Ekspresi Kemarahan Rakyat China: Borong Sikat WC Murah Bergambar Donald Trump
Sikat toilet berbentuk karakter Presiden Amerika Donald Trump, dijual seharga Rp151.000.
Di tengah tensi perang dagang yang memanas antara Amerika Serikat dan China, muncul bentuk perlawanan yang tak biasa, dan bisa dibilang cukup nyeleneh. Di kota Yiwu, China, sebuah kota kecil yang dikenal sebagai pusat produksi barang-barang plastik murah, sikat toilet dengan bentuk kepala Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi simbol perlawanan sekaligus sindiran halus terhadap kebijakan tarif impor tinggi yang diterapkan sang presiden.
Sikat toilet tersebut tidak hanya menarik perhatian masyarakat Tiongkok, tetapi juga menjadi barang laris di platform e-commerce internasional, termasuk Amazon.com. Dijual mulai dari USD 9 atau sekitar Rp151.600, sikat ini tampil dengan desain yang mencolok: rambut berwarna kuning cerah menyerupai gaya khas Trump, lengkap dengan ekspresi wajah marah, menghiasi bagian kepala dari sikat yang berfungsi membersihkan toilet.
Lebih dari sekadar alat kebersihan, produk ini menyuarakan kritik politik. "Trump Toilet Brush, Original Trump Toilet Cleaning Brush, Funny Toilet Scrubber, Make Your Toilet Great Again, Commander in Crap," demikian bunyi deskripsi produk tersebut di laman Amazon sebuah permainan kata yang menyindir slogan kampanye Trump, Make America Great Again.
Yang membuatnya semakin ironis, sikat toilet tersebut diproduksi langsung di China, negara yang menjadi sasaran utama kebijakan tarif dagang Trump. Kota Yiwu, tempat sikat ini dibuat, menjadi simbol kreativitas sekaligus perlawanan industri kecil menengah yang terdampak langsung akibat lonjakan tarif impor.
Sinyal Perang Dagang Akan Berakhir
Sejak diberlakukannya kebijakan tarif tinggi atas produk China, ketegangan antara kedua negara meningkat. Trump menaikkan tarif hingga 145% terhadap barang-barang asal China sebagai respons atas kenaikan tarif balasan dari Beijing terhadap barang-barang AS. Namun baru-baru ini, Presiden Trump memberi sinyal bahwa perang tarif ini bisa saja berakhir.
"Saya tidak ingin tarif naik terus, karena pada titik tertentu hal itu membuat orang berhenti membeli," ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih, dikutip dari The Economic Times pada Sabtu (19/4).
Pernyataan ini muncul setelah gejolak pasar akibat pemberlakuan tarif baru pada 2 April 2025. Meskipun tarif dasar 10% tetap diberlakukan pada sebagian besar barang, Trump menunda kenaikan lanjutan sembari menunggu hasil negosiasi antar negara.
Namun tampaknya, di balik manuver politik dan negosiasi dagang tingkat tinggi, masyarakat menemukan cara sendiri untuk menyampaikan kritik dan ketidaksenangan. Sikat toilet bergambar Trump menjadi bukti bahwa kreativitas, bahkan dalam bentuk sederhana, bisa menjadi alat diplomasi yang tak kalah tajam.