Berkat Pendampingan BRI, UMKM Keripik Tempe Umpet Ini Tak Lagi Ngumpet
Kini, usaha Erildya Cemilan Family mencatat omzet rata-rata Rp7–10 juta per bulan dan memiliki pelanggan yang terus bertambah.
Berawal dari hobi ngemil, kini Erildya Cemilan Family sukses menjelma menjadi salah satu UMKM inspiratif berkat pendampingan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Usaha ini membuktikan bahwa semangat, kreativitas, serta pembinaan yang tepat dapat mengubah ide sederhana menjadi peluang ekonomi menjanjikan.
"Awalnya karena seluruh keluarga memang hobi ngemil, dan di masa pandemi kami ingin membantu perekonomian keluarga. Dari situlah lahir ide membuat camilan tradisional dengan sentuhan modern," ujar pemilik Erildya Cemilan Family mengenang awal mula usahanya.
Salah satu produk andalan yang kini dikenal luas adalah keripik tempe umpet—camilan unik dengan cita rasa gurih khas Nusantara dan kemasan modern. Selain itu, ada pula produk lain seperti kacang kriwil dan sebring kriukk yang digemari berbagai kalangan, dari remaja hingga dewasa.
Namun, perjalanan menuju kesuksesan tidak selalu mulus. Di awal berdiri, keterbatasan pengetahuan dalam pemasaran menjadi tantangan terbesar. "Dulu kami hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut atau pesanan lewat WhatsApp. Belum tahu cara memasarkan produk secara luas," ungkapnya.
Perubahan besar terjadi ketika pemilik Erildya Cemilan Family bergabung dengan Rumah BUMN BRI Jakarta pada tahun 2022. Melalui program pemberdayaan yang menyediakan pelatihan, pendampingan, dan transformasi digital bagi pelaku UMKM, mereka mendapatkan bekal penting untuk mengembangkan bisnis.
"Saya mendaftar melalui website Rumah BUMN Jakarta, lalu diundang masuk ke grup pelatihan oleh admin untuk mengikuti pelatihan di RB BUMN. Saya juga sudah menjadi nasabah BRI sejak lama, bahkan sejak produk Tabungan Tabanas hingga kini menjadi pengguna Britama," tuturnya.
Ikut program BRIncubator Lokal 2025
Tak berhenti di situ, Erildya Cemilan Family juga terpilih mengikuti program BRIncubator Lokal 2025, yang membuka wawasan lebih luas tentang branding, pemasaran digital, dan strategi bisnis. "Lewat pelatihan, saya jadi memahami bagaimana membangun brand usaha, memasarkan produk secara online dan offline, serta memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan penjualan," tambahnya.
Kini, usaha ini mencatat omzet rata-rata Rp7–10 juta per bulan dan memiliki pelanggan yang terus bertambah. Tidak hanya memberi manfaat ekonomi bagi keluarga, bisnis ini juga membuka lapangan kerja bagi warga sekitar. "Ke depan, saya ingin mengembangkan usaha ini menjadi skala home industry dan memberdayakan masyarakat sekitar," ujarnya.
BRI beri pendampingan menyeluruh
Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengapresiasi semangat dan ketekunan pelaku UMKM seperti Erildya Cemilan Family. "Kisah sukses UMKM binaan seperti Erildya Cemilan Family menjadi bukti nyata bahwa semangat pantang menyerah dan pembinaan yang tepat dapat melahirkan pelaku usaha tangguh. BRI berkomitmen terus mendampingi dan mendorong para pelaku UMKM agar naik kelas melalui program seperti BRIncubator melalui Rumah BUMN," ujarnya.
Lebih lanjut, Dhanny menegaskan bahwa dukungan BRI terhadap UMKM tidak hanya berupa akses permodalan, tetapi juga pendampingan menyeluruh agar mampu menghadapi tantangan era digital. "Kami ingin memastikan setiap pelaku UMKM binaan BRI mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, mengoptimalkan teknologi, dan menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi nasional," imbuhnya.
Melalui kisah sukses Erildya Cemilan Family, BRI membuktikan komitmennya untuk terus menjadi sahabat UMKM Indonesia—hadir, mendampingi, dan tumbuh bersama, agar produk-produk lokal seperti keripik tempe umpet tak lagi ngumpet dan semakin dikenal luas di pasar nasional.