Anggota DPR Puji Mensos Tak Mengeluh Efisiensi Anggaran: Gus Ipul Tangguh
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf dipuji karena tidak mengeluh efisiensi. Gus Ipul justru mencari solusi.
Anggota Komisi VIIl DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Atalia Praratya mengapresiasi sikap Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf yang tidak mengeluh soal efisiensi anggaran kementerian. Pria yang akrab disapa Gus Ipul justru berupaya mencari cara agar pemangkasan anggaran tidak mengganggu penyaluran Bansos.
"Saya melihat Gus Ipul ini tangguh luar biasa ya. Jadi ketika yang lain mengeluh ketika ada efisiensi, Gus Ipul ini langsung berpikir bagaimana caranya supaya ini bisa tetap berjalan yang paling penting adalah memastikan anggaran Bansos yang diberikan kepada masyarakat tidak dikurangi," kata Atalia saat Rapat Kerja (Raker) Komisi VIIl DPR dengan Kemensos di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/2/2024) malam.
Anggota Komisi VIIl lainnya, Aprozi Alam mengucapkan terima kasih atas bantuan Kemensos terhadap masyarakat yang terdampak banjir di Lampung pada Januari 2025.
"Atas nama pribadi, saya Aprozi Alam, Dapil Lampung, mengucapkan ribuan terima kasih atas bantuan pada saat bencana kemarin Kementerian Sosial menggulirkan bantuan," ujar dia.
Hal senada juga disampaikan oleh anggota lainnya, yakni Sri Wulan dari Fraksi Partai Nasdem. Dia memuji Kemensos segera terjun ke lapangan menangani bencana banjir bandang di Grobogan, Jawa Tengah.
"Terima kasih kemarin kasus Grobogan, luar biasa. Begitu kita WA langsung turun (ke lapangan) kemarin, Pak Wamen terima kasih mendampingi kemarin juga. Terus kemudian, langsung evaluasi di lapangan," kata Sri Wulan.
Mensos Gus Ipul menyebutkan, ada kaidah yang dilakukan Kementerian Sosial (Kemensos) dalam menindaklanjuti efisiensi anggaran berdasarkan Inpres Nomor 1 Tahun 2025. Salah satunya, yakni memastikan tidak mengurangi anggaran bantuan sosial (Bansos).
"Yang pertama, memastikan anggaran Bansos yang diberikan langsung ke masyarakat tidak dikurangi. Bahkan arahan presiden, jika memang memungkinkan akan ditambah. Itu adalah yang untuk rakyat," ujar Gus Ipul.
Kaidah kedua, memastikan anggaran operasional yang melekat pada Bansos, seperti biaya salur tidak dikurangi. Kemudian, gaji pegawai dan honor pendamping tahun berjalan juga tak bakal dikurangi.
Gus Ipul juga memastikan bahwa refocusing atau efisiensi anggaran ini tidak akan mengurangi target kinerja dan semangat kerja Kemensos.
"Kaidah ini yang kita pakai. Jadi biar sama persepsinya dulu. Jadi semangatnya tetap, tapi memastikan yang fixed cost, (anggaran) yang memang tidak bisa dikurangi, ya akan tetap kita pertahankan apapun tidak akan mengurangi kinerja kita," tegas Gus Ipul.
Adapun anggaran 2025 Kemensos dipangkas sebesar Rp1,3 triliun sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD 2025. Gus Ipul menjelaskan, pihaknya akan melakukan efisiensi terhadap anggaran belanja barang dan modal.
"Jadi ini yang bisa kita efisiensikan itu adalah di belanja barang dan belanja modal nilainya Rp 1,3 triliun," ujar Gus Ipul.
Gus Ipul memerinci, belanja barang terdiri dari alat tulis kantor (ATK), operasional kantor, perjalanan dinas, rapat/pertemuan, pengerahan Tagana, hingga operasional permakanan. Sedangkan belanja modal, yaitu berupa renovasi kantor, pemeliharaan, serta pengadaan peralatan dan mesin.