Kumpulan Bacaan Doa di Hari Arafah Idul Adha 2025 yang Bisa Diamalkan, Lengkap Disertai Artinya
Hari Arafah adalah waktu yang istimewa bagi umat Islam. Inilah kumpulan bacaan doa di Hari Arafah yang dianjurkan.
Hari Arafah merupakan salah satu hari paling mulia dalam kalender Islam, jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah. Pada hari ini, jutaan umat Muslim dari seluruh dunia berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf, salah satu rukun haji. Bagi umat Islam yang tidak berkesempatan menunaikan ibadah haji, Hari Arafah tetap menjadi momen istimewa untuk memperbanyak ibadah, khususnya doa dan dzikir.
Hari Arafah memiliki keutamaan yang sangat besar. Pada hari ini, Allah SWT membuka pintu ampunan seluas-luasnya bagi hamba-Nya. Doa-doa yang dipanjatkan di Hari Arafah sangat mustajab, sebagaimana sabda Rasulullah SAW,
"Doa yang paling utama adalah doa pada hari Arafah."
Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk memperbanyak doa dan memohon ampunan kepada Allah SWT di hari yang penuh berkah ini. Melansir dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa bacaan doa yang bisa diamalkan di saat Hari Arafah tiba, lengkap disertai artinya.
1. Doa Terbaik di Hari Arafah
Doa ini merupakan doa yang paling utama dan sangat dianjurkan untuk dibaca berulang-ulang di Hari Arafah. Adapun bunyinya yakni sebagai berikut,
La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'ala kulli syaiin qadir
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan, segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Doa ini mengandung pengakuan akan keesaan Allah SWT dan kekuasaan-Nya yang mutlak. Dengan membaca doa ini, kita menegaskan kembali tauhid kita dan memohon keberkahan dari Allah SWT.
2. Memohon Ampunan dan Surga
Selain doa di atas, kita juga dianjurkan untuk memperbanyak doa-doa umum yang berisi permohonan ampunan, surga, dan perlindungan dari neraka. Bacaannya yakni sebagai berikut,
Allahumma inni as'aluka al-jannah wa a'udzu bika min an-naar
Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu surga dan berlindung kepada-Mu dari neraka."
Doa ini mencerminkan harapan kita untuk meraih kebahagiaan abadi di akhirat dan terhindar dari siksa neraka. Dengan memohon surga dan perlindungan dari neraka, kita menunjukkan kerendahan hati kita di hadapan Allah SWT.
3. Doa Memohon Cahaya
Doa ini diajarkan untuk memohon cahaya dalam pendengaran, penglihatan, dan hati, serta perlindungan dari bisikan hati, hal-hal buruk, dan azab kubur. Berikut bunyinya,
Allahumma ij'al fi qalbi nuran, wa fi sam'i nuran, wa fi basori nuran, wa 'an yamini nuran, wa 'an syimali nuran, wa fauqi nuran, wa tahti nuran, wa amami nuran, wa khalfi nuran, waj'al li nuran
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah di hatiku cahaya, di pendengaranku cahaya, di penglihatanku cahaya, di sebelah kananku cahaya, di sebelah kiriku cahaya, di atasku cahaya, di bawahku cahaya, di depanku cahaya, di belakangku cahaya, dan jadikanlah untukku cahaya."
Doa ini menggambarkan pentingnya cahaya dalam kehidupan kita. Cahaya adalah petunjuk, penerang, dan sumber kebaikan. Dengan memohon cahaya dari Allah SWT, kita berharap agar hidup kita senantiasa berada dalam bimbingan-Nya.
4. Mengucapkan Talbiyah
Talbiyah adalah kalimat yang diucapkan oleh jamaah haji sebagai tanda pemenuhan panggilan Allah SWT. Kalimat ini juga dianjurkan untuk diucapkan oleh umat Islam di Hari Arafah. Bunyinya sebagai berikut,
Labaik Allahumma labaik, labaik la syarika laka labaik, inna al hamda wan ni'mata laka wal mulka la syarika lak
Artinya: "Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan-Mu, Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sungguh, segala puji, nikmat, dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu."
Talbiyah adalah ungkapan cinta dan kerinduan kepada Allah SWT. Dengan mengucapkan talbiyah, kita merasakan kedekatan dengan-Nya dan memperbarui janji setia kita sebagai hamba-Nya.
5. Bertahmid dan Bertakbir
Selain itu, doa-doa singkat seperti tahmid dan takbir juga sangat dianjurkan Rasulullah untuk dibaca pada hari Arafah tiba. Adapun tahmid adalah ucapan seperti berikut ini,
"Alhamdulillah rabbil 'alamin"
Artinya: "Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam
Sementara takbir yang bisa dilafalkan yakni berbunyi sebagai berikut,
"Allahu Akbar"
Artinya: Allah Maha Besar
Kedua kalimat ini sangat dianjurkan untuk diucapkan di Hari Arafah sebagai bentuk syukur dan pengagungan kepada Allah SWT. Dengan membaca ini, kita berserah diri menjadi hamba Allah dengan segala keikhlasan hati.
6. Niat Puasa Arafah
Bagi umat Islam yang tidak berhaji, disunnahkan untuk melaksanakan puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Berikut adalah lafal niat puasa Arafah yang bisa dilafalkan dengan sepenuh hati,
Nawaitu shauma 'arafata sunnatan lillâhi ta'âlâ
Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala."
