Menilik Koi Pla Makanan Paling Mematikan di Dunia, Ternyata Dibuat dari Bahan Mentah hingga Rempah-Rempah
Adanya kontroversi yang beredar, membuat Koi Pla kemudian menarik untuk diulik.
Menilik Koi Pla Makanan Paling Mematikan di Dunia, Ternyata Dibuat dari Bahan Mentah hingga Rempah-Rempah
Koi Pla disebukan sebagai makanan yang paling mematikan di dunia.
Makanan ini sangat populer dikonsumsi di Thailand dan juga Laos. Adanya kontroversi yang beredar, membuat Koi Pla kemudian menarik untuk diulik.
Usut punya usut, makanan ini dibuat dari bahan mentah hingga rempah-rempah. Penasaran? Seperti apa penampakannya? Berikut ulasan selengkapnya, Jumat (2/8).
Ikan mentah menjadi salah satu bahan yang berbahaya dalam hidangan ini.
Sebab, terdapat parasit hidup yang ada di dalam ikan mentah sehingga menyebabkan bahaya bagi kesehatan tubuh.
Koi Pla ini dibuat dengan ikan air tawar dalam kondisi mentah yang berasal dari Sungai Mekong dan kerap dihinggapi cacing pipih parasit. Hal itu menyebabkan datangnya penyakit kanker paling agresif, kolangiokarsinoma atau kanker saluran empedu.
Di Thailand, setidaknya makanan ini menyebabkan kematian hingga 20.000 orang.
"Ini merupakan beban kesehatan yang sangat besar di sini," kata Narong Khuntikeo, seorang ahli bedah hati di Universitas Khon Kaen di Thailand, kepada Agence France-Presse pada tahun 2017.
"Namun, tidak ada yang tahu tentang ini karena mereka meninggal dengan tenang, seperti daun yang jatuh dari pohon."
Akan tetapi, hidangan ikan populer ini justru membuat warga wilayah Isaan di Thailand sulit berhenti mengonsumsinya.
Semua dikarenakan beberapa masyarakat menilai bahwa memasak ikan terlebih dahulu lalu menyantapnya akan membuat cita rasanya menjadi rusak.
Sementara generasi tua yang sudah tumbuh besar dengan mengonsumsi Koi Pla enggan menginggalkannya.
Padahal, konon satu suapan Koi Pla secara teknis bisa menyebabkan kanker saluran empedu.
Dr. Khuntikeo melakukan pengujian ekstensif di antara penduduk desa di provinsi Isaan, Thailand dan menemukan hingga 80% dari mereka telah menelan cacing hidup.
Walaupun tidak semua dari mereka menderita kanker saluran empedu, risiko mengembangkan kondisi mematikan tersebut di kemudian hari cukup tinggi.
2024/Merdeka.com