BPOLBF Perkuat Standar Keselamatan Wisata Bahari Labuan Bajo Melalui Pelatihan
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bersama Divers Alert Network (DAN) memperkuat standar keselamatan wisata bahari Labuan Bajo dengan pelatihan komprehensif, bertujuan menciptakan pengalaman aman bagi wisatawan.
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mengambil langkah proaktif untuk meningkatkan standar keselamatan wisata bahari di Labuan Bajo. Kolaborasi strategis dijalin dengan Divers Alert Network (DAN) guna menyelenggarakan pelatihan intensif. Inisiatif ini berfokus pada pembekalan kemampuan penanganan kondisi darurat bagi para pelaku pariwisasa di destinasi super prioritas tersebut.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjadikan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata bahari yang tidak hanya memukau, tetapi juga terjamin keamanannya. Sebanyak 50 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk pelaku wisata selam, asosiasi pariwisata, pemerintah daerah, hingga instansi vertikal, turut serta. Mereka dibekali pengetahuan dan keterampilan vital dalam menghadapi potensi kecelakaan di perairan Labuan Bajo.
Program peningkatan kapasitas ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan angka kecelakaan dapat diminimalisir, bahkan mencapai target zero accident. Langkah ini krusial untuk menjaga reputasi Labuan Bajo sebagai magnet bagi wisatawan domestik maupun internasional.
Pentingnya Keselamatan dalam Pariwisata Bahari Labuan Bajo
Aspek keselamatan dan keamanan menjadi fondasi utama dalam pengembangan pariwisata bahari, khususnya di Labuan Bajo. Asisten Deputi Pengembangan Produk Pariwisata Kementerian Pariwisata, Itok Parikesit, menegaskan hal tersebut dalam keterangannya. Ia menyatakan bahwa peningkatan keselamatan menyelam adalah prasyarat agar destinasi bahari Indonesia dikenal indah dan aman bagi setiap wisatawan.
Program ini juga merupakan bagian integral dari kolaborasi 'Diving Safety 1000 Initiatives' antara Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan Divers Alert Network. Inisiatif ini telah berjalan sejak tahun 2023 dan berhasil menjangkau lebih dari 90 persen destinasi wisata bahari di seluruh Indonesia. Komitmen ini menunjukkan keseriusan dalam menciptakan ekosistem pariwisata bahari yang bertanggung jawab dan aman.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Manggarai Barat, Stefanus Jemsifori, menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen pemerintah pusat. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat secara efektif membantu mencegah kecelakaan wisata bahari yang kerap terjadi di perairan Labuan Bajo. Upaya kolektif ini diharapkan membawa dampak positif signifikan bagi industri pariwisata lokal.
Materi Pelatihan Komprehensif untuk Kesiapan Darurat
Pelatihan yang diberikan kepada 50 peserta mencakup materi edukasi krusial seperti Basic Life Support (Bantuan Hidup Dasar), Cardiopulmonary Resuscitation (CPR), dan Emergency Oxygen Provider. Materi-materi ini dirancang untuk membekali pelaku wisata selam dengan keterampilan vital. Tujuannya adalah agar mereka siap menghadapi berbagai potensi kecelakaan di lapangan dan mendorong tercapainya target zero accident.
Sesi pelatihan tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga mencakup praktik langsung yang mendalam. Peserta diajarkan teknik penanganan kondisi darurat, termasuk penggunaan Automated External Defibrillator (AED) dan pemberian oksigen darurat. Selain itu, teknik penanganan gangguan pernapasan juga menjadi fokus utama dalam sesi praktis tersebut.
Sebagai bekal tambahan, setiap peserta pelatihan turut dibekali dengan Marine Medikit. Perlengkapan pertolongan pertama ini sangat penting untuk penanganan awal di lokasi kejadian. Dengan demikian, respons cepat dan tepat dapat diberikan sebelum bantuan medis lebih lanjut tiba, meningkatkan peluang keselamatan korban.
Komitmen Bersama untuk Pariwisata Berkelanjutan
Presiden dan CEO DAN, Cliff Richardson, menekankan bahwa keselamatan merupakan inti dari seluruh inisiatif yang dijalankan oleh organisasinya. Ia menyatakan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari angka, tetapi juga dari nyawa yang berhasil dilindungi dan standar keselamatan kelas dunia yang terus ditingkatkan. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya aspek kemanusiaan dalam setiap kegiatan pariwisata.
Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menegaskan bahwa keselamatan adalah fondasi utama dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo. Ia menyatakan, “Kami ingin memastikan setiap wisatawan mendapatkan pengalaman yang tidak hanya indah, tetapi juga aman.” Visi ini sejalan dengan upaya menjadikan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata berkualitas.
Melalui kolaborasi erat antara BPOLBF, Kementerian Pariwisata, dan DAN, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata bahari terus didorong. Inisiatif ini merupakan bagian esensial dari transformasi Labuan Bajo. Tujuannya adalah menjadikan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan, memberikan pengalaman tak terlupakan bagi setiap pengunjung.
Sumber: AntaraNews