Doa Akhir Ramadan Lengkap, Bisa Leburkan Dosa-Dosa
Sebelum menutup Ramadan, umat Islam biasanya membaca doa, memohon agar ibadah-ibadah yang dikerjakan selama bulan Ramadan diterima oleh Allah.
Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI menetapkan Idulfitri 1 Syawal 1446 Hijriah jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Dengan begitu, hari ini merupakan akhir dari Ramadan 1446 Hijriah.
Sebelum menutup Ramadan, umat Islam biasanya membaca doa, memohon agar ibadah-ibadah yang dikerjakan selama bulan Ramadan, termasuk ibadah puasa diterima oleh Allah.
Doa-doa ini juga mengandung permohonan ampunan, keberkahan, dan harapan untuk dapat kembali bertemu Ramadan di tahun berikutnya.
Selain doa tersebut, terdapat pula doa-doa umum lainnya yang dapat dipanjatkan, seperti permohonan panjang umur, kesehatan, dan rezeki.
Dikutip dari NU Online, doa yang dapat dibaca salah satunya seperti doa yang diijazahkan oleh Pengasuh Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo, Jawa Tengah, KH Achmad Chalwani.
اللهم اختم رمضان لنا ولكم بالقبول. واجعل صيامنا وصيامكم وسيلة للطهور. واجعل قيامنا وقيامكم تكفيرا للذنوب طول الدهور. اللهم ثبت حبنا وحبكم لله العزيز الغفور. وثبت و عطر حبنا و حبكم لسيدنا وحبيبنا وشفيعنا محمد وعلى أهل بيته أهل الصدق والطهور. اللهم اجعلنا وإياكم من العائدين والفا ئزين وكل عام وانتم بخير.
Allaahummakhtim Ramadhaana lanaa walakum bil qabuuli. Waj'al shiyaamana washiyaamakum wasiilatan liththuhuuri. Waj'al qiyaamana wa qiyaamakum takfiiran lidzdzunuubi thuuladduhuuri. Allaahumma tsabbit hubbanaa wa hubbakum lillaahil 'aziizil ghafuuri. Wa tsabbit wa 'aththir hubbanaa wa hubbakum lisayyidina wa habiinaa wa syafii'ina Muhammadin wa 'alaa ali baitihi ahlishshidqi wath thuhuuri. Allahummaj'alnaa wa iyyakum minal 'aaidiina wal faaiziina wa kullu 'aamin wa antum bikhairin.
Banyak Baca Takbir Bisa Leburkan Dosa
KH Achmad Chalwani dalam keterangannya menyampaikan, bahwa cara mengamalkan doa tersebut dibaca setelah salat Ashar.
Di samping membaca doa ini, umat Islam dianjurkan menghidupkan malam Idulfitri sebagaimana sabda Rasulullah:
مَنْ قَامَ لَيْلَتَىِ الْعِيدَيْنِ لِلهِ مُحْتَسِبًا لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ يَوْمَ تَمُوتُ الْقُلُوبُ. (رواه الشافعي وابن ماجه)
Artinya:
“Siapa saja yang qiyamul lail pada dua malam Id (Idul Fitri dan Idul Adha) karena Allah demi mengharap ridha-Nya, maka hatinya tidak akan mati pada hari di mana hati manusia menjadi mati,” (HR As-Syafi’i dan Ibn Majah).
Kemudian pada malam hari Idulfitri, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca takbir. Anjuran itu diungkapkan langsung oleh Rasulullah saw dalam haditsnya, berikut ini:
زينوا اعيادكم بالتكبير
Artinya:
Hiasilah hari raya kalian dengan memperbanyak membaca takbir.
Dalam redaksi hadits yang lain berbunyi:
اكثروا من التكبير ليلة العيدين فانهم يهدم الذنوب هدما
Artinya: Perbanyaklah membaca takbiran pada malam hari raya (fitri dan adha) karena hal dapat melebur dosa-dosa.