Bulog Sumut Tetap Serap Gabah Petani Selama Libur Lebaran 2026, Jaga Ketersediaan Pangan
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) mengerahkan tim khusus untuk tetap serap gabah petani di wilayah kerjanya selama libur Lebaran 2026, memastikan stabilitas pasokan pangan daerah.
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) mengambil langkah proaktif menjelang dan selama libur Lebaran 2026. Mereka mengerahkan tim khusus untuk memastikan penyerapan gabah kering panen dari petani tetap berjalan. Inisiatif ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan pangan di tengah periode liburan panjang.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, menjelaskan bahwa tim penyerapan ini disiapkan secara khusus. Tujuannya adalah mengantisipasi kebutuhan petani yang ingin menjual hasil panen mereka ke Bulog selama libur Lebaran 2026. Langkah ini menunjukkan komitmen Bulog dalam mendukung petani lokal.
Gabah di sebagian besar wilayah Sumut saat ini relatif cepat kering karena memasuki musim panas. Kondisi ini membuat petani lebih leluasa untuk segera menjual hasil panen mereka. Bulog Sumut siap menampung gabah tersebut tanpa terkendala libur Lebaran.
Strategi Penyerapan dan Imbauan kepada Petani
Bulog Sumut menegaskan komitmennya untuk terus menyerap gabah petani meskipun dalam suasana libur Lebaran 2026. Budi Cahyanto mengimbau para petani agar tidak perlu khawatir terkait penjualan gabah mereka. Proses penyerapan akan terus berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Harga pembelian gabah oleh Bulog juga telah ditetapkan secara transparan untuk memberikan kepastian kepada petani. Bulog siap membeli gabah dengan harga Rp6.400 per kilogram di tingkat petani. Sementara itu, untuk gabah di tingkat penggilingan, harga yang ditawarkan adalah Rp6.700 per kilogram.
Kebijakan harga yang kompetitif ini diharapkan dapat mendorong petani untuk menjual gabah mereka kepada Bulog. Hal ini penting untuk mengisi cadangan pangan pemerintah daerah. Penyerapan yang konsisten juga membantu menjaga stabilitas harga di pasar lokal.
Capaian Penyerapan dan Wilayah Kontributor Utama
Hingga tanggal 18 Maret 2026, Perum Bulog Sumut telah mencatat capaian penyerapan gabah kering panen yang signifikan. Total gabah yang berhasil diserap mencapai 12.242 ton dari berbagai petani di Sumatera Utara. Angka ini menunjukkan efektivitas program penyerapan yang dilakukan Bulog.
Jika dikonversikan menjadi beras, jumlah gabah yang diserap tersebut setara dengan sekitar 6.121 ton beras. Konversi ini memberikan gambaran jelas mengenai kontribusi Bulog dalam memenuhi kebutuhan beras di wilayah Sumut. Ketersediaan beras yang cukup sangat krusial, terutama menjelang dan sesudah Lebaran.
Penyerapan gabah kering panen ini berasal dari beberapa kabupaten utama di Sumut. Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Simalungun, dan Batu Bara menjadi daerah penyumbang terbesar. Secara spesifik, penyerapan terbesar tercatat di wilayah Langkat, Deli Serdang, dan Simalungun.
Sumber: AntaraNews