Pemerintah Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, berhasil menyelesaikan pembangunan 10 unit gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) pada akhir Juni ini. Inisiatif ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah untuk memperkuat fondasi ekonomi masyarakat lokal. Program ini dirancang khusus guna memutus mata rantai tengkulak yang kerap merugikan petani dan nelayan di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kolaka, Agus Salim Pamus, menjelaskan bahwa kehadiran KDKMP diharapkan mampu mendekatkan akses ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat. Jangkauan layanan Koperasi Merah Putih ini meliputi area pedesaan hingga wilayah pesisir. Tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan.
Secara keseluruhan, realisasi pembangunan program KDKMP di Kolaka telah mencapai 48 unit dari target awal 135 unit. Sebanyak 10 unit telah rampung 100 persen, sementara 38 unit lainnya menunjukkan progres fisik rata-rata 75 persen. Dinas Koperasi dan UMKM Kolaka menargetkan penyelesaian 38 unit tambahan ini pada bulan Agustus mendatang.
Advertisement
Advertisement
Koperasi Merah Putih Kolaka dirancang sebagai pusat ekonomi kerakyatan yang multifungsi, melayani berbagai kebutuhan masyarakat. Fasilitas yang disediakan mencakup gerai kebutuhan pokok, layanan simpan pinjam, hingga klinik kesehatan dan apotek. Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat memberikan kemudahan akses bagi warga.
Selain itu, KDKMP juga menyediakan gas elpiji serta fasilitas gudang untuk komoditas hasil pertanian, peternakan, dan perikanan. Konsep multifungsi ini bertujuan agar koperasi dapat menjadi solusi terpadu bagi kebutuhan sehari-hari dan pengembangan usaha mikro. Ini juga mendukung stabilitas harga komoditas lokal.
Sepuluh unit KDKMP yang telah rampung tersebar di lima desa dan lima kelurahan strategis. Lokasi tersebut meliputi Desa Puubunga, Desa Popalia, Desa Toari, Desa Muara Lapao-pao, dan Desa Pewuta. Sementara itu, kelurahan yang mendapatkan KDKMP adalah Kelurahan Pesouha, Kelurahan Puundoho, Kelurahan Induha, Kelurahan Dawi-Dawi, dan Kelurahan Anaiwoi.
Advertisement
Advertisement
Untuk mengoptimalkan peran Koperasi Merah Putih, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kolaka menjadwalkan turun langsung ke lapangan pada Senin depan. Kegiatan ini bertujuan memetakan potensi komoditas unggulan di masing-masing desa dan kelurahan. Pemetaan ini krusial untuk memastikan koperasi dapat berfungsi secara maksimal sesuai karakteristik wilayah.
Misalnya, di Kelurahan Puundoho, pemetaan akan mengidentifikasi potensi pertanian seperti luas sawah yang tersedia. Data ini akan menjadi dasar bagi koperasi untuk menyalurkan hasil produksi petani secara efisien. Dengan demikian, Koperasi Merah Putih dapat menjadi jembatan antara produsen dan pasar, meminimalkan peran tengkulak.
Meskipun progres pembangunan KDKMP menunjukkan hasil positif, terdapat tantangan utama dalam merealisasikan sisa target 135 unit. Keterbatasan lahan strategis menjadi kendala signifikan di tingkat desa maupun kelurahan. Banyak aset lahan yang dimiliki desa atau kelurahan tidak memenuhi standar ukuran yang dibutuhkan untuk pembangunan fasilitas modern ini.
Advertisement
Selain ukuran, letak aset tanah yang kurang strategis, seperti di kawasan pegunungan, juga menjadi hambatan. Lokasi semacam itu tidak memungkinkan untuk didirikan pusat pelayanan modern yang mudah diakses masyarakat. Tantangan ini memerlukan solusi kreatif dan kerja sama lintas sektor untuk menemukan lokasi yang ideal.
Advertisement
Terkait operasional Koperasi Merah Putih yang telah rampung, pengurus di daerah masih menantikan arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat. Hal ini penting agar koperasi dapat beroperasi secara profesional dan sesuai regulasi yang berlaku. Seluruh pedoman dan peraturan operasional bersumber dari pemerintah pusat.
Agus Salim Pamus menekankan pentingnya koordinasi dengan pusat untuk memastikan legalitas dan keberlanjutan program. Kesiapan operasional yang matang akan menjamin KDKMP dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Ini juga akan memperkuat tata kelola koperasi yang transparan dan akuntabel.
Dengan beroperasinya Koperasi Merah Putih secara penuh, diharapkan tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi kerakyatan dapat tercapai. Masyarakat akan memiliki akses yang lebih baik terhadap kebutuhan pokok, layanan keuangan, dan pasar bagi produk lokal. Ini adalah langkah maju bagi pembangunan ekonomi di Kolaka.
Advertisement
Sumber: AntaraNews