Cara Baru Diplomasi Indonesia terhadap China Lewat Durian Beku
Indonesia akan memulai ekspor durian beku langsung ke China pada 2025, menjanjikan peluang ekonomi signifikan bagi petani lokal.
Indonesia berencana untuk memulai ekspor durian beku langsung ke China pada tahun 2025. Langkah ini merupakan bagian dari peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara, serta merupakan bagian dari strategi China yang dikenal dengan istilah 'diplomasi durian'. Diplomasi ini bertujuan untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang dikenal sebagai salah satu produsen durian terbesar di dunia.
Ekspor durian beku ini diharapkan dapat memberikan keuntungan yang signifikan, mengingat nilai impor durian China diperkirakan mencapai hampir US$7 miliar pada tahun 2024.
Dilansir dari Channel News Asia (CNA) varietas durian yang akan diekspor adalah Monthong, yang terkenal dengan ukuran besar antara 3-5 kg, daging tebal, biji kecil, dan rasa manis yang khas. Meskipun durian Monthong beku sudah tersedia di pasar China, saat ini produk tersebut diekspor melalui Thailand, yang memerlukan waktu pengiriman sekitar satu bulan. Dengan ekspor langsung dari Indonesia, khususnya dari Pelabuhan Pantoloan di Palu, Sulawesi Tengah, waktu pengiriman dapat dipangkas menjadi sekitar satu minggu.
Namun, untuk merealisasikan rencana ini, Indonesia harus memenuhi berbagai protokol yang ketat, termasuk standar Good Agricultural Practices (GAP) dan Good Handling Practices (GHP). Audit oleh otoritas China, General Administration of Customs of China (GACC), juga akan dilakukan terhadap packing house dan kebun durian untuk memastikan kepatuhan terhadap standar keamanan pangan dan ketertelusuran rantai pasok.
Persiapan Ekspor Durian Beku ke China
Pemerintah Indonesia telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, Badan Pangan Nasional, dan pelaku usaha, untuk memastikan pemenuhan standar yang ditetapkan. Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat Manaor Panggabean, menyatakan kesiapan Indonesia dalam melakukan ekspor durian secara langsung ke China.
"Kami satu tim, Indonesia siap," tegas Panggabean. Rapat koordinasi perlindungan sumber daya hayati dan go ekspor di Palu pada 17 Februari 2025 menegaskan komitmen ini.
Dalam upaya memfasilitasi ekspor, Badan Pangan Nasional dan Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah telah bekerja sama untuk menyiapkan 14 rumah kemas durian beku yang siap beroperasi mulai tahun 2024. Direktur Pengawasan Penerapan Standar Mutu dan Keamanan Pangan Bapanas, Brigjen Pol. Hermawan, menjelaskan bahwa selain rumah kemas durian beku, terdapat juga tujuh rumah kemas durian segar yang sedang dalam proses persiapan.
Langkah-langkah yang diambil termasuk implementasi standar sanitasi dan higienis yang ketat, pembangunan sistem ketelusuran produk, dan penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang sesuai.
"Kami berharap semua ini dapat meningkatkan nilai ekonomi komoditas durian lokal dan membuka peluang pasar internasional yang lebih luas," tambah Hermawan.
Simulasi dan Audit Sebelum Ekspor Perdana
Menjelang pengiriman perdana, Pemerintah Indonesia akan melakukan simulasi ekspor untuk memastikan kelancaran proses. Simulasi ini akan melibatkan berbagai kementerian/lembaga terkait, Pemprov Sulawesi Tengah, serta perusahaan eksportir. Proses ekspor ini menuntut kepatuhan terhadap standar kualitas yang sangat ketat dari pihak Tiongkok.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Tengah, Nelson Metubun, menjelaskan bahwa preferensi konsumen Tiongkok terhadap kemasan praktis menjadi pertimbangan utama dalam bentuk ekspor durian. "Hal ini akan menciptakan peluang bagi Indonesia untuk memasok durian langsung ke China," kata Liferdi Lukman, direktur florikultura di Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Indonesia.
Selain itu, perlu dicatat bahwa selama ini Indonesia hanya bisa mengekspor durian dalam bentuk pasta yang digunakan untuk es krim. Dengan rencana ekspor durian utuh ke China, harapan untuk meningkatkan nilai jual produk durian Indonesia semakin besar.
Kesempatan Emas bagi Petani Durian
Rencana ekspor durian beku ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para petani durian di Sulawesi Tengah. Dengan adanya akses langsung ke pasar China, para petani dapat memperoleh harga yang lebih baik dan meningkatkan pendapatan mereka.
"Jika semua berjalan lancar, kita bisa langsung ekspor ke Tiongkok," ujar Zulhas, menutup pernyataan mengenai rencana ini.
Rencana ekspor durian ke China dalam bentuk beku dan pasta dijadwalkan mulai pada Februari 2025, menjawab permintaan pasar China akan durian yang praktis dan siap konsumsi. Dengan semua langkah yang diambil, peluang untuk memasok durian Indonesia ke China semakin terbuka lebar, dan diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.