Kisah Dewi dan Wedang Rempah 3 Putri Asal Sukoharjo, dari Kegagalan hingga Laris Manis di Jakarta

Berawal dari tradisi keluarga, Wedang Rempah 3 Putri sukses go internasional dan sold out di BRI UMKM EXPO(RT) 2025.

Nisa Mutia Sari
Oleh Nisa Mutia Sari - Reporter
Kisah Dewi dan Wedang Rempah 3 Putri Asal Sukoharjo, dari Kegagalan hingga Laris Manis di Jakarta
Kisah Dewi dan Wedang Rempah 3 Putri Asal Sukoharjo, dari Kegagalan hingga Laris Manis di Jakarta (Merdeka.com)

Di tengah maraknya tren minuman modern berbasis kopi, teh kekinian, hingga bubble tea, sebuah usaha minuman tradisional berbahan rempah justru mampu mencuri perhatian. Usaha itu adalah Wedang Rempah 3 Putri, yang digagas oleh Dewi Wahyuningsih sejak tahun 2019. Berbasis di Tawangsari, Sukoharjo, Jawa Tengah, bisnis ini hadir membawa cita rasa tradisi yang autentik dengan pendekatan modern.

Nama Wedang Rempah 3 Putri bukan sekadar label dagang, melainkan mengandung makna personal yang dalam bagi sang pendiri. “Nama usaha Wedang Rempah 3 Putri ini saya ambil karena saya punya anak dan anak saya 3 putri semua,” ungkap Dewi kepada merdeka.com pada Rabu (23/4/2025).

Keterikatan emosional ini menjadi fondasi kuat dalam menjaga nilai dan konsistensi usaha yang dibangunnya. Dengan latar belakang keluarga yang akrab dengan dunia jamu, Dewi mengambil keputusan berani untuk mengembangkan minuman rempah lokal agar lebih diterima oleh generasi masa kini.

“Awal merintis usaha karena latar belakang keluarga saya semua jamu, kami ingin mengembangkan minuman tradisional dari rempah lokal hingga akhirnya saya membuat usaha Wedang Rempah 3 Putri,” cerita Dewi penuh semangat.

Awal Mula Berdirinya Wedang Rempah 3 Putri

Produk Wedang Rempah 3 Putri saat di BRI UMKM EXPO(RT) 2025
Produk Wedang Rempah 3 Putri saat di BRI UMKM EXPO(RT) 2025 (merdeka.com/Nisa Mutia Sari)

Perjalanan Dewi dalam membangun Wedang Rempah 3 Putri bermula dari kecintaannya terhadap jamu dan minuman tradisional yang diwariskan turun-temurun dalam keluarganya. Ia melihat adanya peluang besar untuk memperkenalkan kekayaan rempah Nusantara kepada generasi modern, tanpa harus kehilangan cita rasa aslinya yang menyehatkan.

Pada tahun 2019, Dewi resmi memulai produksi wedang rempahnya dengan berbekal bahan-bahan alami yang segar, tanpa pengawet maupun tambahan kimia berbahaya. Semua proses produksi dilakukan secara mandiri untuk memastikan kualitas dan manfaat tetap terjaga dalam setiap sajian.

Produk yang dihasilkan sangat beragam, tersedia dalam berbagai rasa dan dikemas dalam pilihan kemasan praktis maupun premium. Hal ini dilakukan agar produknya dapat dijangkau semua kalangan dari berbagai latar belakang.

Harga produknya pun cukup terjangkau, mulai dari Rp15.000 hingga Rp40.000. Hal ini menciptakan nilai tambah bagi konsumen yang ingin menikmati minuman sehat dengan harga ramah.

Komitmen Dewi terhadap kualitas akhirnya berbuah manis. Wedang Rempah 3 Putri mampu memperoleh omzet bulanan yang stabil di kisaran Rp17 juta hingga Rp20 juta. Tidak hanya itu, produk Wedang Rempah 3 Putri kini telah berkelana ke berbagai penjuru tanah air, bahkan turut menjadi oleh-oleh hingga ke Singapura dan Spanyol.

“Ada juga dijadikan oleh-oleh untuk dibawa ke luar negeri. Bahkan sudah ada yang sampai Singapura hingga Spanyol,” ujar Dewi dengan penuh bangga.

Memberdayakan Ibu-Ibu Rumah Tangga di Sekitar

Produk Rempah 3 Putri Sukoharjo
Produk Rempah 3 Putri Sukoharjo (Instagram/@rempah3putri_)

Selain fokus pada pengembangan produk, Dewi juga membangun Wedang Rempah 3 Putri dengan misi sosial yang kuat, yakni memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di lingkungan sekitar tempat tinggalnya di Sukoharjo. Bagi Dewi, bisnis bukan sekadar tentang keuntungan semata, tetapi juga membawa manfaat bagi sesama.

