, dan inovasi menjadi kunci utama agar UMK dapat terus memberikan kontribusi positif bagi bangsa.
Materi Pelatihan Komprehensif untuk UMK
Pelatihan yang bertajuk “Enhancing Self Confidence, Strengthening Competitiveness” ini dirancang secara komprehensif untuk membekali UMK dengan berbagai keterampilan esensial. Materi yang disampaikan mencakup dasar-dasar public speaking, yaitu kemampuan berbicara di depan umum, yang sangat penting untuk presentasi produk.
Selain itu, peserta juga diajarkan teknik pembuatan video promosi yang menarik dan efektif, serta cara menyusun profil usaha yang profesional. Strategi optimalisasi perdagangan elektronik (e-commerce) dan pemanfaatan media sosial juga menjadi fokus utama, agar produk UMK dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Para peserta, yang merupakan puluhan pelaku UMK dari enam Kelurahan/Desa di Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, juga mengikuti praktik business matching. Praktik ini bertujuan untuk memahami cara berkomunikasi dan bernegosiasi secara efektif dengan calon pembeli, meningkatkan peluang transaksi.
Dukungan Akses Pembiayaan dan Dampak Nyata
Selain peningkatan keterampilan promosi dan pemasaran, para pelaku UMK juga difasilitasi akses pembiayaan yang krusial untuk pengembangan usaha. SIG bekerja sama dengan PT BRI Persero Tbk melalui Program Pembinaan UMK (PUMK) untuk menyediakan dukungan finansial ini.
Kepala BRI Unit Kembangan Gresik, Rahmaddiansyah Akbar, menyambut baik inisiatif ini. “Kami berharap program seperti ini berlanjut sehingga UMK di Gresik semakin berkembang dan memberi kontribusi nyata bagi perekonomian daerah,” ujarnya, menekankan pentingnya pelatihan dalam meningkatkan daya saing UMK.
Nurhayati (41), seorang produsen keripik pisang merek Sujaku dari Desa Kembangan, mengaku mendapatkan wawasan baru yang berharga. “Selama ini kami hanya memasarkan secara tradisional. Pelatihan ini membuka pemahaman baru cara menyampaikan pesan dengan percaya diri agar produk lebih meyakinkan di mata konsumen,” kata Nurhayati, yang sebelumnya hanya mengandalkan pemasaran dari mulut ke mulut, arisan, atau grup WhatsApp.
Sumber: AntaraNews