Menilik Sektor Riil dari Dekat
Menilik Sektor Riil dari Dekat Lihat Selengkapnya
Sorot
{{caption}}
Kasus Nikel, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Terima Suap Rp 4,8 M

{{caption}}
Sadar dari Kritis, Bocah Korban Bully di Jakpus Cerita Kerap Dipalak dan Dianiaya

{{caption}}
Anggota Komcad TNI Diadili dalam Kasus Jual Beli Senpi Ilegal

{{caption}}
Hasto Soroti Kenaikan Pertamax: Menggerus Kelas Menengah

{{caption}}
Hasto Cerita Buku Warisan Bung Karno soal Fondasi Gizi Anak Indonesia

{{caption}}
Diperiksa Kasus Hanania Travel, Praz Teguh: Saya Bayar Hampir Rp 1 Miliar

Topik Terkait
{{caption}}
BI Sebut Momen Ramadan Mendorong Peningkatan Jumlah Uang yang Beredar

Bank Indonesia (BI) menjelaskan berbagai faktor yang memengaruhi jumlah uang yang beredar di masyarakat.

{{caption}}
Data Bank Indonesia: Uang Beredar Tumbuh 10 Persen di Januari 2026, Tembus Rp10.117 Triliun

Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 14,9 persen (yoy) dan uang kuasi sebesar 5,4 persen (yoy).

{{caption}}
BI: Pertumbuhan Uang Beredar M2 Desember 2025 Capai Rp10.133,1 Triliun

Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar M2 pada Desember 2025 tumbuh lebih tinggi, mencapai Rp10.133,1 triliun, menunjukkan peningkatan signifikan dalam peredaran uang di masyarakat.

{{caption}}
Uang Beredar di Indonesia Mencapai Rp9.239 Triliun per Februari 2025

Ramdan menjelaskan, perkembangan M2 pada Februari 2025 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih.

{{caption}}
Peredaran Uang di Januari 2025 Tumbuh Pesat, Capai Rp9.232 Triliun

BI mencatat, uang kartal yang beredar di masyarakat pada Januari 2025 sebesar Rp1.010,0 triliun.

{{caption}}
Data Bank Indonesia:Uang Beredar Oktober 2024 Tembus Rp9.078 Triliun

Uang kartal yang beredar di masyarakat pada Oktober 2024 sebesar Rp970,1 triliun, atau tumbuh 12,4 persen (yoy).

{{caption}}
Data Bank Indonesia: Uang Beredar di Juli 2024 Tembus Rp8.970 Triliun

Perkembangan peredaran uang terutama didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 6,3 persen (yoy) dan uang kuasi sebesar 7,2 persen (yoy).

{{caption}}
Uang Beredar di Bulan Juni 2024 Tembus Rp9.026 triliun

Peredaran uang di bulan Juni 2024, tumbuh 7,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

{{caption}}
OJK: Tabungan Orang Indonesia Naik Menjadi Rp8.441 Triliun di Februari 2024

Berdasarkan data OJK, tabungan orang Indonesia pada bulan Februari meningkat jadi Rp8.441 triliun.

{{caption}}
Kenaikan BI Rate Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional di Tengah Gejolak Global

Bank Indonesia memutuskan Kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin. Langkah ini dinilai strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dari volatilitas keuangan global dan depresiasi rupiah.

{{caption}}
TNI AL dan BI Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Pastikan Uang Layak Edar di Wilayah 3T Kalimantan Selatan

TNI AL mengerahkan KRI HIU-634 untuk mendukung distribusi layanan Bank Indonesia ke sejumlah pulau terpencil di wilayah Kalimantan Selatan.

{{caption}}
Respons Chatib Basri dan Purbaya Usai Dirumorkan Jadi Menkeu dan Gubernur BI

Chatib Basri merespons singkat isu penunjukannya sebagai Menteri Keuangan. Pemerintah menegaskan tidak ada rencana reshuffle kabinet.

{{caption}}
Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi USD144,9 Miliar pada Mei 2026

Secara keseluruhan, posisi cadangan devisa pada akhir Mei 2026 tetap kuat, setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor.

{{caption}}
Menteri Keuangan Tegaskan Indonesia Tak Menuju Krisis Ekonomi 1997-1998

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Indonesia tidak mengarah pada krisis ekonomi, keuangan, dan moneter seperti 1997-1998, meski rupiah sempat melemah. Stabilitas ekonomi nasional menjadi fokus utama pemerintah.

{{caption}}
Purbaya: Pelemahan Rupiah dan IHSG Tak Goyahkan Fundamental Ekonomi Indonesia

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelemahan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang sebenarnya, melainkan dipicu oleh persepsi negatif.