4 Cara Mudah Membedakan Perusahaan Asli dan Palsu di Acara Job Fair
Namun, di balik kemeriahannya, tak jarang terdapat perusahaan palsu yang ikut serta dan berpotensi merugikan para pelamar.
Job Fair atau bursa kerja kerap menjadi harapan baru bagi para pencari kerja, karena banyak perusahaan yang membuka lowongan secara massal.
Namun, di balik kemeriahannya, tak jarang terdapat perusahaan palsu yang ikut serta dan berpotensi merugikan para pelamar. Kondisi ini tentu amat merugikan para pencari kerja yang berharap dapat bekerja perusahaan profesional.
Agar tidak menjadi korban penipuan saat mengikuti Job Fair, berikut beberapa tips untuk menghindari perusahaan abal-abal:
1. Telusuri Kredibilitas Perusahaan
Menurut informasi dari jobstreet.co.id, dikutip Sabtu (31/5) salah satu cara mengenali perusahaan fiktif adalah dengan mengecek keaslian alamat dan kontak yang dicantumkan. Bila alamat tersebut berbeda dari yang resmi, bisa jadi itu adalah indikasi lowongan palsu.
2. Cermati E-mail dan Website Resmi Perusahaan
Perusahaan yang sah biasanya menggunakan alamat e-mail profesional dengan domain perusahaan. Sebaliknya, perusahaan palsu umumnya memakai domain gratis seperti Yahoo atau Gmail.
Ciri lainnya, ketika perusahaan memberikan informasi panggilan interview, mereka langsung mengirimkannya dari e-mail resmi perusahaan. Pastikan kamu mengirimkan resume atau menerima panggilan interview dari alamat e-mail dengan pola seperti ini.
Berikut contoh perbedaannya:
- Resmi
(namapenerima@namaperusahaan.com)
(mailto:namapenerima@namaperusahaan.com)
- Tidak resmi
(namahrd@gmail.com)
(mailto:namahrd@gmail.com) atau
(namaperusahaan@yahoo.com)
Pastikan juga undangan interview dikirim langsung dari e-mail resmi perusahaan, bukan dari alamat umum atau mencurigakan.
3. Berbayar
Salah satu ciri utama penipuan adalah permintaan uang dengan dalih biaya registrasi, transportasi, atau akomodasi. Bahkan, ada juga yang mengarahkan pelamar ke agen perjalanan tertentu. Perlu diingat, proses rekrutmen yang sah tidak pernah meminta bayaran dari pelamar.
4. Perekrutan Tanpa Tes
Perusahaan profesional memiliki tahapan rekrutmen yang jelas dan tidak sembarangan menerima kandidat.
Selain itu, perusahaan akan memastikan kandidat memiliki skill dan memenuhi persyaratan rekrutmen untuk menunjang bisnis perusahaan.
Sehingga, perusahaan yang profesional tidak mungkin langsung menerima kamu begitu saja. Jika kamu langsung diterima tanpa tes atau proses seleksi, hal itu perlu dicurigai.