BSN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Ekonomi Muhammadiyah
penetrasi ke ekosistem Muhammadiyah merupakan langkah nyata perusahaan dalam mempercepat inklusi keuangan syariah.
PT Bank Syariah Nasional (BSN) memulai langkah ekspansi bisnis yang signifikan dengan memasuki ekosistem organisasi Islam terbesar, Muhammadiyah. Keputusan ini diambil sebagai upaya untuk mengatasi stagnasi pangsa pasar perbankan syariah nasional yang selama ini terjebak di kisaran 7 persen hingga 8 persen dalam satu dekade terakhir.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara manajemen BSN dan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menandai awal bagi BSN untuk mengelola likuiditas di ribuan titik jaringan persyarikatan, yang mencakup sektor pendidikan, kesehatan, hingga rantai pasok usaha warga.
Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, menjelaskan bahwa penetrasi ke ekosistem Muhammadiyah merupakan langkah nyata perusahaan dalam mempercepat inklusi keuangan syariah yang saat ini baru mencapai 13,41 persen.
"Kami tidak lagi menunggu pasar, melainkan masuk ke ekosistem yang sudah matang. Muhammadiyah memiliki legitimasi dan jejaring ekonomi yang luar biasa. Ini adalah momentum bagi BSN untuk hadir sebagai mitra utama dalam membangun kepercayaan masyarakat melalui layanan yang nyata," ungkap Alex di Tangerang pada Selasa (24/2).
Dalam kerja sama ini, BSN berkomitmen untuk menjadi penyedia solusi cash management digital bagi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Perusahaan ini menargetkan pengelolaan dana dan sistem pembayaran yang mencakup layanan payroll, virtual account, hingga integrasi QRIS bagi ratusan universitas dan rumah sakit di bawah naungan Muhammadiyah.
Selain itu, BSN juga meluncurkan kartu debit co-branding Muhammadiyah--BSN untuk menyasar jutaan warga persyarikatan secara langsung. Seluruh ekosistem ini akan terintegrasi ke dalam aplikasi Bale Syariah by BSN, yang memungkinkan akses terhadap pembiayaan perumahan syariah hingga investasi cicilan emas secara digital.
Fundamental Kuat Hasil Transformasi
Aksi ekspansi yang dilakukan oleh BSN ini didukung oleh fundamental yang semakin kuat setelah transformasi yang terjadi tahun lalu. Sebagai bank yang terbentuk melalui akuisisi Victoria Syariah oleh BTN Syariah, BSN mencatatkan total aset mencapai Rp72,9 triliun pada Desember 2025.
Dengan dukungan 118 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia, BSN memiliki keyakinan bahwa penetrasi ke dalam ekosistem Muhammadiyah akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap portofolio dana pihak ketiga (DPK) perusahaan.
Alex juga menambahkan bahwa melihat perbandingan dengan Malaysia, yang memiliki pangsa pasar syariah di atas 40 persen, menjadi motivasi bagi BSN untuk terus memperluas penetrasi ke organisasi massa terbesar di Indonesia.
"Kolaborasi ini bukan sekadar seremoni. Kami berkomitmen memberikan manfaat finansial yang berkelanjutan bagi keluarga besar Muhammadiyah melalui program yang terukur," kata Alex.
Perkuat Sistem Ekosistem Syariah
Sementara itu, Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Hilman Latief, menyatakan bahwa Muhammadiyah akan terus berkembang untuk memperkuat ekosistem syariah di Indonesia.
"Selain memiliki amal usaha dan ratusan ribu pegawai yang ada di amal usaha, tentunya Muhammadiyah harus memiliki peran yang strategis dalam penguatan ekonomi syariah di tanah air," ungkapnya.
Hilman menambahkan bahwa untuk mencapai tujuan tersebut, Muhammadiyah akan melakukan berbagai bentuk pembiayaan guna mendukung revitalisasi amal usaha yang ada.
Hilman juga menyampaikan bahwa pimpinan pusat Muhammadiyah telah membentuk tim untuk pengadaan perumahan subsidi dan non-subsidi bagi warga persyarikatan. "Insya Allah, ini akan mencakup pegawai, karyawan, dan aktivis Muhammadiyah di seluruh Indonesia," jelasnya.
Dengan langkah-langkah ini, Muhammadiyah berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan dan memberikan dukungan yang lebih baik bagi anggotanya.