Bandara RHF Tanjungpinang Resmi Berstatus Internasional, Siap Layani Pemeriksaan Imigrasi
Bandara Raja Haji Fisabililah (RHF) Tanjungpinang kini resmi berstatus internasional dan siap melayani pemeriksaan imigrasi, membuka peluang besar bagi pariwisata dan perekonomian Kepulauan Riau.
Bandara Internasional Raja Haji Fisabililah (RHF) Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), kini secara resmi telah ditetapkan sebagai tempat pemeriksaan imigrasi internasional. Ketetapan ini berdasarkan Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) RI tahun 2025 yang baru saja diterbitkan.
Keputusan penting ini membuka jalan bagi Bandara RHF untuk kembali melayani penerbangan internasional, setelah sebelumnya status serupa juga dikembalikan melalui Keputusan Menteri Perhubungan (Menhub) RI Nomor 37 Tahun 2025. Perubahan status ini diharapkan dapat mendorong sektor pariwisata dan perekonomian lokal.
Pemerintah daerah bersama berbagai pemangku kepentingan terkait sedang menindaklanjuti keputusan ini untuk memastikan kesiapan operasional. Kesiapan fasilitas dan sumber daya manusia dari Imigrasi Tanjungpinang telah dikonfirmasi untuk mendukung jalur penerbangan internasional di bandara tersebut.
Kesiapan Imigrasi dan Fasilitas Bandara RHF
Kepala Imigrasi Kelas I Tanjungpinang, Ben Yuda Karubaba, menyatakan kesiapan penuh pihaknya dalam menempatkan petugas pemeriksaan keimigrasian di Bandara RHF. "Keputusan Menteri Imipas ini baru keluar pekan kemarin. Sekarang, sedang ditindak lanjuti bersama pemerintah daerah dan stakeholder terkait," ujarnya.
Menurut Ben Yuda, fasilitas keimigrasian di Bandara RHF sudah sangat memadai untuk mendukung penerbangan internasional. Mulai dari counter pemeriksaan imigrasi hingga jaringan internet, semuanya telah siap. Pihak Imigrasi akan segera menurunkan sekitar enam petugas begitu jalur penerbangan internasional dibuka, dengan SDM yang sangat siap.
Potensi penerbangan internasional melalui Bandara RHF dinilai sangat besar, terutama untuk rute Tanjungpinang-Kuala Lumpur, Malaysia. Saat ini, banyak wisatawan mancanegara dari Malaysia yang datang ke Kepri melalui jalur laut, namun hanya bisa menuju Johor. Penerbangan langsung ke Kuala Lumpur akan sangat memudahkan mereka.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Potensi Ekonomi
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menyambut baik kembalinya status internasional Bandara RHF, menyebutnya sebagai momentum penting yang tidak boleh disia-siakan. “Kepri ini kawasan pariwisata. Dengan bandara internasional, wisman bisa langsung mendarat di Tanjungpinang dan Bintan tanpa transit di Batam atau Singapura,” kata Ansar.
Ansar juga mendorong maskapai penerbangan untuk segera mempersiapkan rute-rute baru, termasuk peluang penerbangan charter maupun reguler dari luar negeri. Hal ini mempertimbangkan tingginya permintaan wisatawan yang selama ini harus transit di lokasi lain sebelum mencapai Kepri.
Imigrasi Tanjungpinang terus berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan untuk merealisasikan penerbangan internasional ini. Dampaknya tidak hanya terbatas pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga diharapkan dapat memutar roda perekonomian daerah setempat secara signifikan. "Kami mendukung penuh penerbangan internasional Bandara RHF, sesuai tugas pokok dan fungsi Imigrasi," tegas Ben Yuda Karubaba.
Kapasitas dan Penyesuaian Infrastruktur Bandara
General Manager (GM) PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara RHF Tanjungpinang, Agung Brahmantyo, menjelaskan bahwa kapasitas terminal bandara ini mampu menampung hingga satu juta penumpang per tahun. Namun, pada tahun 2024, baru terisi sekitar 264 ribu penumpang, menunjukkan potensi besar yang belum termanfaatkan.
Agung menyatakan bahwa pihaknya telah mengaktifkan kembali berbagai fasilitas internasional yang diperlukan. Ini mencakup counter imigrasi, bea cukai, dan karantina, yang semuanya esensial untuk operasional penerbangan internasional. Penyesuaian juga akan dilakukan pada sertifikat bandar udara, dari domestik menjadi internasional.
Dengan kesiapan infrastruktur dan dukungan penuh dari berbagai pihak, Bandara RHF Tanjungpinang siap menjadi gerbang utama bagi wisatawan dan pelaku bisnis internasional. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau.
Sumber: AntaraNews