Disbudpar Batam Pastikan Kunjungan Wisata Tetap Normal Meski Ada Kenaikan Tiket Feri Batam
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam menegaskan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara tidak terpengaruh signifikan oleh kenaikan tiket feri Batam-Singapura, meski ada tambahan fuel surcharge yang berlaku sejak 12 Maret 2026.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam memastikan bahwa sektor pariwisata tetap berjalan normal, meskipun terjadi kenaikan biaya perjalanan feri rute Singapura-Batam. Kenaikan ini disebabkan oleh adanya tambahan fuel surcharge yang mulai diberlakukan pada 12 Maret 2026.
Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, pada Jumat (13/3) menegaskan bahwa kenaikan harga tiket feri belum memberikan dampak signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Singapura. Pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Dinas Perhubungan untuk memantau situasi ini.
Ardiwinata menjelaskan bahwa kenaikan biaya ini terkait langsung dengan peningkatan harga minyak dunia, yang dipengaruhi oleh situasi geopolitik di Timur Tengah. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada laporan pembatalan perjalanan dari agen maupun rombongan wisata yang telah merencanakan kunjungan ke Batam.
Dampak Kenaikan Fuel Surcharge pada Tarif Feri Batam
Penyesuaian biaya perjalanan feri diberlakukan dalam bentuk tambahan fuel surcharge yang bervariasi. Untuk keberangkatan dari Singapura, baik melalui HarbourFront Centre maupun Tanah Merah Ferry Terminal, penumpang dikenakan biaya tambahan sebesar 6 dolar Singapura.
Sementara itu, bagi keberangkatan dari Batam dan wilayah Kepulauan Riau lainnya seperti Batam Centre, Sekupang, dan Tanjungpinang menuju Singapura, dikenakan biaya tambahan sekitar Rp65.000 per penumpang. Kenaikan ini menyebabkan tarif pulang-pergi dari Singapura ke Batam yang sebelumnya sekitar 76 dolar Singapura (sekitar Rp1 juta) kini mencapai sekitar 88 dolar Singapura (sekitar Rp1,1 juta).
Tarif perjalanan satu arah dari Batam menuju Singapura juga mengalami peningkatan, dari kisaran Rp530 ribu menjadi rata-rata Rp570-650 ribu. Ardiwinata menjelaskan bahwa biaya perjalanan ini bersifat fluktuatif dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan harga minyak global.
Komitmen Disbudpar Batam dan Industri Pariwisata
Disbudpar Batam secara aktif berkomunikasi dengan berbagai pelaku industri pariwisata, termasuk agen perjalanan yang mengelola kunjungan wisata grup dari Singapura. Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa agenda wisata yang telah terjadwal tetap berjalan sesuai rencana.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai pembatalan perjalanan dari agen perjalanan atau rombongan wisata yang telah menjadwalkan kunjungan ke Batam dalam waktu dekat. Hal ini menunjukkan ketahanan sektor pariwisata Batam di tengah tantangan kenaikan biaya operasional.
Sebagai contoh nyata, Ardiwinata menyebutkan kegiatan Batam Golf Tournament yang telah terjadwal dan hingga kini tidak mengalami pembatalan peserta. Partisipasi penuh dalam acara tersebut menjadi indikasi bahwa wisatawan tetap antusias mengunjungi Batam.
Sumber: AntaraNews