Atasi Sampah Plastik, Biopac Hadirkan Kemasan Ramah Lingkungan Berbasis Rumput Laut
Produk ini berhasil menembus 26 negara dan meraih penghargaan internasional seperti Inventor Award, Ocean Innovation Prize 2021, ASEAN Smart Cities dll.
Jumlah sampah plastik yang terus meningkat kini bukan hanya menjadi masalah lingkungan, tetapi juga ancaman kesehatan. Partikel plastik yang terurai menjadi mikroplastik dan nanoplastik dapat masuk ke tubuh manusia melalui makanan, minuman, garam, hingga daging.
Sebagai solusi, hadir Biopac, produsen kemasan ramah lingkungan berbahan dasar rumput laut. Selain menjadi alternatif plastik sekali pakai, produk ini juga menyerap tenaga petani dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya rumput laut di Indonesia.
Biopac didirikan oleh Dr. Noryawati Mulyono pada 2019 dan berbasis di Tangerang, Banten. Sebelum itu, ia telah meneliti bioplastik sejak 2010—hasil riset yang menjadi dasar lahirnya Biopac.
"Produk Biopac merupakan hasil riset yang saya kembangkan ketika masih menjadi dosen di Fakultas Bioteknologi Atmajaya, dengan bantuan dana riset dari L'Oréal-UNESCO For Women in Science pada tahun 2010. Misi saya adalah untuk mengurangi sampah plastik karena plastik ini menjadi kemasan yang tidak pernah dapat terhindarkan. Di sisi lain sampah bukan hanya menjadi masalah lingkungan, tetapi juga kesehatan," kata Noryawati saat ditemui dalam acara BRI UMKM EXPO(RT) 2025 di ICE BSD Hall 5, Tangerang (30/1/2025) lalu.
Biopac menyediakan berbagai jenis kemasan dari lembaran, sachet, pouch, kantong belanja, kantong teh celup, hingga cup ramah lingkungan. Inovasi terbarunya berupa kantong teh celup dan cup yang aman dari mikroplastik.
"Kita merambah ke tea bag atau kantong teh celup. Kita kembangkan produk ini karena tanpa disadari, banyak konsumen yang mengonsumsi teh celup yang mengandung mikroplastik dan nanoplastik akibat pemanasan air. Hal yang sama juga berlaku pada kopi panas," jelasnya.
Harga produk Biopac terjangkau, mulai dari Rp280 hingga Rp4.000. Pasarnya mencakup bisnis, rumah tangga, hingga sektor pertanian melalui produk coating powder untuk melapisi buah agar lebih awet dan mengurangi penggunaan plastik wrapping.
Raih Penghargaan Dunia dan Go Global
Seiring waktu, Biopac berkembang pesat. Produk ini berhasil menembus 26 negara dan meraih penghargaan internasional seperti Inventor Award, Ocean Innovation Prize 2021, ASEAN Smart Cities Partnership 2022, dan The SUP Challenge 2022.
"Dari sisi kapasitas produksi dan volume penjualan Biopac meningkat 40 kali lipat. Namun, dari sisi omzet secara nominal tidak melonjak drastis. Peningkatannya tidak sampai 5 kali lipat karena kita sudah menurunkan harga jual jauh sekali," ungkap Noryawati.
Dengan strategi tersebut, Biopac berhasil menjadi produsen kemasan ramah lingkungan termurah di dunia dengan sertifikasi terlengkap.
"Biopac ini kemasan ramah lingkungan termurah di dunia dengan sertifikasi terlengkap. Kenapa bisa? Karena kita mendapatkan funding dan bisa meng-apply sertifikasi. Jadi harga jual produk kita rendah tapi dengan sertifikat yang lebih lengkap," tutupnya.