Konsul Jenderal China, Zhang Zhisheng, baru-baru ini mengumumkan peluang besar bagi produk-produk asal Bali untuk menembus pasar Tiongkok, dengan arak Bali sebagai salah satu komoditas unggulan. Pernyataan ini disampaikan dalam simposium media di Denpasar, Bali, pada Jumat malam.
Peluang ekspor ini didukung oleh kebijakan relaksasi fiskal yang akan diberlakukan di Provinsi Hainan, Tiongkok, menawarkan insentif signifikan bagi produk-produk dari Indonesia. Hal ini diharapkan dapat memberikan keuntungan besar untuk fasilitasi arak Bali ke pasar Tiongkok.
Zhang Zhisheng menekankan bahwa negaranya sangat menyambut potensi ekspor berbagai produk dari Indonesia, termasuk yang dihasilkan oleh pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari Pulau Dewata.
Advertisement
Advertisement
Diplomat senior itu menjelaskan bahwa pada Desember 2025, Provinsi Hainan akan memberlakukan operasi pabean khusus di seluruh Pulau Hainan, yang dikenal sebagai Hainan Free Trade Port (FTP). Kebijakan ini mencakup tarif nol, tarif rendah, serta sistem perpajakan yang sederhana, membuka jalur mudah bagi perusahaan global.
Hainan FTP menyediakan akses langsung dan efisien bagi perusahaan-perusahaan global untuk masuk ke pasar Tiongkok yang sangat besar. Produk dengan nilai tambah mencapai 30 persen dapat dipasarkan ke Tiongkok daratan tanpa dikenakan bea masuk, memberikan keunggulan kompetitif.
Produk dari Indonesia dapat dikirim langsung ke Hainan, secara signifikan menghemat waktu dan biaya transportasi. Ini merupakan kesempatan emas bagi produk unggulan Indonesia seperti buah-buahan tropis, kopi, dan minyak kelapa sawit untuk memperluas pasar di Tiongkok.
Advertisement
Pulau Hainan juga memiliki status sebagai provinsi persahabatan dengan Provinsi Bali, semakin memperkuat potensi kerja sama dan kemudahan dalam perdagangan antara kedua wilayah.
Advertisement
Gubernur Bali, Wayan Koster, baru saja memperingati Hari Arak ke-6 yang jatuh pada 29 Januari, menandai lahirnya Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020. Regulasi ini mengatur tata kelola minuman fermentasi dan/atau destilasi khas Bali, termasuk arak, brem, serta tuak.
Peraturan Gubernur tersebut menjadi dasar hukum yang memberikan kepastian terhadap produksi, standar mutu, pengemasan, hingga tempat penjualan arak Bali. Ini penting untuk menjaga kualitas dan reputasi produk lokal di pasar internasional.
Pemerintah Provinsi Bali mencatat perkembangan pesat arak Pulau Dewata, dengan munculnya 58 merek arak lokal yang dinilai mampu bersaing dengan merek internasional ternama. Hal ini menunjukkan potensi besar arak Bali untuk diterima di pasar global.
Advertisement
Selain itu, Kementerian Perindustrian juga telah memberikan izin produksi arak Pulau Dewata kepada Pemerintah Provinsi Bali di sela momentum peringatan tersebut. Izin ini semakin memperkuat legalitas dan standar produksi arak Bali, menjadikannya komoditas ekspor yang sah dan terjamin mutunya.
Advertisement
Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat bahwa produk minuman, alkohol, dan cuka termasuk dalam 10 besar kinerja ekspor Pulau Dewata. Data ini menunjukkan bahwa produk minuman beralkohol dari Bali sudah memiliki pangsa pasar ekspor yang signifikan.
Secara total, selama periode Januari-November 2025, nilai ekspor keseluruhan barang keluar negeri dari Bali mencapai 512,4 juta dolar AS. Angka ini menunjukkan aktivitas ekspor yang kuat dari Pulau Dewata ke berbagai negara.
Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor terbesar Bali dengan realisasi 159 juta dolar AS, diikuti oleh Tiongkok sebanyak 44,2 juta dolar AS, dan Australia sebanyak 42,9 juta dolar AS. Potensi peningkatan ekspor ke Tiongkok sangat terbuka lebar dengan adanya Hainan FTP.
Advertisement
Dengan adanya Hainan FTP, produk-produk Indonesia lainnya seperti buah-buahan tropis, kopi, dan minyak kelapa sawit juga dapat memanfaatkan proses kepabeanan yang lebih efisien serta insentif perpajakan. Ini akan semakin memperluas pasar produk Indonesia di Tiongkok.
Sumber: AntaraNews