Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), menunjukkan komitmen kuat dalam upaya menurunkan angka kecelakaan kapal di wilayah perairannya. Langkah ini diambil melalui berbagai pendekatan strategis, termasuk pelayanan prima serta kegiatan sosialisasi dan edukasi berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berlayar bagi seluruh pengguna laut.
Inisiatif ini secara khusus menyasar para nelayan dan pelaku wisata yang beroperasi di perairan Labuan Bajo, yang merupakan destinasi pariwisata super prioritas. Edukasi diberikan secara langsung, seperti saat proses pelayanan pas kecil elektronik (e-pas kecil), untuk memastikan pesan keselamatan tersampaikan secara efektif. Kepala KSOP Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, menegaskan pentingnya pendekatan proaktif ini.
Hasil dari berbagai upaya tersebut mulai terlihat dengan adanya penurunan signifikan dalam rasio kecelakaan kapal selama lima tahun terakhir. Data menunjukkan tren positif yang mengindikasikan keberhasilan program KSOP Labuan Bajo dalam menciptakan lingkungan pelayaran yang lebih aman. Penurunan ini menjadi bukti nyata efektivitas strategi yang diterapkan.
Advertisement
Advertisement
KSOP Labuan Bajo secara konsisten melaksanakan program edukasi dan sosialisasi mengenai keselamatan berlayar kepada komunitas maritim setempat. Program ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari penggunaan peralatan keselamatan hingga pemahaman regulasi pelayaran. Kegiatan ini seringkali diintegrasikan dengan pelayanan rutin, seperti penerbitan e-pas kecil, untuk menjangkau lebih banyak pihak.
Stephanus Risdiyanto menjelaskan, "Kami sering melakukan sosialisasi dan edukasi tentang keselamatan berlayar kepada para nelayan, seperti saat pelayanan pas kecil elektronik (e-pas kecil) kami gunakan kesempatan itu untuk sosialisasi." Pendekatan ini memastikan bahwa informasi vital tentang keselamatan pelayaran dapat diterima langsung oleh para nelayan dan awak kapal wisata. Fokus utama adalah pada peningkatan kapasitas dan kesadaran individu.
Pelatihan khusus juga diberikan kepada nelayan dan awak kapal wisata di beberapa lokasi strategis. Area seperti Rangko, Pulau Papagarang, hingga Pulau Mules di Kabupaten Manggarai menjadi sasaran program ini. Pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menghadapi situasi darurat di laut dan memastikan keamanan serta kenyamanan selama pelayaran.
Advertisement
Advertisement
Upaya berkelanjutan KSOP Labuan Bajo telah membuahkan hasil yang menggembirakan, ditandai dengan penurunan rasio kecelakaan kapal yang signifikan. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, wilayah perairan Labuan Bajo mencatat tren positif dalam hal keselamatan pelayaran. Penurunan ini mencerminkan efektivitas program dan komitmen yang kuat dari pihak otoritas.
Kepala KSOP Labuan Bajo merinci data rasio kecelakaan kapal yang menunjukkan perbaikan berkelanjutan. Pada tahun 2021, rasio tercatat sebesar 0,048 persen, kemudian menurun menjadi 0,045 persen pada tahun 2022, dan 0,036 persen pada tahun 2023. Tren positif ini terus berlanjut, dengan angka 0,028 persen pada tahun 2024, dan hingga 30 September 2025, rasio mencapai 0,019 persen.
Rasio kecelakaan kapal ini dihitung berdasarkan perbandingan antara jumlah keberangkatan kapal yang mendapatkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dengan total insiden kecelakaan yang terjadi. "Hingga akhir September 2025 ini yang tercatat 0,019 persen dari 100 ribu keberangkatan kapal," ungkap Stephanus, menunjukkan bahwa angka kecelakaan sangat rendah dibandingkan volume pelayaran yang tinggi.
Advertisement
Advertisement
Selain edukasi, KSOP Labuan Bajo juga menerapkan strategi preventif yang kuat untuk mencegah insiden di laut. Salah satu langkah penting adalah penerbitan Notice to Mariners (NtM) atau pemberitahuan kepada nakhoda kapal. Pemberitahuan ini dikeluarkan jika terdapat potensi cuaca ekstrem berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), guna memberikan informasi terkini tentang kondisi perairan.
Patroli laut rutin menjadi pilar penting lainnya dalam menjaga keselamatan pelayaran. Patroli ini tidak hanya berfokus pada penegakan hukum atau pelanggaran, tetapi juga mencakup pengecekan menyeluruh terhadap peralatan keselamatan yang ada di kapal. Petugas juga melakukan peragaan penggunaan alat keselamatan dan memberikan petunjuk mengenai prosedur darurat.
Kegiatan patroli ini memastikan bahwa setiap kapal yang beroperasi memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan. Dengan adanya pengecekan berkala dan edukasi langsung di lapangan, KSOP Labuan Bajo berupaya menciptakan budaya keselamatan yang kuat di kalangan pelaut dan operator kapal. Ini merupakan bagian integral dari komitmen mereka untuk menjaga perairan Labuan Bajo tetap aman.
Advertisement
Sumber: AntaraNews