Dukung Program Gentengisasi, BRI Perkuat Pembiayaan KUR dan Konektivitas Pasar bagi Pengrajin Genting
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan bahwa perseroan siap menjadi bagian penting dalam ekosistem program gentengisasi.
Program gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto tidak hanya mendorong perbaikan hunian masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha kecil di sektor bahan bangunan. Dalam mendukung program tersebut, Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengambil peran strategis melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sekaligus memperkuat konektivitas antara pelaku usaha dan pasar.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan bahwa perseroan siap menjadi bagian penting dalam ekosistem program gentengisasi, terutama dengan memastikan akses pembiayaan yang memadai bagi pelaku usaha genting di berbagai daerah.
Menurutnya, BRI tidak hanya menyediakan pembiayaan melalui KUR, tetapi juga berperan sebagai penghubung antara pengrajin genting dengan pembeli maupun pengembang perumahan.
“Peran BRI berada di tengah. Ketika sudah ada kontrak antara pengrajin dengan pembeli atau pengguna, BRI dapat hadir memberikan dukungan pembiayaan agar proses produksi dapat berjalan optimal,” ujar Hery.
Ia menjelaskan bahwa produk bahan bangunan seperti genting merupakan bagian dari ekosistem KUR sektor perumahan yang terus dikembangkan oleh BRI. Sebagai bank yang memiliki fokus kuat pada pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), BRI berkomitmen menyediakan akses pembiayaan yang terjangkau dan mudah dijangkau oleh pelaku usaha.
Dampak positif dari dukungan pembiayaan tersebut mulai dirasakan oleh para pengrajin genting di berbagai sentra produksi. Salah satunya adalah Hj Nurhasanah, pengusaha genting dari Majalengka yang mengelola usaha keluarga bersama dua saudarinya.
Nurhasanah menuturkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir permintaan genting meningkat cukup signifikan. Pesanan datang dari berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, hingga Tegal, seiring meningkatnya pembangunan dan renovasi hunian.
Memiliki sekitar 150 pekerja
Saat ini pabrik genting milik keluarganya mempekerjakan sekitar 150 pekerja. Namun tingginya permintaan membuat jumlah tenaga kerja yang ada masih dirasa belum mencukupi, terlebih sebagian besar pekerja merupakan tenaga kerja berusia lanjut.
"Permintaan sekarang semakin banyak, tetapi mencari tenaga kerja tidak mudah. Banyak anak muda yang lebih memilih bekerja di perusahaan," kata Nurhasanah.
Dalam proses produksinya, usaha tersebut menggunakan 12 mesin press yang mampu menghasilkan sekitar 16.000 keping genting setiap minggu. Produk tersebut kemudian dipasarkan ke berbagai kota besar di Pulau Jawa.
Dari aktivitas usaha tersebut, Nurhasanah mampu mencatatkan omzet hingga ratusan juta rupiah per bulan. Ia juga mengaku tidak mengalami kendala berarti dalam hal permodalan karena mendapatkan dukungan pembiayaan dari program KUR BRI.
BRI berkontribusi penting terhadap keberlanjutan usaha
Menurutnya, kerja sama dengan BRI telah berjalan selama sekitar empat tahun dan memberikan kontribusi penting terhadap keberlanjutan usaha keluarga tersebut.
"Alhamdulillah untuk modal usaha kami terbantu dari program KUR BRI," ujarnya.
Dengan meningkatnya permintaan pasar serta dukungan pembiayaan dan konektivitas dari BRI, para pelaku usaha genting di berbagai daerah diharapkan dapat semakin berkembang sekaligus memperkuat ekosistem sektor perumahan nasional.