Pemprov Sulteng Dorong Hilirisasi Durian, Perkuat Daya Saing Global
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) gencar mendorong hilirisasi durian, komoditas unggulan daerah, untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing di pasar internasional, salah satunya melalui peresmian rumah produksi.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) menunjukkan komitmen kuat dalam mengembangkan komoditas unggulan daerah, khususnya durian. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal dan memperkuat daya saing di pasar internasional. Langkah strategis ini diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, baru-baru ini meresmikan rumah produksi (packing house) durian milik PT Pondok Durian Sulawesi. Fasilitas ini berlokasi di Desa Marta Sari, Kabupaten Parigi Moutong. Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan durian Sulteng.
Gubernur Anwar Hafid menyampaikan apresiasi kepada manajemen PT Pondok Durian Sulawesi atas kontribusi nyata mereka. Keberadaan packing house ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan ekspor. Namun, juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memajukan sektor pertanian di Sulawesi Tengah.
Penguatan Ekonomi Lokal Melalui Hilirisasi Durian
Hilirisasi durian menjadi fokus utama Pemprov Sulteng untuk mengoptimalkan potensi komoditas ini. Melalui peresmian rumah produksi, diharapkan proses pengolahan dan distribusi durian dapat berjalan lebih efisien. Hal ini akan berdampak positif pada peningkatan pendapatan petani dan kesejahteraan masyarakat.
Gubernur Anwar Hafid menekankan bahwa dukungan penuh pemerintah provinsi akan terus diberikan. Dukungan ini meliputi operasional fasilitas tersebut sebagai bagian dari strategi meningkatkan nilai tambah produk lokal. Sinergi antara pemerintah dan swasta sangat penting untuk mencapai tujuan ini.
Perusahaan juga diharapkan dapat menjaga stabilitas harga durian di tingkat petani. Stabilitas harga akan memberikan kepastian pendapatan bagi petani. Selain itu, hal ini juga akan mendorong peningkatan kualitas produksi durian di Sulawesi Tengah.
Sinergi Pemerintah dan Swasta untuk Pasar Internasional
Peresmian rumah produksi durian ini menandai babak baru dalam upaya Sulteng menembus pasar global. Pada Februari 2026, Gubernur Sulteng telah melepas ekspor perdana 27 ton durian beku dari Parigi Moutong. Destinasi ekspor perdana tersebut adalah pasar Tiongkok, menunjukkan potensi besar komoditas ini.
I Putu Edi Tangkas, perwakilan manajemen PT Pondok Durian Sulawesi, menyatakan komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas pengolahan. Perusahaan juga berupaya memperbaiki distribusi durian, termasuk untuk kebutuhan ekspor. Produk durian Sulteng kini telah dikenal di pasar internasional, khususnya Tiongkok.
Kehadiran rumah kemas ini juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal. Sekitar 200 tenaga kerja yang mayoritas berasal dari masyarakat setempat telah terserap. Ini menunjukkan bahwa hilirisasi durian tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga sosial.
Parigi Moutong sebagai Pusat Pengembangan Durian
Gubernur Anwar Hafid mendorong Kabupaten Parigi Moutong untuk menjadi pusat pengembangan durian di Sulawesi Tengah. Proyeksi perluasan lahan secara masif menjadi strategi jangka panjang. Ini bertujuan untuk memperkuat posisi daerah di pasar internasional sebagai sentra durian berkualitas.
Pengembangan ini diharapkan menarik minat investor untuk berkolaborasi dalam sektor durian. Dengan demikian, ekosistem durian di Parigi Moutong dapat berkembang pesat. Peningkatan investasi akan mendukung inovasi dan peningkatan kapasitas produksi.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjadikan durian Sulawesi Tengah sebagai produk unggulan yang mendominasi pasar global. Fokus pada kualitas, stabilitas harga, dan dukungan penuh dari pemerintah akan menjadi kunci keberhasilan. Hal ini juga akan meningkatkan daya saing durian Indonesia di kancah internasional.
Sumber: AntaraNews