Apakah Kanker Prostat Ditanggung BPJS?
Isu ini kembali menjadi sorotan global setelah Presiden ke-46 Amerika Serikat, Joe Biden, diumumkan menderita kanker prostat.
Kanker prostat menjadi salah satu penyakit yang semakin banyak diperbincangkan, termasuk di Indonesia. Dengan angka kejadian yang terus meningkat, masyarakat mulai bertanya-tanya: apakah pengobatan kanker prostat ditanggung oleh BPJS Kesehatan?
Secara umum, BPJS Kesehatan memang menanggung pengobatan kanker prostat, mulai dari diagnosis hingga terapi lanjutan. Jenis layanan yang dapat ditanggung antara lain pemeriksaan laboratorium, biopsi, pengobatan hormon, kemoterapi, hingga operasi. Namun, ada beberapa catatan penting. Tidak semua rumah sakit memiliki fasilitas kanker lengkap, dan beberapa prosedur seperti tes deteksi dini PSA (Prostate-Specific Antigen) belum tentu ditanggung sepenuhnya, tergantung indikasi medis dan rujukan dokter.
Pasien disarankan untuk memastikan layanan mana saja yang masuk dalam cakupan jaminan, dan sebaiknya menghubungi langsung kantor BPJS atau mengakses situs resminya untuk informasi yang paling akurat dan terkini.
Kisah Joe Biden dan Kanker Prostat Agresif
Isu kanker prostat kembali menjadi sorotan global setelah Presiden ke-46 Amerika Serikat, Joe Biden, diumumkan menderita kanker prostat yang bersifat agresif. Kabar ini dirilis oleh kantornya pada Minggu, 18 Mei 2025.
Kanker tersebut ditemukan saat Biden menjalani pemeriksaan rutin. Nodul kecil pada prostatnya yang berusia 82 tahun akhirnya terkonfirmasi sebagai kanker. Bahkan, kanker ini telah menyebar ke tulang menandakan stadium lanjut. Meski demikian, kantor kepresidenan menyebut bahwa jenis kanker ini masih responsif terhadap terapi hormon, memberikan peluang penanganan yang efektif.
Apa Itu Gleason Score dan Mengapa Penting?
Kanker prostat Biden memiliki Gleason score 9, salah satu skor tertinggi dalam klasifikasi agresivitas kanker. Skor ini menandakan bahwa sel-sel kanker tumbuh sangat cepat dan sangat berbeda dari sel prostat normal. Skor Gleason sendiri digunakan untuk menilai seberapa cepat kanker bisa berkembang dan menyebar.
Menurut Dr. Herbert Lepor, ahli urologi dari NYU Langone, pasien dengan Gleason 9 memang berada pada risiko tinggi. Namun, dengan kemajuan terapi modern, banyak pria dengan kanker prostat metastatik tetap bisa bertahan hidup lima hingga sepuluh tahun atau bahkan lebih lama.