Sejarah Hari Ibu: Dari Yunani Kuno, Internasional hingga Menular di Indonesia
Pelajari Sejarah Hari Ibu yang kaya dan beragam, dari tradisi kuno hingga perayaan modern di Indonesia.
Hari Ibu merupakan perayaan yang didedikasikan untuk menghormati peran dan kontribusi para ibu di seluruh dunia. Sejarah Hari Ibu memiliki akar yang dalam, bahkan sejak era Yunani dan Romawi kuno. Meskipun esensinya sama, tanggal dan latar belakang perayaannya berbeda-beda di setiap negara, mencerminkan konteks budaya dan sejarah masing-masing.
Perayaan Hari Ibu di Yunani kuno merupakan adat pemujaan ibu yang menyambut perayaan untuk Cybele, ibu dewa-dewi Yunani. Di Roma, perayaan ini diadakan sekitar tanggal 15 hingga 18 Maret, dikenal sebagai festival Matronalia yang memperingati dewi Juno. Tradisi modern Hari Ibu yang kita kenal saat ini berasal dari festival umat Kristiani yang dikenal sebagai Mothering Sunday, yang jatuh pada hari Minggu keempat masa pra-Paskah.
Di Amerika Serikat, asal-usul Hari Ibu modern dapat ditelusuri dari upaya Ann Reeves Jarvis pada tahun 1850-an, yang mendirikan "Klub Kerja Hari Ibu" untuk mengajari perempuan cara merawat anak-anak mereka. Kampanye ini berlanjut hingga Anna Jarvis, putrinya, berhasil menjadikan Hari Ibu sebagai hari libur nasional pada tahun 1914.
Sejarah Hari Ibu Internasional
Tradisi Hari Ibu modern yang dirayakan masyarakat dunia saat ini berasal dari festival umat Kristiani yang dikenal sebagai Mothering Sunday. Hari ini pernah menjadi tradisi besar di Inggris dan sebagian negara Eropa, di mana anak-anak memberikan bunga sebagai tanda cinta kepada ibu mereka. Di Amerika Serikat, Ann Reeves Jarvis mendirikan "Klub Kerja Hari Ibu" pada tahun 1850-an, yang menjadi kekuatan pemersatu di negara bagian yang terpecah akibat Perang Saudara.
Setelah kematian ibunya pada tahun 1905, Anna Jarvis memulai kampanye untuk menghormati jasa ibunya dan semua ibu. Usahanya membuahkan hasil pada tahun 1914, ketika Presiden Woodrow Wilson menetapkan Hari Ibu sebagai hari nasional yang diperingati setiap Minggu kedua bulan Mei. Sejak saat itu, perayaan ini menyebar ke berbagai negara, meskipun tanggalnya bervariasi.
Sejarah Hari Ibu di Indonesia
Di Indonesia, peringatan Hari Ibu memiliki latar belakang sejarah yang berbeda dan sangat erat kaitannya dengan perjuangan perempuan dalam pergerakan nasional. Hari Ibu di Indonesia diperingati setiap tanggal 22 Desember, merujuk pada pelaksanaan Kongres Perempuan Indonesia I yang digelar pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta.
Kongres ini dihadiri oleh sekitar 30 organisasi wanita dari 12 kota di Jawa dan Sumatra, dengan tujuan mempersatukan cita-cita dan usaha memajukan wanita Indonesia. Hasil dari Kongres Perempuan Indonesia I adalah terbentuknya Perserikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia (PPPI) sebagai wadah perjuangan. Penetapan Hari Ibu sebagai hari nasional di Indonesia dilakukan oleh Presiden Soekarno melalui Keputusan Presiden No. 316 Tahun 1959.
Peringatan Hari Ibu di Indonesia tidak hanya sebatas penghormatan kepada ibu dalam keluarga, tetapi juga sebagai bentuk pengakuan terhadap kesetaraan gender dan peran perempuan dalam segala aspek kehidupan. Meskipun ditetapkan sebagai hari nasional, Hari Ibu pada 22 Desember tidak termasuk dalam daftar hari libur nasional.