Perangkat Mata-Mata Israel Ditemukan di Tenda-Tenda Pengungsi Gaza, Ini Penampakannya Banyak Orang Takkan Menduga

Potret penampakan perangkat mata-mata milik Israel yang disembunyikan di sekitar tenda pengungsian di Gaza.

Khulafa Pinta Winastya
Oleh Khulafa Pinta Winastya - Reporter
Perangkat Mata-Mata Israel Ditemukan di Tenda-Tenda Pengungsi Gaza, Ini Penampakannya Banyak Orang Takkan Menduga
Perangkat Mata-Mata Israel (X : @warfareanalysis)

Sejumlah perangkat mata-mata milik Israel ditemukan oleh tim intelijen perlawanan Palestina tertanam di tenda-tenda pengungsi yang ada di Gaza selatan.

Melansir dari cuitan di akun X @warfareanalysis, memperlihatkan temuan perangkat mata-mata yang disamarkan dalam bentuk batu. Tentara pendudukan lalu disebut menanam batu-batu palsu itu di dekat tenda para pengungsi.

"Sumber Gaza: Intelijen perlawanan mengumumkan penemuan perangkat mata-mata Israel yang disamarkan sebagai batu, ditanam di tenda-tenda keluarga pengungsi di Gaza selatan," tulis keterangan unggahan.

Jika dilihat sekilas, banyak orang tentu tak menduga jika 'batu' tersebut ternyata alat pengintai yang sengaja dipasang. Sebab bentuknya tampak dibuat semirip mungkin.

Perangkat Mata-Mata Israel
Perangkat Mata-Mata Israel X : @warfareanalysis

Melansir dari laman Quds News Network, intelijen keamanan perlawanan Palestina di Gaza juga sempat menemukan perangkat mata-mata yang ditanam oleh pendudukan Israel di sepanjang jalan, reruntuhan bangunan, dan di dalam sebuah rumah sakit.

Salah satu perangkat yang ditemukan disamarkan dalam bentuk batu bangunan. Setelah dibongkar, di dalamnya terdapat perekam audio, kamera pengenal wajah, kamera inframerah, dan unit perekaman dan transmisi.

Perangkat itu ditempatkan di sepanjang pinggir jalan, menyatu dengan lingkungan sekitarnya. Perangkat pengawasan lainnya ditemukan tersembunyi di dalam pipa logam, tergeletak di samping tembok fasilitas pemerintah di Gaza.

Israel disebut sengaja menggunakan perangkat ini untuk memantau pergerakan warga sipil sebagai langkah awal untuk melakukan serangan terarah.

Jumlah Korban Tewas di Palestina

Diketahui, Israel memulai agresi militer ke wilayah Palestina secara besar-besaran sejak 7 Oktober 2023. Setelah lebih dari satu tahun, kesepakatan gencatan senjata akhirnya disetujui pada 19 Januari 2025.

Namun, tentara Israel kembali melanjutkan serangan mematikannya di Jalur Gaza pada 18 Maret dan sejak itu telah menewaskan hampir 2.000 orang dan melukai lebih dari 5.200 lainnya.

Kementerian Kesehatan Palestina seperti dilansir Anadolu, mengungkap jumlah korban tewas selama peristiwa ini mencapai lebih dari 51 ribu jiwa. Sebagian besar korban tewas adalah perempuan dan anak-anak.

Perbuatan Israel pun kemudian ramai mendapat kecaman di seluruh dunia. Negara yang dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu itu juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas perangnya di daerah kantong tersebut.

Rekomendasi