Danareksa Pamer Untung di Rapat DPR, Mulyadi Gerindra: Kalau Prospek Kenapa Tidak Go Public?
Direktur Utama Danareksa Yadi Jaya Ruchandi mengatakan, pencapaian laba bersih konsolidasi ini mencerminkan pertumbuhan yang konsisten.
PT Danareksa (Persero) pamer laba bersih konsolidasi yang belum diaudit sebesar Rp1 triliun pada 2024. Tumbuh dibandingkan Rp0,9 triliun pada tahun sebelumnya. Hal ini diungkap dalam rapat Kerja bersama Komisi VI DPR, Senin (10/3).
Direktur Utama Danareksa Yadi Jaya Ruchandi mengatakan, pencapaian laba bersih konsolidasi ini mencerminkan pertumbuhan yang konsisten sejak penggabungan (inbreng) pertama pada 2022 lalu.
“Laba bersih kami pun terlihat dari tahun 2022 pada saat penggabungan pertama hanya Rp0,2 triliun, tahun lalu (2024) kita dapat mencapai Rp1 triliun dan tahun ini (2025) kita menargetkan sekitar Rp1,1 triliun,” kata Yadi.
Laba bersih konsolidasi Danareksa mengalami pertumbuhan tahunan atau compound annual growth rate (CAGR) sebesar 74 persen sejak 2022.
80 Persen kontribusi pendapatan dan laba bersih konsolidasi Danareksa berasal dari sub-klaster kawasan industri dan jasa konstruksi.Selain laba bersih, pendapatan konsolidasi Danareksa juga mengalami peningkatan dengan pertumbuhan tahunan CAGR sebesar 19 persen.
Total Aset Tumbuh
Pada 2023, pendapatan tercatat sebesar Rp11,44 triliun, dan meningkat menjadi Rp11,8 triliun pada 2024.Perusahaan menargetkan pendapatan lebih tinggi pada 2025, yakni mencapai Rp14,4 triliun.
Lebih lanjut, Yadi menyampaikan dari sisi aset, total aset konsolidasi Danareksa tumbuh dengan CAGR sebesar 11 persen, dari Rp53,5 triliun pada 2022 menjadi Rp60,5 triliun pada 2023, dan meningkat menjadi Rp64,0 triliun pada 2024.
Pada tahun 2025, perusahaan menargetkan asetnya mencapai Rp73,4 triliun.
“Jadi InsyaAllah walaupun (kondisi) domestik ekonomi kita sekarang masih banyak ketidakpastian, tapi kami menargetkan ada pertumbuhan yang positif di setiap sektor pendapatan, laba bersih, aset dan di setiap sub-klaster,” ujar Yadi.
Kinerja Dipertanyakan Anggota DPR
Pimpinan Komisi VI DPR, Eko Patrio mempertanyakan kontribusi Danareksa dalam pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Eko juga tak melihat ada hal yang membanggakan dari pertumbuhan laba. Sebab, terjadi efisiensi di Danareksa.
“Bagaimanapun juga BUMN bukan hanya berikan keuntungan, tapi dampak sosial dan ekonomi,” ujar Eko.
Dia mengusulkan Danareksa pergunakan uang CSR sebaik-baiknya untuk masyarakat.
“Jalin kerjasama UMKM, perguruan tinggi lembaga, pelatihan, CSR harus dioptimalisasikan,” tegas Eko.
Lebih keras lagi, Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Mulyadi mempertanyakan klaim Danareksa sebagai satu-satunya BUMN holding spesialis investasi dan transformasi.
Lari dari Core Bisnisnya
Terlebih, Mulyadi melihat, Danareksa justru membuat sub holding yang di luar corenya sebagai lembaga investasi.
“Saya lihat roadmap atau sejarah dari Danareksa, saya minta bapak jelaskan apakah sampai titik bapak memimpin Danareksa sudah mencapai apa? Apakah sudah seperti yang menjadi tujuan badan hukum ini didirikan?” terang dia.
“Kenapa? Karena berkembang jadi perusahaan yang harusnya instrumen investasi tapi berkembang jadi beberapa sektor bahkan real sektor,” katanya.
Politikus Gerindra ini juga menegaskan, apa yang menjadi indikator Danareksa ini dianggap sebagai BUMN holding yang sukses.
“Setelah dianggap ini berasil dengan tujuan awal didirikan, apa parameternya? Perusahaan yang sukses jadi kontributor terhadap kemajuan bangsa ini?” kata dia.
Kenapa Tidak Go Public?
Terlebih lagi, sekarang Presiden Prabowo Subianto telah membentuk lembaga investasi baru bernama Danantara. Dia juga menyindir jajaran komisaris yang diisi perwakilan Komisi Kejaksaan.
“Kenapa terjadi kasus Asabri? Dimana risk managemennya? Mengorbankan banyak pensiunan Anggota TNI-Polri yang setiap bulan gajinya dipotong,” terang dia.
Terakhir, jika Danareksa ini sukses, kenapa tidak dijadikan perusahaan terbuka. Sehingga, laporan keuangannya bisa diakses oleh publik.
“Saya tanya pak, tentu dengan aturan main yang ada, kenapa tidak memilih opsi go publik danareksa? Supaya masyarakat bisa menikmati kinerja bapak-bapak, kalau prospek Danareksa sangat signifikan ke depan?” tegas dia.