Yakin dan Tidak Menyerah, Mantan Kernet Truk Berhasil Ternak Domba Bisa Beli Rumah dan Mobil
Siapa sangka, bidang yang dia tekuni selama 10 tahun belakangan itulah yang justru memberinya banyak keuntungan hingga membuat hidupnya sukses.
Ketekunan bersambut dengan kerja keras nyatanya membuahkan hasil yang gemilang. Hal tersebut dirasakan secara langsung oleh seorang pria asal Kediri, Jawa Timur berikut ini.
Pernah menjadi kernet truk, dia kemudian menjajal berbagai wirausaha. Kegagalan pun pernah menjadi sahabat yang tak asing lagi saat dirinya mencoba peruntungan dengan menjadi penjual bawang merah hingga kelapa.
Pengalaman hidupnya pun kemudian mengantarkan pria pekerja keras ini di bidang peternakan. Siapa sangka, bidang yang dia tekuni selama 10 tahun belakangan itulah yang justru memberinya banyak keuntungan hingga membuat hidupnya sukses. Seperti apa ceritanya? Berikut ulasan selengkapnya, dilansir dari kanal YouTube PecahTelur.
Cerita Awal Usaha
Sosok pria pekerja keras dan tak pantang menyerah itu ialah Winarto. Dia adalah pemilik dari Winata Farm, sebuah peternakan domba yang kini kiprahnya tak diragukan lagi, khususnya di sekitar wilayah Jawa Timur.
Siapa sangka, kesuksesan Winarto ternyata berawal dari nol. Dia memulai sendiri peternakan miliknya dari proses awal yang cukup menyita perhatian, waktu, tenaga, hingga biaya. Saat mengenal bidang peternakan, Winarto pun mengaku jika dirinya kala itu masih berprofesi sebagai calo jual beli kambing di musim Idul Adha.
“Dulu pertama kali kandang kambing itu saya buat di belakang rumah dan kambingnya juga enggak langsung banyak. Itu ya satu atau dua ekor, nah beberapa tahun kemudian sampai 20 ekor. Lama kelamaan kita panen setiap hari kurban. Dulu statusnya saya calo, saya dapat dari penjualnya dan dapat untung buat modal beli ternak,” ungkapnya.
Soal biaya, Winarto juga turut mengumpulkan sendiri. Mulai dari Rp1 juta, tabungan modalnya pun akhirnya cukup untuk membeli sejumlah ekor ternak yang kemudian dipelihara dan dijual kembali. Sejak saat itu, Winarto kemudian memutuskan untuk menekuni bidang peternakan.
“Dulu modal ada Rp1 juta atau Rp2 juta lalu lama-lama terkumpul Rp25 juta, nah itu buat beli sapi lalu kita jual. Dulu saya usaha ada dua, ternak sama kelapa. Tapi lama-lama kelapa sepi dan ternak yang saya rasa cukup menjanjikan,” katanya.
Sukses Menghasilkan Mobil hingga Rumah
Ketekunan dan kerja kerasnya pun benar saja kian membuahkan hasil yang memuaskan. Winarto mengaku, hasil uang dari perputaran jual beli ternak dombanya itu berhasil membuatnya memiliki sejumlah aset berharga.
Sejak beternak, Winarto mengungkap jika dia telah berhasil mencukupi kebutuhan sehari-hari, membeli mobil, sawah, tanah, hingga tempat tinggal pribadi.
“Kalau hasil, sebenarnya enggak tentu ya. Tapi alhamdulillah bisa cukup untuk kehidupan sehari-hari dan sisa walaupun sedikit-sedikit ya. Alhamdulillah bisa juga kebeli mobil, tanah, sawah, dan perumahan. Itu semua dari ternak,” ceritanya.
Ternyata Pernah Alami Banyak Kegagalan
Namun ternyata, perjalanan sukses Winarto dalam mencari penghidupan tidak mulus begitu saja. Tentu ada halangan dan tantangan yang sewaktu-waktu menerpa dirinya sendiri.
Sebelum akhirnya sukses menjadi peternak, Winarto mengaku jika dirinya sempat bekerja dengan orang lain sebagai kernet truk. Beberapa saat setelahnya, Winarto lantas memilih kembali ke kampung halaman untuk mencari pekerjaan baru.
Namun nyatanya, hal tersebut hanya angan belaka. Winarto tak kunjung menemukan pekerjaan.
“Saya dulu ke sini enggak punya kerjaan. Saya dulu sempat kerja jadi kernet truk ya mobil, dulu ya. Terus saya tinggalkan kernet lalu pindah ke sini. Cari kerja awalnya sulit minta ampun, ke sawah pun juga enggak ada yang panggil buat kerja,” katanya.
Hingga suatu saat, Winarto memilih bekerja sebagai penjual bawang merah dan kemudian beralih ke kelapa. Meski gagal, Winarto pun tak putus asa. Bermodalkan keyakinan diri dan semangat pantang menyerah, Winarto lantas beralih di bidang peternakan hingga menemui kesuksesan hidup.
“Saya juga pernah coba jualan banyak. Bawang merah gagal, es degan gagal, jual kelapa sedikit sedikit bisa kejual. Saya dulu menikah mikirnya ya masa enggak dikasih rezeki sama Tuhan, sudah saya pasrah. Saya yakin dan enggak mau menyerah, jadi usaha itu enggak cuma satu bidang. Jadi selama kita bisa lakukan, ya kita lakukan,” tegasnya.