Fakta Menarik: Coffee Academy PTPN I di Semarang Jaring Puluhan Barista Pemula dari Berbagai Kota
Ajang **Coffee Academy** PTPN I di Kabupaten Semarang berhasil menarik puluhan barista pemula dari berbagai daerah untuk belajar seluk-beluk kopi, dari manual brewing hingga latte art. Penasaran bagaimana mereka dilatih?
PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I sukses menyelenggarakan ajang "Coffee Academy" di Kampoeng Kopi Banaran, Bawen, Kabupaten Semarang. Acara ini berlangsung pada Sabtu, 1 November (sebelum Banaran Trail Run 2025 pada 2 November), dan berhasil menjaring puluhan peserta dari berbagai daerah. Mayoritas peserta merupakan barista pemula yang antusias untuk mendalami dunia perkopian.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan pengetahuan seputar kopi dan pengenalan alat pembuat kopi kepada para pemula atau mereka yang ingin membuka kedai kopi. Yohannes Putra Aditama, Sales Coordinator Marketing Kampoeng Kopi Banaran, menjelaskan bahwa inisiatif ini penting untuk mengembangkan talenta di industri kopi. Mereka ingin membekali peserta dengan keterampilan dasar hingga lanjutan.
Beragam materi diajarkan, mulai dari teknik pembuatan kopi manual dan menggunakan mesin, pengenalan peralatan, hingga seni latte art yang memukau. Para peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung dalam menciptakan minuman kopi berkualitas. Ini menjadi bekal berharga bagi perjalanan mereka di dunia kopi.
Mengenal Lebih Dekat Materi Pelatihan Coffee Academy
PTPN I melalui "Coffee Academy" memberikan kurikulum komprehensif yang dirancang untuk barista pemula maupun yang sudah memiliki pengalaman. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan dasar kopi, jenis-jenis biji kopi, hingga proses roasting. Peserta diajak memahami filosofi di balik setiap cangkir kopi yang mereka sajikan.
Salah satu fokus utama adalah penguasaan teknik pembuatan kopi, baik secara manual maupun menggunakan mesin espresso. Barista Kampoeng Kopi Banaran, Aidi Slamet Riyadi, menekankan pentingnya menguasai dasar-dasar espresso. "Basic-nya pakai espresso dulu, kami tadi ajari bikin pakai mesin," ujarnya, menambahkan bahwa peserta juga diajari berbagai macam menu kopi.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan tentang metode penyeduhan kopi manual, seperti penggunaan dripper V60. Teknik ini mengajarkan bagaimana mengekstraksi rasa terbaik dari biji kopi dengan presisi. Mereka juga diajari cara merawat peralatan kopi, sebuah aspek krusial untuk menjaga kualitas dan umur pakai mesin.
Tidak hanya itu, seni menghias kopi atau "latte art" menjadi bagian menarik dari pelatihan. Peserta diajak berkreasi dengan susu dan espresso untuk menciptakan pola indah di permukaan kopi. Yohannes Putra Aditama menyebutkan, "Yang kami 'battle' kan adalah 'latte art', bagaimana mereka menggambar di cangkir dengan susu."
Mencetak Barista Profesional dan Kreatif
"Coffee Academy" tidak hanya berhenti pada pengajaran teknis, tetapi juga mendorong kreativitas dan inovasi di kalangan peserta. Aidi Slamet Riyadi menegaskan bahwa seorang barista harus mampu "ngulik menu" dan mengembangkan kreasi sendiri. Ini adalah kunci untuk membedakan diri di pasar kopi yang kompetitif.
Kompetisi internal juga diselenggarakan sebagai bagian dari pelatihan, khususnya dalam "latte art". Ajang ini menjadi wadah bagi peserta untuk menguji kemampuan dan kepercayaan diri mereka. Pengalaman berkompetisi sangat penting untuk mengasah mental dan keterampilan seorang barista.
Para peserta yang berjumlah 28 orang datang dari berbagai kota, termasuk Semarang, Surabaya, Bandung, dan Subang, menunjukkan luasnya minat terhadap profesi barista. Kehadiran mereka mencerminkan semangat untuk belajar dan berkembang dalam industri kopi. PTPN I berharap dapat terus menjaring talenta-talenta baru.
Inisiatif "Coffee Academy" ini merupakan bagian dari rangkaian acara "Banaran Trail Run 2025" yang diselenggarakan di destinasi wisata Kampoeng Kopi Banaran. Ini menunjukkan komitmen PTPN I dalam mempromosikan kopi dan pariwisata. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan akan lahir barista-barista handal yang siap bersaing di kancah nasional.
Sumber: AntaraNews