Pilunya Ucapan Bocah SD saat Santap Makan Bergizi Gratis di Papua, Rela Sisihkan Makanan Demi Keluarga
Sejumlah siswa justru memilih menyisihkan makanan untuk dibawa pulang. Alasannya pun begitu mengiris hati.
Pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) kini telah merambah hingga ke Tanah Papua. Senin (20/1) lalu menjadi momen perdana MBG diluncurkan pemerintah dengan bantuan sejumlah personel TNI AD.
Di tengah-tengah keberhasilan pemerintah menyentuh para pelajar di Tanah Papua dengan ratusan paket makanan bergizi gratis, terungkap jika ada sambutan dari para siswa yang tak terduga.
Salah satunya yakni di Sekolah Dasar di daerah Mappi, Papua Selatan. Sejumlah siswa justru memilih menyisihkan makanan untuk dibawa pulang. Alasannya pun begitu mengiris hati. Berikut ulasan selengkapnya.
Program MBG di Papua Selatan
SD YPPK St. Petrus Waktu Obaa, Mappi, Papua Selatan menjadi salah satu penerima program makanan bergizi gratis. Seperti halnya penerima lainnya, sekolah dasar tersebut terungkap begitu menyambut sejumlah paket MBG dengan antusias.
Berdasarkan video singkat unggahan akun Instagram @berita_gosip, tergambar jelas momen saat para siswa mulai menyantap paket makanan bergizi yang telah dibagikan di hadapan mereka masing-masing.
Para siswa tersebut tampak menyantap makanan dengan lahap di meja masing-masing. Dalam balutan seragam pramuka, satu per satu siswa kala itu menikmati makanan dengan menu empat sehat lima sempurna dan didampingi para tenaga pengajar.
"Momen bahagia siswa di Papua Selatan menyantap makan siang bergizi gratis," demikian dikutip dari keterangan unggahan.
Banyak Siswa Sisihkan Makanan
Meski berjalan sukses, namun terdapat sejumlah siswa yang langsung disorot sang guru. Mereka kedapatan tak menghabiskan makanan yang tersedia di depan mata.
Saat didatangi, para siswa tersebut mengungkap satu per satu alasan mereka yang enggan menghabiskan makanannya kala itu.
Salah satu siswa yang disorot sang guru pun mengaku, paket makanan tersebut bakal dibawanya pulang ke rumah untuk dibagikan kepada sang ibunda. Mendengar hal ini, sang guru pun tampak tak kuasa menahan rasa sedih.
"Untuk siapa ini?" tanyanya.
"Untuk mama," ungkap salah satu siswa.
"Kau bawa buat mama?" tanyanya kembali.
"Iya," singkatnya.
"Aduh kasihan dia," ujarnya.
Hal yang sama pun tampak dilakukan seorang siswa lainnya. Dia berujar jika makanan yang dibagikan ke dirinya itu sebagiannya bakal dibawa pulang ke rumah untuk diberikan ke sang adik. Dia menambahkan, sang adik disebutnya belum menyantap makanan kala itu.
"Kalau kau bawa untuk siapa?" tanya sang guru.
"Saya untuk adik," jelasnya.
"Kenapa?" tanyanya kembali.
"Tadi dia belum makan," ungkapnya.
Hal yang sama pun turut diungkap sejumlah siswa di lokasi. Pernyataan dari para siswa itu sontak membuat sang guru merasa tersentuh.
Tuai Beragam Tanggapan
Ungkapan menyayat hati dari para siswa Sekolah Dasar di Papua Selatan itu pun turut mendapat beragam tanggapan dari kalangan warganet. Banyak di antaranya yang tak kuasa menahan air mata hingga memuji kebermanfaatan dari program unggulan sang Presiden.
"Mewek ya allah 😢," tulis akun @tiaraaulia25
"Ya Allah sedih banget, ternyata saudara-saudara kita di sana sangat kesusahan," tulis akun @nay_arganayshah
"Astaghfirullah ya Allah 😢😢😢😢😢😢 paling ga bisa lihat seperti ini ya Allah 😢😢😢😢😢," tulis akun @astri1078
"Terimakasih presiden ku🔥 @prabowo," tulis akun @backbaper
"Benar-benar berguna & bermanfaat 👏 salut sama wakil & pak presiden kita sekarang," tulis akun @fitriamaulida_182
Makan Bergizi Gratis Serentak Dilakukan
Sebelumnya, pemerintah diketahui telah meluncurkan inisiatif program Makan Bergizi Gratis untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak sekolah di seluruh Indonesia. Program ini merupakan bagian dari upaya Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Setelah melalui proses uji coba selama beberapa bulan terakhir, pemerintah semakin menemukan format ideal dalam proses pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mulai dari penyediaan bahan baku, operasional unit pelayanan, pengiriman makanan ke sekolah, sampai pengelolaan limbah. Terkait hal tersebut, pemerintah siap melaksanakan program ini mulai 2 Januari 2025 lalu.
Keterangan ini disampaikan oleh Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hariqo Satria Wibawa, saat melakukan peninjauan kesiapan pelaksanaan program makan bergizi gratis di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanah Sareal, Kota Bogor, pada Senin (9/12/2024).