Dengan melibatkan para ibu rumah tangga yang belum memiliki pekerjaan tetap, Dewi berhasil menciptakan lapangan kerja baru yang memperkuat perekonomian keluarga di daerahnya. Ibu-ibu ini terlibat aktif dalam proses produksi, mulai dari pengolahan bahan baku hingga pengemasan produk siap jual.

"Untuk produksi kami dibantu oleh ibu-ibu di sekitar rumah kami yang tidak punya pekerjaan. Sehingga bisa memberdayakan masyarakat sekitar," jelas Dewi.

Dampak positif dari langkah ini pun terlihat nyata. Misi ini tidak hanya memperlancar operasional usaha, namun juga mempererat hubungan sosial di lingkungan sekitar. Para ibu rumah tangga merasa dihargai, diberdayakan, dan memiliki kesempatan untuk berkontribusi bagi ekonomi keluarga mereka.

Model pemberdayaan seperti ini membawa citra positif terhadap Wedang Rempah 3 Putri di mata konsumen, karena masyarakat saat ini semakin menghargai brand yang memiliki dampak sosial nyata.

Menembus Kurasi Brilianpreneur dan BRI UMKM EXPO(RT) 2025

Rempah 3 Putri saat di BRI UMKM EXPO(RT) 2025
Rempah 3 Putri saat di BRI UMKM EXPO(RT) 2025 merdeka.com/Nisa Mutia Sari

Meskipun kini dikenal luas, perjalanan Dewi dan Wedang Rempah 3 Putri untuk menembus ajang besar tidaklah mulus. Ia pernah mengalami kegagalan dalam proses kurasi Brilianpreneur sebanyak dua kali berturut-turut, sebuah ujian berat yang hampir membuatnya menyerah.

Namun, Dewi memilih untuk menjadikan kegagalan itu sebagai pelajaran berharga, terutama dalam memperbaiki pemahaman tentang produk, memperkuat keunikan nilai jual, serta mengemas ceritanya dengan lebih menarik di mata para kurator. Ia menyadari bahwa memahami pasar dan menyampaikan nilai produk secara tepat adalah kunci sukses di industri ini.

Tak kenal menyerah, Dewi melakukan berbagai perbaikan dan persiapan ulang dengan lebih matang untuk mengikuti kurasi di tahun berikutnya. Dengan semangat baru, ia kembali mencoba masuk ke ajang BRI UMKM EXPO(RT) 2025 dan kali ini usaha kerasnya membuahkan hasil.

"Alhamdulillah, setelah belajar dari kegagalan, kami bisa masuk di BRI UMKM EXPO(RT) 2025. Ini pengalaman yang luar biasa," ujar Dewi dengan rasa syukur.

Keterlibatan Wedang Rempah 3 Putri dalam ajang besar seperti BRI UMKM EXPO(RT) tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri Dewi, tetapi juga membuka mata bahwa peluang ekspansi produk lokal ke pasar lebih luas sangat terbuka dengan strategi yang tepat.

Jadi Pusat Perhatian di BRI UMKM EXPO(RT) 2025

Berpartisipasi dalam BRI UMKM EXPO(RT) 2025 menjadi momentum bersejarah yang tidak akan dilupakan oleh Dewi dan tim Wedang Rempah 3 Putri. Pameran yang diadakan di ICE BSD Tangerang ini mempertemukan berbagai pelaku UMKM nasional dengan calon buyer, investor, dan masyarakat luas.

Selama event berlangsung, produk-produk Wedang Rempah 3 Putri mendapatkan sambutan yang sangat positif, bahkan di luar ekspektasi awal. Setiap hari, booth mereka dipadati oleh pengunjung yang penasaran mencicipi minuman rempah tradisional dengan kemasan kekinian.

"Penjualan kemarin luar biasa, produk kami sold out dan kami pulang tanpa membawa produk sisa," cerita Dewi bangga.

Selain berhasil mencetak penjualan tinggi, keikutsertaan ini juga menjadi ajang strategis untuk memperluas jejaring bisnis, mulai dari bertemu distributor baru hingga menjajaki peluang ekspor ke negara-negara lain. Banyak relasi dan potensi mitra baru yang tertarik dengan konsep serta kualitas produk Wedang Rempah 3 Putri.

"Terima kasih sekali kepada Bank BRI atas kesempatannya. Bersyukur sekali, luar biasa, dan tidak menyangka produk kami bisa diterima dengan sangat baik di Jakarta," tutup Dewi.

