Massa Membludak Hingga Kaca Masjid Darussalam Kota Wisata Pecah, Dedi Mulyadi 'Diserbu' Warga
Dedi Mulyadi dikerubungi masyarakat di masjid Darussalam, Cibubur.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mendatangi acara peresmian perluasan Masjid Darussalam yang berada di Cibubur, Jabar. Di sana Dedi menyampaikan pidato di depan pejabat dan masyarakat yang hadir.
Warga Cibubur sangat antusias akan kehadiran Dedi, sehingga, pengunjung masjid membludak. Usai menyampaikan pidato dan meresmikan masjid, masyarakat langsung mengerubungi Dedi untuk berfoto dan bersalaman.
Momen itu sampai menyebabkan kerusakan di masjid yang baru saja diresmikan perluasannya tersebut. Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut.
Massa Membludak hingga Sebabkan Kaca Masjid Pecah
Momen itu terekam dalam sebuah video di saluran KANG DEDI MULYADI CHANNEL. Dalam video tersebut, terlihat Dedi Mulyadi yang datang ke sebuah acara peresmian perluasan masjid di Cibubur, Jawa Barat.
Dalam acara tersebut masyarakat Cibubur sangat antusias menyambut Dedi Mulyadi, hingga masjid tidak mampu menampung mereka. Warga mengerubungi Dedi untuk minta foto atau sekadar bersalaman.
Ribuan warga yang datang membuat Dedi kesulitan untuk jalan. Meski begitu, pengawalan yang dilakukan untuk menjaga Dedi tidak dilakukan terlalu ketat, sehingga tetap bisa membuat eks Bupati Purwakarta itu menyambut masyarakat dengan lebih dekat.
Namun, saking banyaknya warga yang datang, sehingga mengakibatkan kerusakan di masjid tersebut. Diketahui, salah satu kaca masjid kota Darussalam di Cibubur mengalami kerusakan akibat warga yang berdesak-desakan.
Hal itu menyebabkan Dedi Mulyadi dan masyarakat yang berada di lokasi terkejut. Beruntung, tidak ada warga yang terluka akibat pecahan kaca tersebut. Meski begitu, warga langsung diminta untuk mengamankan diri agar tidak terkena pecahan kaca.
“Ibu saya sudah bilang ibu,” ucap salah seorang warga usai kaca pecah.
Tidak hanya di dalam masjid, ternyata Dedi juga disambut oleh ribuan masyarakat yang sudah menunggu di halaman masjid. Mobil gubernur pun sudah dikerumunij warga sehingga ia kesulitan untuk melangkah.
“Bapak, bapak, pak Dedi,” ucap warga yang mencoba untuk memanggil Dedi Mulyadi.
Beri Pesan Mendalam ke Masyarakat
Dedi menyinggung tentang pentingnya menghubungkan diri dengan Allah. Azan adalah salah satu cara manusia untuk terhubung dengan Allah karena azan merupakan panggilan Allah yang dapat menghidupkan tubuh yang telah mati.
“Sesungguhnya panggilan azan itu adalah panggilan untuk orang agar kematian berubah jadi kehidupan. Mati telinganya, mati tangannya, mati hidungnya, mati matanya, mati lidahnya, mati hatinya, maka suara azan itu mengingatkan dia untuk segera kembali hidup,” ucap Dedi.
Selain itu, Dedi juga menyampaikan bahwa masjid merupakan tempat untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Dedi meminta masyarakat untuk menjaga masjid agar selalu menjadi tempat yang terbaik untuk kembali ke Allah.
“Semoga masjid Darussalam ini menjadi masjid tempat berkumpulnya orang-orang yang hidup, bukan orang-orang yang mati,” kata Dedi.