Dinkes Wonosobo Pastikan Keamanan Pangan Selama Ramadan, Takjil Aman Dikonsumsi
Dinas Kesehatan Wonosobo gencar pantau keamanan pangan di pujasera dan pasar tradisional selama Ramadan, memastikan takjil dan makanan lainnya aman dikonsumsi masyarakat dari bahan berbahaya.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten Wonosobo aktif melakukan pemantauan keamanan pangan di sejumlah pusat jajan serba ada (pujasera) dan pasar tradisional. Kegiatan ini dilaksanakan secara intensif selama bulan Ramadan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa makanan dan minuman, khususnya takjil yang dijual kepada masyarakat, aman untuk dikonsumsi.
Pemantauan ini melibatkan uji sampel terhadap bahan-bahan yang berpotensi membahayakan kesehatan. Beberapa zat yang menjadi fokus pengujian antara lain boraks, formalin, pewarna Rhodamin B, serta Methanil Yellow. Bahan-bahan tersebut seringkali disalahgunakan dalam produk makanan.
Koordinator Seksi Farmasi, Makanan, Minuman, dan Alat Kesehatan Dinkes Kabupaten Wonosobo, Sutriatmoko, menjelaskan bahwa kegiatan pemantauan keamanan pangan merupakan agenda rutin tahunan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Dinkes untuk melindungi kesehatan masyarakat, terutama di momen penting seperti bulan Ramadan.
Hasil Uji Sampel di Pujasera dan Pasar Tradisional
Dari hasil pengujian yang telah dilakukan di pujasera, seluruh sampel makanan dinyatakan aman untuk dikonsumsi. Sutriatmoko menyebutkan bahwa sekitar 72 sampel telah diuji secara menyeluruh. Hasilnya menunjukkan tidak ditemukan adanya bahan berbahaya dalam sampel-sampel tersebut.
Sutriatmoko menyampaikan rasa syukur atas hasil positif ini, yang memberikan jaminan kepada masyarakat Wonosobo. Ini berarti takjil dan makanan lain yang dibeli di pujasera telah melewati standar keamanan pangan yang ketat. Kondisi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen.
Meskipun demikian, Dinkes Kabupaten Wonosobo sebelumnya juga melakukan pemantauan dan uji keamanan pangan di sejumlah pasar tradisional. Dalam pemeriksaan tersebut, sempat ditemukan beberapa bahan makanan yang mengandung zat berbahaya. Namun, secara umum, kondisi keamanan pangan di wilayah Kabupaten Wonosobo masih dalam kategori aman.
Temuan di pasar tradisional ini menunjukkan pentingnya pengawasan berkelanjutan dan edukasi kepada para pedagang. Dinkes terus berupaya meminimalisir peredaran makanan berbahaya demi menjaga kesehatan dan keselamatan konsumen.
Inspeksi Kesehatan Lingkungan dan Edukasi Pedagang
Selain melakukan uji sampel makanan, Dinkes Wonosobo juga aktif melaksanakan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) secara berkala. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa makanan yang dijual tidak terkontaminasi oleh lingkungan sekitar. Selain itu, IKL juga memastikan bahwa proses pengolahan makanan dilakukan secara higienis.
IKL merupakan bagian integral dari upaya komprehensif Dinkes dalam menjaga keamanan pangan di Wonosobo. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan penjualan makanan yang bersih, sehat, dan sesuai standar kebersihan. Hal ini krusial untuk mencegah penyebaran penyakit melalui makanan.
Dinkes juga secara proaktif memberikan edukasi serta pembinaan kepada para pedagang makanan. Para pedagang didorong untuk senantiasa menjaga kebersihan diri, peralatan, dan tempat berjualan. Mereka juga dibina untuk selalu memperhatikan higienitas makanan yang dijajakan.
Sebagai bagian dari program pembinaan tersebut, setiap gerobak atau gerai pedagang yang telah memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan akan diberikan stiker. Stiker ini berfungsi sebagai tanda bahwa lokasi tersebut telah melalui pemeriksaan IKL dan dinyatakan aman.
Sumber: AntaraNews