70 Sumur Air Bersih Dibangun di Sejumlah Desa, Dimulai dari Aceh Besar
Kegiatan ini menjadi titik awal pembangunan 70 sumur air bersih di berbagai wilayah Indonesia, dari Aceh hingga Merauke.
Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) bersama PT Sucofindo (Persero) resmi memulai pembangunan sumur air bersih di Meunasah Gampong Lambleut, Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar, Sabtu (10/5). Kegiatan ini menjadi titik awal pembangunan 70 sumur air bersih di berbagai wilayah Indonesia, dari Aceh hingga Merauke.
Program tersebut merupakan bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-70 PT Sucofindo (Persero) yang jatuh pada 22 Oktober 2026. Inisiatif bertajuk 'Jaga Air Bersih untuk Desa' ini juga menjadi implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan air nasional guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pembangunan sarana air bersih akan dilakukan di 70 titik wilayah operasional PT Sucofindo (Persero) yang tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua. Program ini diproyeksikan memberikan manfaat langsung kepada sekitar 3.500 hingga 7.000 masyarakat desa, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses air bersih.
Ketua Umum ABPEDNAS sekaligus Wakil Ketua Bidang Pendidikan Persatuan Wartawan Indonesia DKI Jakarta (PWI Jaya), Indra Utama, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bentuk nyata sinergi dalam mendukung kebutuhan dasar masyarakat desa sekaligus memperkuat pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
"Air bersih bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga fondasi kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat desa. Melalui kolaborasi ini, ABPEDNAS bersama PT Sucofindo (Persero) ingin memastikan pembangunan hadir hingga ke desa yang membutuhkan. Program ini juga menjadi kontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs dan pembangunan desa yang lebih merata," ujarnya dikutip Senin (11/5).
Menurut Indra, program tersebut sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan ke-6 Clean Water and Sanitation, yang berfokus pada penyediaan akses air bersih dan sanitasi layak secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS, Prof. Dr. Reda Manthovani, menekankan pentingnya tata kelola dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
"Kolaborasi lintas sektor menjadi penting untuk memastikan program berjalan tepat sasaran, transparan, dan memberikan dampak nyata. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan dalam program ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mempercepat pemerataan akses layanan dasar di pedesaan," kata Reda.
Direktur Utama PT Sucofindo (Persero), Sandry Pasambuna, menyampaikan pembangunan sumur air bersih tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan kebermanfaatan sosial yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan penerapan ESG (Environmental, Social, and Governance).
Dukung Akses Air Bersih
"Memasuki usia ke-70 tahun, PT Sucofindo (Persero) ingin terus memperkuat kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia. Kami berharap kehadiran Sucofindo tidak hanya dirasakan melalui layanan bisnis, tetapi juga melalui dampak sosial yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Program ini sekaligus menjadi wujud dukungan perusahaan terhadap pencapaian SDGs, khususnya akses air bersih dan pembangunan desa berkelanjutan," ujar Sandry.
Sebagai perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC), PT Sucofindo (Persero) juga berperan dalam memastikan aspek kualitas, keselamatan, keberlanjutan, dan kepatuhan terhadap standar pada berbagai sektor pembangunan, termasuk mendukung penyediaan akses air bersih yang aman dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Kolaborasi
Program pembangunan sumur air bersih ini akan dilaksanakan secara bertahap dan ditargetkan selesai pada momentum HUT ke-70 PT Sucofindo (Persero) pada 22 Oktober 2026.
"Kami berharap kolaborasi antara PT Sucofindo (Persero) dan ABPEDNAS dapat memperkuat sinergi antara BUMN, organisasi desa, dan para pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan desa yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan," tutur Sandry Pasambuna.