1.726 Kg Sampah 'Disulap' Jadi Produk Bernilai Ekonomi, Ada yang Jadi Bahan Bakar Alternatif
Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong karyawan untuk lebih aktif berkontribusi dalam pengelolaan sampah.
PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI) berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dengan melaksanakan program pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Dalam upaya ini, seluruh karyawan turut berperan aktif.
Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, mengungkapkan bahwa pengelolaan sampah merupakan salah satu langkah konkret dalam menerapkan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) di lingkungan internal perusahaan.
"Kami percaya bahwa langkah-langkah kecil hari ini akan berdampak besar di masa depan. Melalui sistem pengelolaan sampah yang terstruktur dan partisipasi aktif seluruh karyawan, kami berupaya menciptakan lingkungan kerja yang lebih bersih, sehat, serta mendukung keberlanjutan," ungkap Mamit pada Selasa (24/6).
PLN EPI menerapkan manajemen sampah terpilah untuk memaksimalkan proses daur ulang dan meminimalkan jumlah sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Selain itu, PLN EPI juga menjalin kemitraan strategis dengan Waste4Change.
Melalui kolaborasi ini, PLN EPI memberikan kesempatan kepada seluruh karyawan untuk berpartisipasi secara aktif dalam pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, salah satunya dengan menyediakan drop box untuk baju bekas dan sampah terpilah di area kantor.
Kumpulkan Sampah 1.726 Kg
Antara Januari dan Mei 2025, PLN EPI berhasil mengumpulkan sebanyak 1.726,2 Kg sampah terpilah. Pengumpulan ini terdiri dari 30,1 kg sampah organik, 134,5 kg sampah anorganik, dan 110,9 kg sampah residu.
Material Recovery Facility Site Lead Waste4Change, Rahmat Novianto, menyatakan bahwa sampah yang dikumpulkan oleh PLN EPI akan dibawa ke Rumah Pemulihan Material Waste4Change untuk proses pengolahan lebih lanjut.
Sampah organik akan dikompos, sementara sisa makanan akan diolah menggunakan Black Soldier Fly (BSF). Selain itu, sampah plastik yang memiliki nilai rendah akan diproses menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) yang berfungsi sebagai bahan bakar alternatif. Di sisi lain, sampah anorganik akan diolah menjadi produk baru yang bermanfaat.
Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola
Program ini merupakan elemen penting dalam implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di PLN EPI, terutama dalam aspek lingkungan. PLN EPI berencana untuk memperluas program ini dengan menambah fasilitas, seperti Reverse Vending Machine (RVM) atau dropbox untuk botol plastik, yang dapat ditukar dengan poin dan dikonversi menjadi saldo e-wallet.
Dengan langkah ini, diharapkan karyawan semakin termotivasi untuk berpartisipasi dalam gerakan daur ulang, sehingga perusahaan dapat mencapai target pengelolaan sampah yang lebih baik.
"Program ini merupakan bagian integral dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di PLN EPI khususnya aspek lingkungan."
Melalui penambahan fasilitas yang mendukung, PLN EPI ingin meningkatkan efektivitas dan partisipasi karyawan dalam program daur ulang. Dengan adanya Reverse Vending Machine (RVM) atau dropbox botol plastik, karyawan dapat menukarkan botol plastik mereka menjadi poin yang dapat dikonversi ke dalam bentuk saldo e-wallet.
Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong karyawan untuk lebih aktif berkontribusi dalam pengelolaan sampah dan mendukung tujuan perusahaan dalam mencapai pengelolaan sampah yang lebih optimal.