Fakta Unik: PLN Berdayakan 150 Warga Pesisir Untia Makassar, Ubah Sampah Jadi Cuan Lewat Program TJSL
PLN Berdayakan Warga Pesisir Untia Makassar melalui Program TJSL, membuka peluang kerja dan penghasilan tambahan bagi 150 individu dengan mengubah sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi.
PT PLN (Persero) telah menginisiasi program pemberdayaan masyarakat pesisir di Untia, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan warga melalui pengelolaan sampah yang inovatif.
Sebanyak 150 warga pesisir Untia kini merasakan dampak positif dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN. Mereka mendapatkan peluang kerja baru serta penghasilan tambahan yang signifikan.
Program ini terlaksana berkat kolaborasi PLN dengan Rappo Indonesia, sebuah usaha sosial yang berfokus pada daur ulang dan pemberdayaan perempuan. Sampah plastik diubah menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi tinggi.
Dampak Ekonomi Signifikan dari Pemberdayaan Sampah
Akmal, pendiri Rappo Indonesia, menjelaskan bahwa program TJSL PLN ini telah menciptakan dampak ekonomi yang substansial bagi masyarakat Untia. Sekitar 150 warga kini memiliki peluang kerja baru. Mereka juga memperoleh penghasilan tambahan dari produksi furnitur daur ulang.
Program ini tidak hanya menyediakan pekerjaan, tetapi juga memperkuat perekonomian lokal secara keseluruhan. Keterlibatan masyarakat dalam pengolahan sampah kini menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan. Ini menunjukkan potensi besar dari ekonomi sirkular.
Rappo Indonesia telah merekrut dua mitra perajin dan empat mitra pengolah plastik. Mereka juga bermitra dengan dua TPS3R, satu bank sampah, dan empat pengepul. Berbagai acara pengumpulan sampah juga dilakukan untuk bahan baku.
Hingga saat ini, Rappo berhasil mengelola lebih dari 1,36 ton sampah plastik. Sampah-sampah tersebut diubah menjadi beragam produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Ini membuktikan efektivitas program pemberdayaan PLN.
Transisi Hijau PLN untuk Lingkungan dan Masyarakat
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menegaskan bahwa Program TJSL ini tidak hanya fokus pada lingkungan. Program ini juga dirancang untuk memperkuat partisipasi aktif masyarakat lokal. Ini sejalan dengan visi PLN untuk pembangunan berkelanjutan.
Melalui berbagai pelatihan dan pendampingan, masyarakat Untia diharapkan mampu mengelola sampah secara mandiri. Pengelolaan sampah ini kemudian dapat diubah menjadi peluang usaha baru. Hal ini menciptakan kemandirian ekonomi bagi warga.
Edyansyah menambahkan bahwa implementasi program ini adalah bukti nyata. Transisi energi bersih harus berjalan seiring dengan transisi hijau dalam pengelolaan lingkungan. Kedua aspek ini saling mendukung untuk masa depan yang lebih baik.
Dengan langkah-langkah inovatif ini, PLN tidak hanya menjamin pasokan listrik yang andal bagi masyarakat. Perusahaan juga menyediakan solusi kreatif untuk menjaga kelestarian bumi. Ini adalah komitmen PLN terhadap lingkungan dan sosial.
Sumber: AntaraNews