Menatap Masa Depan: Ekspansi dan Inovasi Produk

Produk Rempah 3 Putri Sukoharjo
Produk Rempah 3 Putri Sukoharjo (Instagram/@rempah3putri_)

Kesuksesan di BRI UMKM EXPO(RT) 2025 bukanlah garis akhir bagi Dewi, melainkan batu loncatan untuk terus berkembang. Dengan semakin luasnya jangkauan pasar, Wedang Rempah 3 Putri kini tengah bersiap melakukan inovasi lanjutan pada produknya.

Dewi berencana memperkaya varian rasa dan format kemasan agar bisa lebih fleksibel masuk ke berbagai segmen pasar, mulai dari pasar lokal premium hingga ritel modern di luar negeri. Ia juga mulai mempertimbangkan opsi untuk melakukan sertifikasi internasional agar lebih mudah menembus pasar ekspor.

Tidak berhenti di inovasi produk, Dewi juga berfokus membangun sistem produksi yang lebih profesional dan berkelanjutan, termasuk memperluas jumlah ibu-ibu yang diberdayakan. Ia percaya, semakin kuat fondasi sosial yang dibangun, semakin kokoh pula pertumbuhan bisnisnya.

Langkah strategis berikutnya adalah memperkuat branding Wedang Rempah 3 Putri agar lebih dikenal luas, termasuk lewat digital marketing dan keikutsertaan dalam pameran berskala internasional lainnya. Dewi juga tengah menjajaki kerja sama dengan hotel, restoran, dan café untuk memperluas distribusi produknya.

Semangat Dewi dalam membangun Wedang Rempah 3 Putri menjadi bukti nyata bahwa minuman tradisional Indonesia tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga bersinar di tengah kompetisi global jika dibekali dengan inovasi, konsistensi, dan hati yang tulus untuk berbagi manfaat kepada banyak orang.

Bank BRI Dorong UMKM Lokal Go Global

BRI UMKM EXPO(RT) 2025, ICE BSD Tangerang
BRI UMKM EXPO(RT) 2025, ICE BSD Tangerang (merdeka.com/Nisa Mutia Sari)

Bank BRI terus memperkuat dukungan terhadap UMKM dengan strategi lengkap, dari pembiayaan hingga memperluas akses ke pasar global. Selain lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR) bersuku bunga rendah, BRI juga memberikan pelatihan dan pendampingan intensif kepada pelaku usaha.

Tak hanya fokus di dalam negeri, BRI juga menargetkan peningkatan ekspor produk UMKM sebagai bagian dari upaya mendorong UMKM naik kelas. "BRI berkomitmen mendukung UMKM dari pembiayaan hingga membuka akses global," ujar perwakilan BRI dalam rilis mengutip situs BRI.

Dengan kombinasi pendanaan, pengembangan kapasitas, dan perluasan pasar, BRI menjadi motor penting bagi pertumbuhan UMKM Indonesia.

Melalui program KUR, BRI memberi akses pembiayaan mudah dan terjangkau kepada pelaku UMKM di seluruh Indonesia, mendukung pertumbuhan usaha mikro dan kecil. Selain pendanaan, BRI rutin mengadakan pelatihan manajemen, pemasaran digital, dan inovasi produk untuk meningkatkan daya saing UMKM.

Konsultasi bisnis juga diberikan agar pelaku UMKM dapat memperbaiki strategi usaha dan mengembangkan bisnis lebih berkelanjutan. Dengan dukungan ini, UMKM tidak hanya bergantung pada modal, tetapi juga mampu mengelola usaha secara profesional dan adaptif.

BRI percaya bahwa kombinasi modal dan keahlian akan membawa UMKM Indonesia lebih siap menghadapi pasar global. Selain penguatan di dalam negeri, BRI juga serius membuka jalan ekspor bagi UMKM dengan target besar di pasar luar negeri.

Kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga internasional, terus diperluas untuk mempercepat misi ini. Melalui BRI UMKM EXPO(RT) 2025, UMKM mendapatkan platform untuk memamerkan produk kepada buyer dan investor global.

Pameran ini bukan hanya ajang promosi, tetapi juga membuka peluang bisnis baru dan memperkuat merek lokal di dunia internasional. Dengan semua inisiatif ini, BRI membuktikan komitmennya menjadi mitra utama UMKM menuju pasar dunia.

“Harapan kami, dengan memberikan kesempatan kepada UMKM melalui bazar, pameran, store di Rumah BUMN atau kunjungan, UMKM dapat lebih termotivasi untuk berkembang,” kata Bagaskara Priyambodo selaku Koordinator Rumah BUMN BRI Yogyakarta ketika ditemui merdeka.com pada Rabu (12/3/2025).

Rekomendasi