Niat puasa Arafah sebaiknya dibaca pada malam hari sebelum fajar. Namun, jika lupa, sebagian ulama menjelaskan agar bacaan niat itu masih bisa dibaca di siang hari sebelum waktu dzuhur.
7. Doa Malam Hari Raya Idul Adha
Malam Hari Raya Idul Adha juga merupakan salah satu malam yang mustajab untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT. Imam Syafi'i mengatakan bahwa doa dikabulkan pada lima malam, yaitu malam Jumat, malam Hari Raya Idul Adha, malam Hari Raya Idul Fitri, malam pertama bulan Rajab, dan malam nishfu Sya'ban.
Pernyataan yang sama juga dijelaskan oleh Imam Ibnu Majah dalam kitab Sunan Ibnu Majah meriwayatkan dari sahabat Abu Umamah bahwa Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
"Orang yang menghidupkan malam 2 hari raya, yaitu Idul Adha dan Idul Fitri, maka hatinya akan terus hidup ketika hati manusia mulai mati dan tak berfungsi."
Berikut ini bacaan doa menghidupkan malam Hari Raya Idul Adha dari Sayyidina Ali yang bisa anda baca pada malam hari raya Idul Adha mulai jam 12 malam sampai imsak, yang berbunyi sebagai berikut,
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَي مُحَمَّدٍ وَآلِهِ مَصَابِيْحِ اْلحِكْمَةِ وَمَوَالِي النِّعْمَةِ ومَعَادِنِ اْلعِصْمَةِ وَاعْصِمْنِيْ بِهِمْ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ وَلَاتَأْخُذْنِيْ عَلَي غِرَّةٍ وَلَا عَلَي غَفْلَةٍ وَلَا تَجْعَلْ عَوَاِقبَ اَمْرِيْ حَسْرَةً وَنَدَامَةً وَارْضَ عَنِّيْ فَإِنَّ مَغْفِرَتَكَ لِلظَّالِمِيْنَ وَاَنَا مِنَ الظَّالِمِيْنَ اَللَّهُمَّ اغْفِرْلِيْ مَا لَا يَضُرُّكَ وَاعْطِنِيْ مَالَايَنْفَعُكَ فَإِنَّكَ اْلوَاسِعَةُ رَحْمَتُهُ اْلبَدِيْعَةُ حِكْمَتُهُ فَاعْطِنِيْ السَّعَةَ وَالدَّعَةَ وَاْلاَمْنَ وَالصِّحَّةَ وَالشُّكْرَ وَاْلمُعَافَاةَ وَالتَّقْوَي وَافْرِغِ الصَّبْرَ وَالصِّدْقَ عَلَيَّ وَعَلَي اَوْلِيَائِيْ فِيْكَ وَاعْطِنِيْ اْليُسْرَ وَلَاتَجْعَلْ مَعَهُ الْعُسْرَ وَاَعِمَّ بِذَلِكَ اَهْلِيْ وَوَلَدِيْ وَاِخْوَانِيْ فِيْكَ وَمَنْ وَلَدَنِيْ مِنَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ وَاْلمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ
Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âlihi, Mashâbihil hikmati wa mawâlin ni’mati, wa ma‘âdinil ‘ishmati, wa‘shimni bihim min kulli sû-in, wa lâ ta’khudznî ‘alâ ghirratin wa lâ ‘ala ghaflatin, wa lâ taj‘al ‘awâqiba amri hasratan wa nadâmatan, wardla ‘annî, fainna maghfirataka lidh dhâlimin, wa anâ minadh dhâlimîna, allâhumma ighfir lî mâ lâ yadlurruka, wa a‘thinî mâ lâ yanfa’uka, fainnaka al-wâsi’atu rahmatuhu, al-badî‘atu hikmatuhu, fa a‘thini as-sa‘ata wad da‘ata, wal-amna wash-shihhata wasy-syukra wal-mu‘âfata wattaqwa, wa afrighiash-shabra wash-shidqa ‘alayya, wa ‘alâ auliyâi fîka, wa a‘thinî al-yusra, walâ taj‘al ma‘ahu al-‘usra, wa a‘imma bi dzâlika ahlî wa waladî wa ikhwanî fîka, wa man waladanî minal muslimîna wal muslimâti wal mu’minîna wal mu’minâti.
Artinya “Ya Allah, berikanlah rahmat-Mu kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, lampu-lampu hikmah, tuan-tuan nikmat, sumber-sumber penjagaan, jagalah aku dari segala keburukan lantaran mereka, janganlah engkau hukum aku atas kelengahan dan kelalaian.
Janganlah engkau jadikan urusanku suatu kerugian dan penyesalan. Ridhoilah aku. Sesungguhnya ampunan-Mu untuk orang-orang dzalim dan aku termasuk dari mereka.
Ya Tuhanku, ampunilah aku dosa yang tidak merugikan-Mu, berilah aku anugerah yang tidak memberi manfaat kepada-Mu. Sesungguhnya rahmat-Mu teramat luas, hikmah-Mu indah. Berilah aku kelapangan, ketenangan, keamanan, kesehatan, syukur, perlindungan (dari segala penyakit) dan ketaqwaan.
Tuangkanlah kesabaran dan kejujuran kepadaku, kepada kekasih-kekasihku karena-Mu. Berilah aku kemudahan dan janganlah jadikan bersamanya kesulitan. Liputilah dengan karunia-karunia tersebut kepada keluargaku, anakku, saudara-saudaraku karena-Mu dan para orang tua yang melahirkanku dari kaum muslimin, muslimat serta kaum mukminin dan mukminat.”