Apdurin Perkuat Kualitas Jaga Pasar Ekspor Durian Indonesia di Tiongkok
Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin) menegaskan komitmennya untuk menjaga pasar ekspor durian Indonesia di Tiongkok melalui penguatan kualitas produk dari hulu ke hilir, memastikan keberlanjutan perdagangan.
Apdurin (Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia) menyatakan komitmen kuat untuk mempertahankan pasar ekspor durian beku Indonesia di Tiongkok. Langkah ini difokuskan pada peningkatan serta penjagaan kualitas produk secara menyeluruh. Inisiatif ini penting untuk memastikan keberlanjutan perdagangan komoditas unggulan Indonesia di pasar internasional.
Sekretaris Jenderal Apdurin, Aditya Pradewo, menekankan bahwa kualitas produk adalah kunci utama keberhasilan di pasar global. Oleh karena itu, konsistensi mutu harus dijaga mulai dari tingkat petani hingga proses pengiriman ke negara tujuan. Ekspor perdana durian beku Indonesia telah sukses tiba di Pelabuhan Qinzhou, Guangxi, Tiongkok pada Selasa (6/1).
Capaian ekspor awal ini menjadi bukti kepercayaan otoritas Tiongkok. Hal ini juga menegaskan jaminan mutu produk pertanian Indonesia. Apdurin berperan strategis sebagai penghubung antara petani, pelaku usaha, dan pemerintah. Tujuannya adalah memastikan kesiapan industri durian nasional dalam menghadapi persaingan pasar global yang ketat.
Penguatan Kualitas dari Hulu hingga Hilir
Aditya Pradewo menjelaskan bahwa konsistensi menjaga pasar ekspor harus dimulai dari hulu, yaitu para petani. Peningkatan kapasitas petani dalam membudidayakan durian menjadi prioritas utama Apdurin. Hal ini mencakup praktik pertanian yang baik dan berkelanjutan untuk menghasilkan buah durian berkualitas tinggi.
Selain petani, penguatan pelaku usaha juga sangat krusial dalam rantai pasok. Apdurin berupaya memastikan bahwa setiap tahapan, mulai dari rumah kemas hingga pengiriman, memenuhi standar mutu yang ketat. Proses ini bertujuan untuk menjaga integritas dan kesegaran durian beku hingga sampai ke tangan konsumen di Tiongkok.
Komitmen ini tidak hanya tentang menjaga kualitas produk, tetapi juga mendorong ekspor durian Indonesia yang berkelanjutan. Apdurin ingin memastikan bahwa produk durian Indonesia memiliki nilai tambah yang signifikan di pasar internasional. Dengan demikian, industri durian nasional dapat terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang besar.
Realisasi Ekspor dan Kepercayaan Internasional
Capaian ekspor perdana durian beku Indonesia ke Tiongkok merupakan hasil kerja kolektif dari seluruh pemangku kepentingan. Ini menunjukkan sinergi yang baik antara petani, pelaku usaha, dan pemerintah. Aditya Pradewo menyatakan, "Ekspor yang telah dilakukan mencerminkan kepercayaan otoritas Tiongkok terhadap sistem karantina dan jaminan mutu produk pertanian Indonesia".
Proses ekspor ini merupakan implementasi dari protokol karantina ekspor durian beku yang telah disepakati resmi antara otoritas kedua negara. Kesepakatan ini dicapai melalui konsultasi teknis dan kerja sama bilateral intensif selama beberapa tahun terakhir. "Kami turut mengawal mulai proses pengiriman produk dari Indonesia hingga tiba di negara tujuan," ujar Aditya.
Melalui penerapan sistem ketertelusuran penuh, durian beku Indonesia dipastikan memenuhi standar keamanan pangan. Produk ini juga memenuhi persyaratan kesehatan tumbuhan dan kualitas produk sesuai regulasi pasar Tiongkok. Aditya menambahkan, "Setibanya di Pelabuhan Qinzhou kontainer durian beku tersebut diproses sesuai dengan ketentuan kepabeanan dan pengawasan karantina yang berlaku di negara itu".
Masuknya komoditas durian beku ke pasar ekspor Asia memperlebar ekspansi jangkauan bisnis industri durian dalam negeri. Capaian ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok produk hortikultura bernilai tambah. "Capaian ini menunjukkan bahwa ekspor durian Indonesia tidak lagi sekadar potensi, melainkan telah memasuki fase realisasi dan perluasan pasar," kata Aditya.
Sumber: AntaraNews